<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KALEIDOSKOP 2021: Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Miliki 8 Fokus Kerja!</title><description>Tahun 2021 menjadi salah satu tahun yang berpengaruh di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI).</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/31/337/2525268/kaleidoskop-2021-jenderal-andika-perkasa-jadi-panglima-tni-miliki-8-fokus-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/31/337/2525268/kaleidoskop-2021-jenderal-andika-perkasa-jadi-panglima-tni-miliki-8-fokus-kerja"/><item><title>KALEIDOSKOP 2021: Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Miliki 8 Fokus Kerja!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/31/337/2525268/kaleidoskop-2021-jenderal-andika-perkasa-jadi-panglima-tni-miliki-8-fokus-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/31/337/2525268/kaleidoskop-2021-jenderal-andika-perkasa-jadi-panglima-tni-miliki-8-fokus-kerja</guid><pubDate>Jum'at 31 Desember 2021 04:54 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/31/337/2525268/kaleidoskop-2021-jenderal-andika-perkasa-jadi-panglima-tni-miliki-8-fokus-kerja-Qq9q7m5KTR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Andika Perkasa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/31/337/2525268/kaleidoskop-2021-jenderal-andika-perkasa-jadi-panglima-tni-miliki-8-fokus-kerja-Qq9q7m5KTR.jpg</image><title>Panglima TNI Andika Perkasa (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tahun 2021 menjadi salah satu tahun yang berpengaruh di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pucuk pimpinan angkatan bersenjata itu memiliki kepala baru.

Ia adalah Jenderal Andika Perkasa. Penunjukan pria kelahiran Bandung itu terkuak publik usai Presiden Joko Widodo mengirimkan Surat Presiden (Surpres) yang isinya menunjuk Jenderal Andika sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa Jokowi mencalonkan Jenderal Andika Perkasa. Andika sendiri sempat menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

Siapa Jenderal Andika Perkasa?

Dalam biografinya, Jenderal TNI Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat pada 21 Desember 1964. Sebelum dilantik menjadi KSAD, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987 itu menjabat panglima Komando Strategis Angkatan Darat (pangkostrad) sejak 13 Juli 2018.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNy8xLzE0MTgxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Di dunia militer, karier Andika terbilang meroket dengan sangat pesat. Padahal, enam tahun lalu, menantu tokoh intelijen AM Hendropriyono itu masih menyandang pangkat kolonel saat menjabat Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera, Kodam I/Bukit Barisan.

Selain Danrem 023/Kawal Samudera, di level perwira menengah, Andika pernah menjabat sebagai Sespri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, dan Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta di Jakarta.

Nama Andika mulai menanjak ketika diangkat sebagai kepala Dinas Penerangan TNI AD (kadispenad) berdasarkan Keputusan Panglima TNI No Kep/871/XI/2013 pada 8 November 2013. Dia mendapatkan promosi sebagai jenderal bintang satu (brigjen TNI) pada waktu itu.



Hanya 11 bulan Andika menjabat kadispenad, kariernya terus naik ketika pada 22 Oktober 2014 dipercaya sebagai komandan Paspampres menggantikan Mayjen TNI Doni Monardo. Jabatan mentereng itu hanya berselang dua hari setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Andika pun resmi menyandang jenderal bintang dua.

Apa pun, karier cemerlang Andika tak berhenti. Dari Danpaspampres, pati yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Harvard, Amerika Serikat itu dipercaya sebagai Pangdam XII/Tanjungpura.

Bintang di pundak Andika bertambah satu ketika dipercaya sebagai Komandan Kodiklat TNI. Dia resmi menyandang pangkat letnan jenderal berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018 tertanggal 4 Januari 2018.

Fokus dan Rencana Jenderal Andika

Dalam menajalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper  test, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyampaikan delapan fokus  kerja yang terdiri dari 15 tugas.

&amp;ldquo;Pertama, dan terpenting bagi saya adalah melaksanakan tugas TNI  dengan lebih mengembalikan kepada peraturan perundangan yang ada,&amp;rdquo; ujar  Jenderal Andika di Kompleks Parlemen, Sabtu 6 November.

Tugas yang dilaksanakan TNI selama ini, sambungnya, sudah diatur  dalam Undang-Undang. &amp;ldquo;Itu jadi prioritas saya, bagaimana mengembalikan  tugas-tugas yang kita lakukan dengan benar-benar berpegang kepada  paraturan perundangan. Jangan kelebihan dan harapan saya juga tidak  mengambil sektor kementerian atau lembaga lain&amp;rdquo; tuturnya.

Kedua, terkait penguatan operasi pengamanan perbatasan, baik di  darat, laut maupun udara. Ia mengatakan, kementerian pertahanan telah  mengatur bagaimana TNI menjalankan tugasnya dalam menjaga wilayah  pertahanan. &amp;ldquo;Detailnya saya sampaikan saat sesi tertutup,&amp;rdquo; ucap Andika.

Lalu terkait dengan peningkatan kesiapan dan kesiagaan personel TNI  juga turut menjadi perhatiannya ke depan. Terutama, dalam hal  menjalankan tugas operasi militer perang (OMP) dan operasi militer  selain perang (OMSP).

&amp;ldquo;Siber fokus kami berikutnya karena sudah hadir di mana-mana. Menurut  saya harus menjadi fokus yang lebih penting dibandingkan dengan  keperluan lain yang juga sebetulnya penting,&amp;rdquo; lanjut dia.

Kelima, peningkatan sinergitas intelijen terutama di wilayah konflik.  Peningkatan koordinasi intelijen di wilayah yang tengah mengalami  gangguan keamanan, baik itu konflik horizontal maupun vertikal perlu  mendapat perhatian.

