<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Soal Pengungsi Rohingya, Menkopolhukam: Kita Tampung Sementara   </title><description>Menko Polhukam, Mahfud MD menuturkan keputusan Pemerintah Indonesia untuk menampung pengungsi Rohingya</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/30/337/2525068/soal-pengungsi-rohingya-menkopolhukam-kita-tampung-sementara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/30/337/2525068/soal-pengungsi-rohingya-menkopolhukam-kita-tampung-sementara"/><item><title> Soal Pengungsi Rohingya, Menkopolhukam: Kita Tampung Sementara   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/30/337/2525068/soal-pengungsi-rohingya-menkopolhukam-kita-tampung-sementara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/30/337/2525068/soal-pengungsi-rohingya-menkopolhukam-kita-tampung-sementara</guid><pubDate>Kamis 30 Desember 2021 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/30/337/2525068/soal-pengungsi-rohingya-menkopolhukam-kita-tampung-sementara-1UYEr3QAEQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/30/337/2525068/soal-pengungsi-rohingya-menkopolhukam-kita-tampung-sementara-1UYEr3QAEQ.jpg</image><title>Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Menko Polhukam, Mahfud MD menuturkan keputusan Pemerintah Indonesia untuk menampung pengungsi Rohingya hanya bersifat sementara. Menurut dia, hal itu murni didasari atas rasa kemanusian.

Mahfud menjelaskan, kondisi pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di Laut Bireun, Aceh cukup memprihatinkan. Ada yang kelaparan, mencoba melompat ke laut, hingga bunuh diri.

&quot;Kan kita punya rasa kemanusiaan juga, mereka itu masuk ke perairan dan ada yang mau mati, ada yang melompat, ada yang mau menenggelamkan diri karena sakit ada yang karena kalau dikembalikan dia lebih baik mati. Akhirnya kita tampung, sementara tapi nampungnya,&quot; ujar Mahfud, Kamis (30/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sekjen PBB Apresiasi Indonesia karena Bersedia Tampung Pengungsi Rohingya
Dia menjelaskan, sejak awal Indonesia tidak ikut andil dalam meratifikasi UNHCR. Oleh karenanya, Indonesia tak memiliki kewajiban untuk menampung para pengungsi, lantaran wewenang itu ada di UNHCR.

&quot;Karena kita tak ikut meratifikasi tentang apa yang disebut UNHCR itu, maka kita hanya menolong. Kita punya Satgas di situ,&quot; bebernya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usai Terombang-Ambing di Laut, 94 Pengungsi Rohingya Dibawa ke Daratan
Sebagaimana diketahui, berdasar pada pengamatan yang dilakukan pihak terkait, penumpang kapal didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Jumlahnya sekira 100 orang lebih.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8zMC8xLzE0MzMyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kapal mereka kini telah ditarik dengan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Parang-647. Kapal itu ditarik dari Perairan Bireun menuju Pelabuhan Kruengkeukuh Kota Lhokseumawe.

Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojo mengatakan, penarikan telah dilaksanakan sejak Kamis (30/12/2021) pukul 06.00 WIB.

&quot;Upaya itu dilakukan setelah kondisi cukup terang dan aman untuk proses pengikatan dan penarikan kapal di tengah ombak laut lepas,&quot; kata Julius, Kamis (30/12/2021).

Dia menambahkan, kapal itu rencananya tiba di Pelabuhan Kruengkeukuh Lhokseumawe sekitar pukul 18.30 WIB.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Menko Polhukam, Mahfud MD menuturkan keputusan Pemerintah Indonesia untuk menampung pengungsi Rohingya hanya bersifat sementara. Menurut dia, hal itu murni didasari atas rasa kemanusian.

Mahfud menjelaskan, kondisi pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di Laut Bireun, Aceh cukup memprihatinkan. Ada yang kelaparan, mencoba melompat ke laut, hingga bunuh diri.

&quot;Kan kita punya rasa kemanusiaan juga, mereka itu masuk ke perairan dan ada yang mau mati, ada yang melompat, ada yang mau menenggelamkan diri karena sakit ada yang karena kalau dikembalikan dia lebih baik mati. Akhirnya kita tampung, sementara tapi nampungnya,&quot; ujar Mahfud, Kamis (30/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sekjen PBB Apresiasi Indonesia karena Bersedia Tampung Pengungsi Rohingya
Dia menjelaskan, sejak awal Indonesia tidak ikut andil dalam meratifikasi UNHCR. Oleh karenanya, Indonesia tak memiliki kewajiban untuk menampung para pengungsi, lantaran wewenang itu ada di UNHCR.

&quot;Karena kita tak ikut meratifikasi tentang apa yang disebut UNHCR itu, maka kita hanya menolong. Kita punya Satgas di situ,&quot; bebernya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usai Terombang-Ambing di Laut, 94 Pengungsi Rohingya Dibawa ke Daratan
Sebagaimana diketahui, berdasar pada pengamatan yang dilakukan pihak terkait, penumpang kapal didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Jumlahnya sekira 100 orang lebih.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8zMC8xLzE0MzMyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kapal mereka kini telah ditarik dengan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Parang-647. Kapal itu ditarik dari Perairan Bireun menuju Pelabuhan Kruengkeukuh Kota Lhokseumawe.

Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojo mengatakan, penarikan telah dilaksanakan sejak Kamis (30/12/2021) pukul 06.00 WIB.

&quot;Upaya itu dilakukan setelah kondisi cukup terang dan aman untuk proses pengikatan dan penarikan kapal di tengah ombak laut lepas,&quot; kata Julius, Kamis (30/12/2021).

Dia menambahkan, kapal itu rencananya tiba di Pelabuhan Kruengkeukuh Lhokseumawe sekitar pukul 18.30 WIB.
</content:encoded></item></channel></rss>
