<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Diseret dari Atas Jembatan, Ini Pengakuan Pelaku saat Buang Sejoli di Sungai Serayu   </title><description>Hendi Saputra (18) dan Salsabila (16) menjadi korban tewas setelah dibuang ke Sungai Serayu, Cilacap usai ditabrak di kawasan Nagrek, Bandung, Jawa Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/26/337/2522801/korban-diseret-dari-atas-jembatan-ini-pengakuan-pelaku-saat-buang-sejoli-di-sungai-serayu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/26/337/2522801/korban-diseret-dari-atas-jembatan-ini-pengakuan-pelaku-saat-buang-sejoli-di-sungai-serayu"/><item><title>Korban Diseret dari Atas Jembatan, Ini Pengakuan Pelaku saat Buang Sejoli di Sungai Serayu   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/26/337/2522801/korban-diseret-dari-atas-jembatan-ini-pengakuan-pelaku-saat-buang-sejoli-di-sungai-serayu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/26/337/2522801/korban-diseret-dari-atas-jembatan-ini-pengakuan-pelaku-saat-buang-sejoli-di-sungai-serayu</guid><pubDate>Minggu 26 Desember 2021 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/26/337/2522801/korban-diseret-dari-atas-jembatan-ini-pengakuan-pelaku-saat-buang-sejoli-di-sungai-serayu-6BC4oDRccm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejoli korban kecelakaan Nagrek dibuang ke Sungai Serayu (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/26/337/2522801/korban-diseret-dari-atas-jembatan-ini-pengakuan-pelaku-saat-buang-sejoli-di-sungai-serayu-6BC4oDRccm.jpg</image><title>Sejoli korban kecelakaan Nagrek dibuang ke Sungai Serayu (Foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Hendi Saputra (18) dan Salsabila (16) menjadi korban tewas setelah dibuang ke Sungai Serayu, Cilacap usai ditabrak di kawasan Nagrek, Bandung, Jawa Barat.
Dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (26/12/2021), Kopda A yang menjadi salah satu pelaku penabrak tersebut menyampaikan bahwa Hendi dan Salsabila berboncengan tanpa menggunakan helm dalam kecelakaan naas yang berlangsung pada Rabu 8 Desember 2021.
Kemudian, lanjut Kopda A, tiba-tiba kendaraan Satria FU dengan Nopol D 2000 RS tersebut menabrak truk yang melintas di lokasi hingga terpental dan masuk ke kolong mobil Panther hitam yang dikendarinya.
&quot;Selanjutnya kami melaksanakan pertolongan kepada kedua korban dengan cara mengangkat untuk dibawa ke tepi jalan, karena tidak ada yang membantu sehingga Kolonel P berinisiatif dan memerintahkan saya dan Koptu AS untuk memasukkan korban ke dalam mobil Panther yang kami kendarai,&quot; kata dia dalam keterangan tersebut.
Dalam perjalanan itu, Kopda A menyampaikan kepada Kolonol P agar kedua korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, saran tersebut ditolak oleh oknum perwira TNI AD dengan tiga melati di pundak.
Baca juga:&amp;nbsp;TNI AD Berduka atas Meninggalnya Handi-Salsabila, Korban Kecelakaan di Nagreg
Ia melanjutkan bahwa kemudian Kolonel P mengambilalih kemudi sehingga perjalanan dilanjutkan menuju Daerah Istimewa Yogkarta.
&quot;Sesampainya di sungai Serayu daerah Cilacap sekitar pukul 21.00 WIB Kolonel P memerintahkan untuk membuang kedua Korban ke dalam Sungai Serayu dari atas jembatan,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;TNI AD Pastikan 3 Oknum Penabrak Sejoli di Nagreg Dapat Hukuman SetimpalDalam proses membuang kedua korban tersebut, Koptu AS turun dari mobil untuk menurunkan korban, lalu Kolonel P dan Kopda A menyeret Hendi Saputra dan Salsabila ke jembatan dan membuangnya ke Sungai Serayu.
&quot;Setelah membuang korban kami melanjutkan perjalanan menuju kediaman Kolonel P di Kalasan Yogyakarta, di dalam perjalanan Kolonel P mengatakan bahwa kejadian tersebut jangan diceritakan kepada siapa pun agar di rahasiakan,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Pemeriksaan 3 Penabrak Sejoli di Nagreg Dipusatkan di Jakarta</description><content:encoded>JAKARTA - Hendi Saputra (18) dan Salsabila (16) menjadi korban tewas setelah dibuang ke Sungai Serayu, Cilacap usai ditabrak di kawasan Nagrek, Bandung, Jawa Barat.
Dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (26/12/2021), Kopda A yang menjadi salah satu pelaku penabrak tersebut menyampaikan bahwa Hendi dan Salsabila berboncengan tanpa menggunakan helm dalam kecelakaan naas yang berlangsung pada Rabu 8 Desember 2021.
Kemudian, lanjut Kopda A, tiba-tiba kendaraan Satria FU dengan Nopol D 2000 RS tersebut menabrak truk yang melintas di lokasi hingga terpental dan masuk ke kolong mobil Panther hitam yang dikendarinya.
&quot;Selanjutnya kami melaksanakan pertolongan kepada kedua korban dengan cara mengangkat untuk dibawa ke tepi jalan, karena tidak ada yang membantu sehingga Kolonel P berinisiatif dan memerintahkan saya dan Koptu AS untuk memasukkan korban ke dalam mobil Panther yang kami kendarai,&quot; kata dia dalam keterangan tersebut.
Dalam perjalanan itu, Kopda A menyampaikan kepada Kolonol P agar kedua korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, saran tersebut ditolak oleh oknum perwira TNI AD dengan tiga melati di pundak.
Baca juga:&amp;nbsp;TNI AD Berduka atas Meninggalnya Handi-Salsabila, Korban Kecelakaan di Nagreg
Ia melanjutkan bahwa kemudian Kolonel P mengambilalih kemudi sehingga perjalanan dilanjutkan menuju Daerah Istimewa Yogkarta.
&quot;Sesampainya di sungai Serayu daerah Cilacap sekitar pukul 21.00 WIB Kolonel P memerintahkan untuk membuang kedua Korban ke dalam Sungai Serayu dari atas jembatan,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;TNI AD Pastikan 3 Oknum Penabrak Sejoli di Nagreg Dapat Hukuman SetimpalDalam proses membuang kedua korban tersebut, Koptu AS turun dari mobil untuk menurunkan korban, lalu Kolonel P dan Kopda A menyeret Hendi Saputra dan Salsabila ke jembatan dan membuangnya ke Sungai Serayu.
&quot;Setelah membuang korban kami melanjutkan perjalanan menuju kediaman Kolonel P di Kalasan Yogyakarta, di dalam perjalanan Kolonel P mengatakan bahwa kejadian tersebut jangan diceritakan kepada siapa pun agar di rahasiakan,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Pemeriksaan 3 Penabrak Sejoli di Nagreg Dipusatkan di Jakarta</content:encoded></item></channel></rss>
