<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Akan Cari Solusi Terkait Wisatawan yang Ogah Karantina di Hotel</title><description>Dia pun mendiskusikan agar PPLN yang bukan pekerja migran ataupun pelajar agar tetap bisa dilayani di Wisma Atlet.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/24/337/2522289/bnpb-akan-cari-solusi-terkait-wisatawan-yang-ogah-karantina-di-hotel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/24/337/2522289/bnpb-akan-cari-solusi-terkait-wisatawan-yang-ogah-karantina-di-hotel"/><item><title>BNPB Akan Cari Solusi Terkait Wisatawan yang Ogah Karantina di Hotel</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/24/337/2522289/bnpb-akan-cari-solusi-terkait-wisatawan-yang-ogah-karantina-di-hotel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/24/337/2522289/bnpb-akan-cari-solusi-terkait-wisatawan-yang-ogah-karantina-di-hotel</guid><pubDate>Jum'at 24 Desember 2021 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/24/337/2522289/bnpb-akan-cari-solusi-terkait-wisatawan-yang-ogah-karantina-di-hotel-hOgIM2bOTf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/24/337/2522289/bnpb-akan-cari-solusi-terkait-wisatawan-yang-ogah-karantina-di-hotel-hOgIM2bOTf.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Banyaknya masyarakat yang menolak karantina di hotel usai liburan dari luar negeri membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencari solusi lain agar mereka tetap menjalani kewajiban karantina selama 10 hari.
Kepala BNPB Nasional Mayjen TNI Suharyanto menerangkan bahwa kedatangannya bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Perhubungan ke Terminal 3 Bandara pada Jumat (24/12/2021) adalah sekaligus berdialog langsung dengan para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Dia pun mendiskusikan agar PPLN yang bukan pekerja migran ataupun pelajar agar tetap bisa dilayani di Wisma Atlet.
&quot;Ada beberapa PPLN yang bukan PMI, pelajar, mahasiswa, yang harusnya karantina di hotel, tidak mau, memaksa karantina gratis dan dicarikan solusi bagi mereka ini tetap dilaksanakan pelayanan karantina di wisma sehingga tidak gaduh dan tidak menimbulkan permasalahan yang lain,&quot; katanya usai meninjau langsung prosedur kedatangan di Terminal 3.
Kepala BNPB pun juga menyatakan bahwa berdasarkan dialog dengan PPLN tadi, hampir seluruhnya menyadari pentingnya karantina sebelum kembali ke rumah. Hanya saja beberapa diantaranya merasa keberatan bila harus menjalani proses karantina di hotel karena perlu mengeluarkan biaya tambahan.&quot;Rata-rata mereka menyadari baik pekerja migran, mahasiswa, ataupun  selain itu pentingnya karantina selama 10 hari ini, dan mereka  sebenarnya siap. Tapi ada memang beberapa yang memaksa karantina gratis,  dan ini yang sedang kami Carikan solusinya,&quot; lanjutnya.
Sementara itu, Satgas Covid-19 juga akan terus memantau proses  kedatangan pelaku perjalanan luar negeri mulai dari mendarat di  Indonesia hingga sampai di tempat karantina. Prosedur kedatanga juga  saat ini dipastikan telah dievaluasi sehingga diharapkan tidak ada lagi  permasalahan seperti kemarin.
&quot;Tentu diharapkan lebih baik lagi tidak lagi timbul adanya masalah  penumpukan antrian panjang juga pelaksanaan pengurusan pelayanan yang  kurang maksimal,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>TANGERANG - Banyaknya masyarakat yang menolak karantina di hotel usai liburan dari luar negeri membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencari solusi lain agar mereka tetap menjalani kewajiban karantina selama 10 hari.
Kepala BNPB Nasional Mayjen TNI Suharyanto menerangkan bahwa kedatangannya bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Perhubungan ke Terminal 3 Bandara pada Jumat (24/12/2021) adalah sekaligus berdialog langsung dengan para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Dia pun mendiskusikan agar PPLN yang bukan pekerja migran ataupun pelajar agar tetap bisa dilayani di Wisma Atlet.
&quot;Ada beberapa PPLN yang bukan PMI, pelajar, mahasiswa, yang harusnya karantina di hotel, tidak mau, memaksa karantina gratis dan dicarikan solusi bagi mereka ini tetap dilaksanakan pelayanan karantina di wisma sehingga tidak gaduh dan tidak menimbulkan permasalahan yang lain,&quot; katanya usai meninjau langsung prosedur kedatangan di Terminal 3.
Kepala BNPB pun juga menyatakan bahwa berdasarkan dialog dengan PPLN tadi, hampir seluruhnya menyadari pentingnya karantina sebelum kembali ke rumah. Hanya saja beberapa diantaranya merasa keberatan bila harus menjalani proses karantina di hotel karena perlu mengeluarkan biaya tambahan.&quot;Rata-rata mereka menyadari baik pekerja migran, mahasiswa, ataupun  selain itu pentingnya karantina selama 10 hari ini, dan mereka  sebenarnya siap. Tapi ada memang beberapa yang memaksa karantina gratis,  dan ini yang sedang kami Carikan solusinya,&quot; lanjutnya.
Sementara itu, Satgas Covid-19 juga akan terus memantau proses  kedatangan pelaku perjalanan luar negeri mulai dari mendarat di  Indonesia hingga sampai di tempat karantina. Prosedur kedatanga juga  saat ini dipastikan telah dievaluasi sehingga diharapkan tidak ada lagi  permasalahan seperti kemarin.
&quot;Tentu diharapkan lebih baik lagi tidak lagi timbul adanya masalah  penumpukan antrian panjang juga pelaksanaan pengurusan pelayanan yang  kurang maksimal,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
