<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih dari 600 Konten Radikal Terkena Takedown Selama 2021, Berisi Ajakan Anti-NKRI</title><description>BNPT telah mencatatkan lebih dari 600 situs/akun berpotensi radikal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/28/337/2523816/lebih-dari-600-konten-radikal-terkena-takedown-selama-2021-berisi-ajakan-anti-nkri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/28/337/2523816/lebih-dari-600-konten-radikal-terkena-takedown-selama-2021-berisi-ajakan-anti-nkri"/><item><title>Lebih dari 600 Konten Radikal Terkena Takedown Selama 2021, Berisi Ajakan Anti-NKRI</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/28/337/2523816/lebih-dari-600-konten-radikal-terkena-takedown-selama-2021-berisi-ajakan-anti-nkri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/28/337/2523816/lebih-dari-600-konten-radikal-terkena-takedown-selama-2021-berisi-ajakan-anti-nkri</guid><pubDate>Selasa 28 Desember 2021 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Komaruddin Bagja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/28/337/2523816/lebih-dari-600-konten-radikal-terkena-takedown-selama-2021-berisi-ajakan-anti-nkri-9ARuvpyqXT.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi Pers akhir tahun BNPT (Foto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/28/337/2523816/lebih-dari-600-konten-radikal-terkena-takedown-selama-2021-berisi-ajakan-anti-nkri-9ARuvpyqXT.JPG</image><title>Konferensi Pers akhir tahun BNPT (Foto)</title></images><description>JAKARTA - Sepanjang tahun 2021 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat tugas dan fungsinya dalam penanggulangan terorisme di Indonesia, dengan memprioritaskan program pencegahan dan penanggulangan meski di tengah Pandemi Covid-19.

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sejak Januari hingga Desember 2021, BNPT telah mencatatkan lebih dari 600 situs/akun berpotensi radikal.

&quot;Dengan rincian konten propaganda sebanyak 650 konten dimana 409 adalah konten umum yang merupakan konten informasi serangan, 147 konten anti NKRI, 85 konten anti Pancasila, 7 konten intoleran dan 2 konten takfiri. Selain itu, terdapat juga konten pendanaan sebanyak 40 konten, dan konten pelatihan sebanyak 13 konten. Seluruh akun tersebut telah proses take-down bekerjasama dengan Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika,&quot; kata Boy di kantor BNPT, Gedung BUMN, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2021).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8wMS8xLzEzMTI0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Selain itu, BNPT melaksanakan kegiatan kontra radikalisasi yang dilakukan melalui publikasi cetak dalam bentuk buku dan majalah serta optimalisasi media sosial melalui berbagai platform, seperti Facebook, Youtube, Twitter, Instagram, Aplikasi BNPT TV, dan juga Iklan Layanan Masyarakat melalui Radio.

Dalam kegiatan pelibatan masyarakat, telah dilaksanakan bersama melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 Provinsi, baik secara daring maupun luring dengan melibatkan 39.122 orang.

&quot;Dalam rangka pemulihan korban, BNPT telah berhasil mengidentifikasi  1.384 korban termasuk WNA dan WNI di 15 Provinsi di seluruh Indonesia,  dimana pada tahun 2021 sendiri, Pemerintah telah membayarkan kompensasi  kepada 215 orang korban tindak pidana terorisme dengan nominal sebesar  Rp39.205.000.000 (tiga puluh sembilan milyar dua ratus lima juta  rupiah),&quot; tambahnya.

Pada kegiatan deradikalisasi, sepanjang 2021 ini BNPT telah  melaksanakan identifikasi terhadap 66 narapidana terorisme, rehabilitasi  terhadap 44 narapidana terorisme, reedukasi terhadap 18 narapidana  terorisme, dan reintegrasi sosial terhadap 9 narapidana terorisme.

&quot;Kegiatan rehabilitasi dilaksanakan di 24 Lapas,&quot; singkatnya.

Dalam aspek Kesiapsiagaan Nasional, sepanjang tahun ini BNPT telah  melaksanakan kegiatan Edukasi Peran Masyarakat dalam Kesiapsiagaan  Nasional di provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah (Sigi, Parigi  Moutong, dan Poso), dan Kalimantan Timur untuk mendorong peran aktif  masyarakat untuk terlibat dalam pencegahan tindak pidana terorisme  dengan melibatkan perangkat daerah dan perwakilan tokoh masyarakat,  tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda.</description><content:encoded>JAKARTA - Sepanjang tahun 2021 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat tugas dan fungsinya dalam penanggulangan terorisme di Indonesia, dengan memprioritaskan program pencegahan dan penanggulangan meski di tengah Pandemi Covid-19.

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sejak Januari hingga Desember 2021, BNPT telah mencatatkan lebih dari 600 situs/akun berpotensi radikal.

&quot;Dengan rincian konten propaganda sebanyak 650 konten dimana 409 adalah konten umum yang merupakan konten informasi serangan, 147 konten anti NKRI, 85 konten anti Pancasila, 7 konten intoleran dan 2 konten takfiri. Selain itu, terdapat juga konten pendanaan sebanyak 40 konten, dan konten pelatihan sebanyak 13 konten. Seluruh akun tersebut telah proses take-down bekerjasama dengan Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika,&quot; kata Boy di kantor BNPT, Gedung BUMN, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2021).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8wMS8xLzEzMTI0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Selain itu, BNPT melaksanakan kegiatan kontra radikalisasi yang dilakukan melalui publikasi cetak dalam bentuk buku dan majalah serta optimalisasi media sosial melalui berbagai platform, seperti Facebook, Youtube, Twitter, Instagram, Aplikasi BNPT TV, dan juga Iklan Layanan Masyarakat melalui Radio.

Dalam kegiatan pelibatan masyarakat, telah dilaksanakan bersama melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 Provinsi, baik secara daring maupun luring dengan melibatkan 39.122 orang.

&quot;Dalam rangka pemulihan korban, BNPT telah berhasil mengidentifikasi  1.384 korban termasuk WNA dan WNI di 15 Provinsi di seluruh Indonesia,  dimana pada tahun 2021 sendiri, Pemerintah telah membayarkan kompensasi  kepada 215 orang korban tindak pidana terorisme dengan nominal sebesar  Rp39.205.000.000 (tiga puluh sembilan milyar dua ratus lima juta  rupiah),&quot; tambahnya.

Pada kegiatan deradikalisasi, sepanjang 2021 ini BNPT telah  melaksanakan identifikasi terhadap 66 narapidana terorisme, rehabilitasi  terhadap 44 narapidana terorisme, reedukasi terhadap 18 narapidana  terorisme, dan reintegrasi sosial terhadap 9 narapidana terorisme.

&quot;Kegiatan rehabilitasi dilaksanakan di 24 Lapas,&quot; singkatnya.

Dalam aspek Kesiapsiagaan Nasional, sepanjang tahun ini BNPT telah  melaksanakan kegiatan Edukasi Peran Masyarakat dalam Kesiapsiagaan  Nasional di provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah (Sigi, Parigi  Moutong, dan Poso), dan Kalimantan Timur untuk mendorong peran aktif  masyarakat untuk terlibat dalam pencegahan tindak pidana terorisme  dengan melibatkan perangkat daerah dan perwakilan tokoh masyarakat,  tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda.</content:encoded></item></channel></rss>