Selanjutnya adalah interoperabilitas baik di Angkatan Darat, Angkatan  Laut, dan Angkatan Udara, harus terus menerus dan semakin disatukan.  Kemudian, penguatan integrasi, penataan organisasi pun menurut Andika  masih banyak ruang perbaikan.

Kedelapan, diplomasi militer yang sesuai dengan kebijakan politik  luar negeri Indonesia. &amp;ldquo;Saya lihat ini satu hal yang harus jadi  perhatian saya apabila suatu saat dipercaya jadi panglima TNI,&amp;rdquo; ujar  Andika.

Selamat bertugas jenderal!

</description><content:encoded>JAKARTA - Tahun 2021 menjadi salah satu tahun yang berpengaruh di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pucuk pimpinan angkatan bersenjata itu memiliki kepala baru.

Ia adalah Jenderal Andika Perkasa. Penunjukan pria kelahiran Bandung itu terkuak publik usai Presiden Joko Widodo mengirimkan Surat Presiden (Surpres) yang isinya menunjuk Jenderal Andika sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa Jokowi mencalonkan Jenderal Andika Perkasa. Andika sendiri sempat menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

Siapa Jenderal Andika Perkasa?

Dalam biografinya, Jenderal TNI Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat pada 21 Desember 1964. Sebelum dilantik menjadi KSAD, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987 itu menjabat panglima Komando Strategis Angkatan Darat (pangkostrad) sejak 13 Juli 2018.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNy8xLzE0MTgxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Di dunia militer, karier Andika terbilang meroket dengan sangat pesat. Padahal, enam tahun lalu, menantu tokoh intelijen AM Hendropriyono itu masih menyandang pangkat kolonel saat menjabat Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera, Kodam I/Bukit Barisan.

Selain Danrem 023/Kawal Samudera, di level perwira menengah, Andika pernah menjabat sebagai Sespri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, dan Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta di Jakarta.

Nama Andika mulai menanjak ketika diangkat sebagai kepala Dinas Penerangan TNI AD (kadispenad) berdasarkan Keputusan Panglima TNI No Kep/871/XI/2013 pada 8 November 2013. Dia mendapatkan promosi sebagai jenderal bintang satu (brigjen TNI) pada waktu itu.



Hanya 11 bulan Andika menjabat kadispenad, kariernya terus naik ketika pada 22 Oktober 2014 dipercaya sebagai komandan Paspampres menggantikan Mayjen TNI Doni Monardo. Jabatan mentereng itu hanya berselang dua hari setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Andika pun resmi menyandang jenderal bintang dua.

Apa pun, karier cemerlang Andika tak berhenti. Dari Danpaspampres, pati yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Harvard, Amerika Serikat itu dipercaya sebagai Pangdam XII/Tanjungpura.

Bintang di pundak Andika bertambah satu ketika dipercaya sebagai Komandan Kodiklat TNI. Dia resmi menyandang pangkat letnan jenderal berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018 tertanggal 4 Januari 2018.

Fokus dan Rencana Jenderal Andika

Dalam menajalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper  test, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyampaikan delapan fokus  kerja yang terdiri dari 15 tugas.

&amp;ldquo;Pertama, dan terpenting bagi saya adalah melaksanakan tugas TNI  dengan lebih mengembalikan kepada peraturan perundangan yang ada,&amp;rdquo; ujar  Jenderal Andika di Kompleks Parlemen, Sabtu 6 November.

Tugas yang dilaksanakan TNI selama ini, sambungnya, sudah diatur  dalam Undang-Undang. &amp;ldquo;Itu jadi prioritas saya, bagaimana mengembalikan  tugas-tugas yang kita lakukan dengan benar-benar berpegang kepada  paraturan perundangan. Jangan kelebihan dan harapan saya juga tidak  mengambil sektor kementerian atau lembaga lain&amp;rdquo; tuturnya.

Kedua, terkait penguatan operasi pengamanan perbatasan, baik di  darat, laut maupun udara. Ia mengatakan, kementerian pertahanan telah  mengatur bagaimana TNI menjalankan tugasnya dalam menjaga wilayah  pertahanan. &amp;ldquo;Detailnya saya sampaikan saat sesi tertutup,&amp;rdquo; ucap Andika.

Lalu terkait dengan peningkatan kesiapan dan kesiagaan personel TNI  juga turut menjadi perhatiannya ke depan. Terutama, dalam hal  menjalankan tugas operasi militer perang (OMP) dan operasi militer  selain perang (OMSP).

&amp;ldquo;Siber fokus kami berikutnya karena sudah hadir di mana-mana. Menurut  saya harus menjadi fokus yang lebih penting dibandingkan dengan  keperluan lain yang juga sebetulnya penting,&amp;rdquo; lanjut dia.

Kelima, peningkatan sinergitas intelijen terutama di wilayah konflik.  Peningkatan koordinasi intelijen di wilayah yang tengah mengalami  gangguan keamanan, baik itu konflik horizontal maupun vertikal perlu  mendapat perhatian.

Selanjutnya adalah interoperabilitas baik di Angkatan Darat, Angkatan  Laut, dan Angkatan Udara, harus terus menerus dan semakin disatukan.  Kemudian, penguatan integrasi, penataan organisasi pun menurut Andika  masih banyak ruang perbaikan.

Kedelapan, diplomasi militer yang sesuai dengan kebijakan politik  luar negeri Indonesia. &amp;ldquo;Saya lihat ini satu hal yang harus jadi  perhatian saya apabila suatu saat dipercaya jadi panglima TNI,&amp;rdquo; ujar  Andika.

Selamat bertugas jenderal!

</content:encoded></item></channel></rss>
