<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Peran Rais Aam dan Ketua Umum dalam PBNU   </title><description>Pemilihan Ketua Umum baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kini sedang ramai kabarnya bagi masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/24/337/2521987/begini-peran-rais-aam-dan-ketua-umum-dalam-pbnu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/24/337/2521987/begini-peran-rais-aam-dan-ketua-umum-dalam-pbnu"/><item><title>Begini Peran Rais Aam dan Ketua Umum dalam PBNU   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/24/337/2521987/begini-peran-rais-aam-dan-ketua-umum-dalam-pbnu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/24/337/2521987/begini-peran-rais-aam-dan-ketua-umum-dalam-pbnu</guid><pubDate>Jum'at 24 Desember 2021 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/24/337/2521987/begini-peran-rais-aam-dan-ketua-umum-dalam-pbnu-ErCsLgs105.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/24/337/2521987/begini-peran-rais-aam-dan-ketua-umum-dalam-pbnu-ErCsLgs105.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Pemilihan Ketua Umum baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kini sedang ramai kabarnya bagi masyarakat. Seperti yang sudah banyak diketahui kepengurusan dalam PBNU terdapat struktur pemimpin yakni Rais Aam dan Ketua Umum.

Namun, tahukah kamu apakah berbedaan antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kiai Miftach-Gus Yahya Pimpin PBNU, Ketum PP Muhammadiyah: Semoga Terus Merawat Ukhuwah
Sebelumnya pada awal berdirinya PBNU, sebutan bagi pendiri sekaligus pemimpin tertinggi NU mempunyai sebutan Rais Akbar.

Rais Akbar ini merupakan sebutan bagi pendiri sekaligus pemimpin tertinggi NU pertama kali yang hanya disematkan kepada satu orang saja yakni Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Detik-Detik Gus Yahya Terpilih sebagai Ketum PBNU, Sholawat Berkumandang
Namun, setelah Kiai Hadratussyaikh Hasyim Asy&amp;rsquo;ari meninggal dunia, kedudukan tersebut secara istilah tidak digunakan lagi. Abdul Wahab Hasbullah sebagai pemimpin baru yang menggantikan Kiai Hadratussyaikh Hasyim Asy&amp;rsquo;ari akhirnya lebih memilih istilah Rais Aam untuk menggantikan sebutan Rais Akbar.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8yNC8xLzE0MzEzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Setelah itu, jabatan tertinggi PBNU menjadi Rais Aam. Dikutip dari laman resmi NU, Rais Aam adalah Ketua Umum yang diambil dari bahasa Arab. Istilah ini juga terkadang ditulis Rais Am.

Namun, dalam tradisi NU, Rais Aam lebih kepada syuriyah yang beranggotakan para Kiai besar NU. Selain itu, pemimpin Rais Aam ini adalah seseorang yang bertindak sebagai dewan legislatif di PBNU.

Sementara ada pula Ketua Umum atau lebih dikenal Ketua Tanfidziyah (pelaksana). Ketua Umum menjadi jabatan tertinggi eksekutif selaku pelaksana harian yang di dalamnya beranggotakan pengurus seperti organisasi pada umumnya.</description><content:encoded>

JAKARTA - Pemilihan Ketua Umum baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kini sedang ramai kabarnya bagi masyarakat. Seperti yang sudah banyak diketahui kepengurusan dalam PBNU terdapat struktur pemimpin yakni Rais Aam dan Ketua Umum.

Namun, tahukah kamu apakah berbedaan antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kiai Miftach-Gus Yahya Pimpin PBNU, Ketum PP Muhammadiyah: Semoga Terus Merawat Ukhuwah
Sebelumnya pada awal berdirinya PBNU, sebutan bagi pendiri sekaligus pemimpin tertinggi NU mempunyai sebutan Rais Akbar.

Rais Akbar ini merupakan sebutan bagi pendiri sekaligus pemimpin tertinggi NU pertama kali yang hanya disematkan kepada satu orang saja yakni Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Detik-Detik Gus Yahya Terpilih sebagai Ketum PBNU, Sholawat Berkumandang
Namun, setelah Kiai Hadratussyaikh Hasyim Asy&amp;rsquo;ari meninggal dunia, kedudukan tersebut secara istilah tidak digunakan lagi. Abdul Wahab Hasbullah sebagai pemimpin baru yang menggantikan Kiai Hadratussyaikh Hasyim Asy&amp;rsquo;ari akhirnya lebih memilih istilah Rais Aam untuk menggantikan sebutan Rais Akbar.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8yNC8xLzE0MzEzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Setelah itu, jabatan tertinggi PBNU menjadi Rais Aam. Dikutip dari laman resmi NU, Rais Aam adalah Ketua Umum yang diambil dari bahasa Arab. Istilah ini juga terkadang ditulis Rais Am.

Namun, dalam tradisi NU, Rais Aam lebih kepada syuriyah yang beranggotakan para Kiai besar NU. Selain itu, pemimpin Rais Aam ini adalah seseorang yang bertindak sebagai dewan legislatif di PBNU.

Sementara ada pula Ketua Umum atau lebih dikenal Ketua Tanfidziyah (pelaksana). Ketua Umum menjadi jabatan tertinggi eksekutif selaku pelaksana harian yang di dalamnya beranggotakan pengurus seperti organisasi pada umumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
