<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua DPD RI: Indonesia dan Negara ASEAN Harus Perkuat Kedaulatan Laut Terhadap China</title><description>Menurut LaNyalla, yang sedang reses di Jawa Timur, sengketa akibat arogansi China itu harus disikapi serius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/30/337/2525164/ketua-dpd-ri-indonesia-dan-negara-asean-harus-perkuat-kedaulatan-laut-terhadap-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/30/337/2525164/ketua-dpd-ri-indonesia-dan-negara-asean-harus-perkuat-kedaulatan-laut-terhadap-china"/><item><title>Ketua DPD RI: Indonesia dan Negara ASEAN Harus Perkuat Kedaulatan Laut Terhadap China</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/30/337/2525164/ketua-dpd-ri-indonesia-dan-negara-asean-harus-perkuat-kedaulatan-laut-terhadap-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/30/337/2525164/ketua-dpd-ri-indonesia-dan-negara-asean-harus-perkuat-kedaulatan-laut-terhadap-china</guid><pubDate>Kamis 30 Desember 2021 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/30/337/2525164/ketua-dpd-ri-indonesia-dan-negara-asean-harus-perkuat-kedaulatan-laut-terhadap-china-spREzfLw0V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPD La Nyalla Mataliti (Foto: DPD)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/30/337/2525164/ketua-dpd-ri-indonesia-dan-negara-asean-harus-perkuat-kedaulatan-laut-terhadap-china-spREzfLw0V.jpg</image><title>Ketua DPD La Nyalla Mataliti (Foto: DPD)</title></images><description>SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung langkah pemerintah yang menyerukan agar negara-negara ASEAN berkoalisi menyikapi sengketa di Laut China Selatan.

Menurut LaNyalla, yang sedang reses di Jawa Timur, sengketa akibat arogansi China itu harus disikapi serius.

&quot;Pemerintah Indonesia harus memiliki sikap tegas terhadap arogansi Beijing, China, terhadap kedaulatan atas wilayah ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di dekat Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau,&quot; katanya, Kamis (30/12/2021).

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, sengketa bukan hanya melibatkan Indonesia.

&quot;Sengketa di kawasan Laut China Selatan itu terkait juga dengan keamanan dan kepentingan beberapa negara. Untuk itu, Bakamla Indonesia menyerukan koalisi negara-negara Asia Tenggara menyikapi ancaman yang ada serta bersama-sama menyikapi sengketa Laut China Selatan,&quot; tukasnya.

Negara-negara Asia Tenggara yang dimaksud adalah Brunei Darussalam,  Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam, yang direncanakan untuk  bertemu Februari 2022.

&quot;KIta harus mendorong agar negara-negara koalisi dan berkepentingan  dapat menumbuhkan persaudaraan dan kekuatan untuk menghadapi  perselisihan maritim dan teritorial dengan China. Arogansi China harus  dihadapi bersama,&quot; katanya.

LaNyalla juga mendorong agar Singapura dapat bergabung dengan  kepentingan pelestarian jalur laut internasional yang bebas dan terbuka.</description><content:encoded>SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung langkah pemerintah yang menyerukan agar negara-negara ASEAN berkoalisi menyikapi sengketa di Laut China Selatan.

Menurut LaNyalla, yang sedang reses di Jawa Timur, sengketa akibat arogansi China itu harus disikapi serius.

&quot;Pemerintah Indonesia harus memiliki sikap tegas terhadap arogansi Beijing, China, terhadap kedaulatan atas wilayah ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di dekat Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau,&quot; katanya, Kamis (30/12/2021).

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, sengketa bukan hanya melibatkan Indonesia.

&quot;Sengketa di kawasan Laut China Selatan itu terkait juga dengan keamanan dan kepentingan beberapa negara. Untuk itu, Bakamla Indonesia menyerukan koalisi negara-negara Asia Tenggara menyikapi ancaman yang ada serta bersama-sama menyikapi sengketa Laut China Selatan,&quot; tukasnya.

Negara-negara Asia Tenggara yang dimaksud adalah Brunei Darussalam,  Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam, yang direncanakan untuk  bertemu Februari 2022.

&quot;KIta harus mendorong agar negara-negara koalisi dan berkepentingan  dapat menumbuhkan persaudaraan dan kekuatan untuk menghadapi  perselisihan maritim dan teritorial dengan China. Arogansi China harus  dihadapi bersama,&quot; katanya.

LaNyalla juga mendorong agar Singapura dapat bergabung dengan  kepentingan pelestarian jalur laut internasional yang bebas dan terbuka.</content:encoded></item></channel></rss>
