<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPT Tindak 364 Orang Terlibat Terorisme Selama 2021</title><description>Densus 88 AT Polri telah melakukan penindakan terhadap 364 orang.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/28/337/2523847/bnpt-tindak-364-orang-terlibat-terorisme-selama-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/28/337/2523847/bnpt-tindak-364-orang-terlibat-terorisme-selama-2021"/><item><title>BNPT Tindak 364 Orang Terlibat Terorisme Selama 2021</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/28/337/2523847/bnpt-tindak-364-orang-terlibat-terorisme-selama-2021</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/28/337/2523847/bnpt-tindak-364-orang-terlibat-terorisme-selama-2021</guid><pubDate>Selasa 28 Desember 2021 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Komaruddin Bagja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/28/337/2523847/bnpt-tindak-364-orang-terlibat-terorisme-selama-2021-juEOfROuYp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/28/337/2523847/bnpt-tindak-364-orang-terlibat-terorisme-selama-2021-juEOfROuYp.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sepanjang Januari hingga Desember 2021, Densus 88 AT Polri telah melakukan penindakan terhadap 364 orang terkait terorisme.

Adapun  rinciannya, pemeriksaan dan penyidikan sebanyak 332 orang, dilimpahkan pada pidana umum sebanyak 3 orang, meninggal dunia 13 orang, dan dipulangkan 16 orang.

&quot;Berdasarkan afiliasi kelompok teror, 178 orang diantaranya terafiliasi dengan kelompok JT, 154 orang terafiliasi JAD, 16 orang terafiliasi MIT, dan 16 lainnya terafiliasi FPI,&quot; kata Boy di Kantor BNPT Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2021).

Dalam hal ini, beberapa kelompok radikal terorisme terpantau masih aktf melakukan pergerakannya, diantaranya adalah Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Jamaah Ansharut Khilafah (JAK), Jamaah Ansharusy Syariah (JAS), Negara Islam Indonesia (NII), Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Pada bidang pendanaan terorisme, bersama pemangku kepentingan lain,  BNPT telah mengambil bagian dalam menlis Penilaian Risiko Indonesia  Terhadap Tindak Pidana Pendanaan Terorisme dan Pendanaan Proliferasi  Senjata Pemusnah Massal Tahun 2021, dimana dicatat Modus Pendanaan di  Indonesia antara lain berasal dari Pemanfaatan kotak amal dan sumbangan  (dengan cover donasi sosial untuk menimbulkan simpati masyarakat),  Penggalangan dana dengan cover bisnis-bisnis lokal (seperti: industri  rumah tangga atau menjual makanan), Penjualan aset pribadi. Crowdfunding  oleh individu yang bekerja di luar negeri dan Crowdfunding dengan  memanfaatkan sosial media (online) seperti MLM / skema Ponzi.

Terkait penanganan Foreign Terrorist Fighters (FTF), Selama tahun  2021, Satgas Penanggulangan FTF melakukan proses validasi bersama dengan  Dirjen Imigrasi, Dirjen Bea Cukai dan Densus 88 AT Polri terhadap WNI  yang berada di Zona Konflik Suriah.

Sepanjang tahun 2021, Satgas Penanggulangan FTF telah melakukan  validasi sebanyak 529 profil. Adapun rekapitulasi WNI terkait FTF yang  terlibat konflik di mancanegara antara lain di Suriah dan Irak sebanyak  2.127 orang, Filipina sebanyak 35 orang, dan Afghanistan sebanyak 23  orang. Satgas Penanggulangan FTF juga telah melakukan penjemputan  terhadap 13 profil WNI yang di deportasi dari berbagai negara.

&quot;Sebanyak tiga profil telah dilakukan pemulangan ke daerah asal dan  10 profil lainnya masih menjalani proses Deradikalisasi di RPTC (Rumah  Perlindungan Trauma Center) Bambu Apus,&quot; tutup Boy.


</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sepanjang Januari hingga Desember 2021, Densus 88 AT Polri telah melakukan penindakan terhadap 364 orang terkait terorisme.

Adapun  rinciannya, pemeriksaan dan penyidikan sebanyak 332 orang, dilimpahkan pada pidana umum sebanyak 3 orang, meninggal dunia 13 orang, dan dipulangkan 16 orang.

&quot;Berdasarkan afiliasi kelompok teror, 178 orang diantaranya terafiliasi dengan kelompok JT, 154 orang terafiliasi JAD, 16 orang terafiliasi MIT, dan 16 lainnya terafiliasi FPI,&quot; kata Boy di Kantor BNPT Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2021).

Dalam hal ini, beberapa kelompok radikal terorisme terpantau masih aktf melakukan pergerakannya, diantaranya adalah Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Jamaah Ansharut Khilafah (JAK), Jamaah Ansharusy Syariah (JAS), Negara Islam Indonesia (NII), Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Pada bidang pendanaan terorisme, bersama pemangku kepentingan lain,  BNPT telah mengambil bagian dalam menlis Penilaian Risiko Indonesia  Terhadap Tindak Pidana Pendanaan Terorisme dan Pendanaan Proliferasi  Senjata Pemusnah Massal Tahun 2021, dimana dicatat Modus Pendanaan di  Indonesia antara lain berasal dari Pemanfaatan kotak amal dan sumbangan  (dengan cover donasi sosial untuk menimbulkan simpati masyarakat),  Penggalangan dana dengan cover bisnis-bisnis lokal (seperti: industri  rumah tangga atau menjual makanan), Penjualan aset pribadi. Crowdfunding  oleh individu yang bekerja di luar negeri dan Crowdfunding dengan  memanfaatkan sosial media (online) seperti MLM / skema Ponzi.

Terkait penanganan Foreign Terrorist Fighters (FTF), Selama tahun  2021, Satgas Penanggulangan FTF melakukan proses validasi bersama dengan  Dirjen Imigrasi, Dirjen Bea Cukai dan Densus 88 AT Polri terhadap WNI  yang berada di Zona Konflik Suriah.

Sepanjang tahun 2021, Satgas Penanggulangan FTF telah melakukan  validasi sebanyak 529 profil. Adapun rekapitulasi WNI terkait FTF yang  terlibat konflik di mancanegara antara lain di Suriah dan Irak sebanyak  2.127 orang, Filipina sebanyak 35 orang, dan Afghanistan sebanyak 23  orang. Satgas Penanggulangan FTF juga telah melakukan penjemputan  terhadap 13 profil WNI yang di deportasi dari berbagai negara.

&quot;Sebanyak tiga profil telah dilakukan pemulangan ke daerah asal dan  10 profil lainnya masih menjalani proses Deradikalisasi di RPTC (Rumah  Perlindungan Trauma Center) Bambu Apus,&quot; tutup Boy.


</content:encoded></item></channel></rss>
