<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nataru, Mendagri Minta Kepala Daerah Antisipasi Potensi Kerumunan</title><description>Dia meminta kerja sama tokoh masyarakat dalam pencegahan penularan covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/25/337/2522339/nataru-mendagri-minta-kepala-daerah-antisipasi-potensi-kerumunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/25/337/2522339/nataru-mendagri-minta-kepala-daerah-antisipasi-potensi-kerumunan"/><item><title>Nataru, Mendagri Minta Kepala Daerah Antisipasi Potensi Kerumunan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/25/337/2522339/nataru-mendagri-minta-kepala-daerah-antisipasi-potensi-kerumunan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/25/337/2522339/nataru-mendagri-minta-kepala-daerah-antisipasi-potensi-kerumunan</guid><pubDate>Sabtu 25 Desember 2021 02:04 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/25/337/2522339/nataru-mendagri-minta-kepala-daerah-antisipasi-potensi-kerumunan-334RpzgTSR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tito Karnavian (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/25/337/2522339/nataru-mendagri-minta-kepala-daerah-antisipasi-potensi-kerumunan-334RpzgTSR.jpg</image><title>Mendagri Tito Karnavian (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama jajaran TNI-Polri mengantisipasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

&quot;Teman-teman Kepala Daerah dan juga teman-teman TNI-Polri, Forkopimda juga tolong antisipasi kegiatan-kegiatan masyarakat yang berpotensi terjadi pengumpulan massa,&quot; katanya dikutip dari pers rilis Puspen Kemendagri, Jumat (24/12/2021).

Dia meminta kerja sama tokoh masyarakat dalam pencegahan penularan covid-19. Termasuk pengetatan protokol kesehatan di masyarakat. Utamanya dalam hal penggunaan masker.

Tito menekankan agar kondisi yang terkendali saat ini dapat dipertahankan.

&quot;Kita tidak ingin ada ledakan (kasus) lagi, sudah cukup, kita pertahankan kondisi yang sekarang sangat baik, sambil percepat vaksinasi,&quot; ujarnya.

Kemudian dalam merayakan Natal dan Tahun Baru, dia juga menekankan agar masyarakat merayakannya secara terbatas bersama keluarga tanpa adanya kerumunan.

&quot;Tidak ada perayaan-perayaan, pawai-pawai, arak-arakan, pesta kembang api, (tidak ada) alun-alun ramai, tutup alun-alunnya dalam periode itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama jajaran TNI-Polri mengantisipasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

&quot;Teman-teman Kepala Daerah dan juga teman-teman TNI-Polri, Forkopimda juga tolong antisipasi kegiatan-kegiatan masyarakat yang berpotensi terjadi pengumpulan massa,&quot; katanya dikutip dari pers rilis Puspen Kemendagri, Jumat (24/12/2021).

Dia meminta kerja sama tokoh masyarakat dalam pencegahan penularan covid-19. Termasuk pengetatan protokol kesehatan di masyarakat. Utamanya dalam hal penggunaan masker.

Tito menekankan agar kondisi yang terkendali saat ini dapat dipertahankan.

&quot;Kita tidak ingin ada ledakan (kasus) lagi, sudah cukup, kita pertahankan kondisi yang sekarang sangat baik, sambil percepat vaksinasi,&quot; ujarnya.

Kemudian dalam merayakan Natal dan Tahun Baru, dia juga menekankan agar masyarakat merayakannya secara terbatas bersama keluarga tanpa adanya kerumunan.

&quot;Tidak ada perayaan-perayaan, pawai-pawai, arak-arakan, pesta kembang api, (tidak ada) alun-alun ramai, tutup alun-alunnya dalam periode itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
