<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Afghanistan Serukan Dunia Akui Pemerintahan Taliban</title><description>Belum ada negara yang secara resmi mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/03/18/2526617/warga-afghanistan-serukan-dunia-akui-pemerintahan-taliban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/03/18/2526617/warga-afghanistan-serukan-dunia-akui-pemerintahan-taliban"/><item><title>Warga Afghanistan Serukan Dunia Akui Pemerintahan Taliban</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/03/18/2526617/warga-afghanistan-serukan-dunia-akui-pemerintahan-taliban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/03/18/2526617/warga-afghanistan-serukan-dunia-akui-pemerintahan-taliban</guid><pubDate>Senin 03 Januari 2022 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/03/18/2526617/warga-afghanistan-serukan-dunia-akui-pemerintahan-taliban-JA0KYOrnWu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/03/18/2526617/warga-afghanistan-serukan-dunia-akui-pemerintahan-taliban-JA0KYOrnWu.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>KABUL &amp;mdash; Sejumlah demonstran di ibu kota Afghanistan, Kabul pada Minggu (2/1/2022) menyerukan masyarakat internasional untuk mengakui pemerintahan Taliban.
Abubakar Zaland, salah seorang penyelenggara demonstrasi itu, mengatakan &amp;ldquo;para demonstran ingin agar pemerintah saat ini diakui. Pemerintah ini seharusnya diakui dunia karena ini pemerintahan Afghanistan.&amp;rdquo;
BACA JUGA: KALEIDOSKOP 2021: Lewat Serangan Kilat, Taliban Kembali Kuasai Afghanistan Setelah 2 Dekade
Taliban mengambilalih negara itu pada pertengahan Agustus setelah menyapu bersih Angkatan Bersenjata Afghanistan dan memaksa pemerintah yang didukung Barat untuk mundur.
Belum ada negara yang secara resmi mengakui rezim baru itu karena rekam jejak kelompok militan itu sebelumnya.
Associated Press melaporkan ketika Taliban terakhir kali menguasai Afghanistan hampir 20 tahun lalu, mereka melarang perempuan dan anak perempuan untuk mendapat pendidikan dan ikut terlibat dalam kehidupan publik, mewajibkan laki-laki memelihara janggut dan sholat, melarang olahraga dan hiburan, serta mengeksekusi orang yang dinilai bersalah di depan umum.
BACA JUGA: Ketika Taliban Gelar Parade Militer dengan Peralatan AS dan Rusia
Tetapi pejabat pemerintah Taliban saat ini mengatakan mereka akan menerapkan aturan berbeda, termasuk pada akhirnya mengizinkan semua anak perempuan untuk bersekolah. Taliban juga telah meminta masyarakat internasional untuk mencairkan dana pemerintah yang dibekukan sejumlah negara &amp;ndash; termasuk Amerika &amp;ndash; agar dapat membantu mencegah terjadinya bencana kemanusiaan.
</description><content:encoded>KABUL &amp;mdash; Sejumlah demonstran di ibu kota Afghanistan, Kabul pada Minggu (2/1/2022) menyerukan masyarakat internasional untuk mengakui pemerintahan Taliban.
Abubakar Zaland, salah seorang penyelenggara demonstrasi itu, mengatakan &amp;ldquo;para demonstran ingin agar pemerintah saat ini diakui. Pemerintah ini seharusnya diakui dunia karena ini pemerintahan Afghanistan.&amp;rdquo;
BACA JUGA: KALEIDOSKOP 2021: Lewat Serangan Kilat, Taliban Kembali Kuasai Afghanistan Setelah 2 Dekade
Taliban mengambilalih negara itu pada pertengahan Agustus setelah menyapu bersih Angkatan Bersenjata Afghanistan dan memaksa pemerintah yang didukung Barat untuk mundur.
Belum ada negara yang secara resmi mengakui rezim baru itu karena rekam jejak kelompok militan itu sebelumnya.
Associated Press melaporkan ketika Taliban terakhir kali menguasai Afghanistan hampir 20 tahun lalu, mereka melarang perempuan dan anak perempuan untuk mendapat pendidikan dan ikut terlibat dalam kehidupan publik, mewajibkan laki-laki memelihara janggut dan sholat, melarang olahraga dan hiburan, serta mengeksekusi orang yang dinilai bersalah di depan umum.
BACA JUGA: Ketika Taliban Gelar Parade Militer dengan Peralatan AS dan Rusia
Tetapi pejabat pemerintah Taliban saat ini mengatakan mereka akan menerapkan aturan berbeda, termasuk pada akhirnya mengizinkan semua anak perempuan untuk bersekolah. Taliban juga telah meminta masyarakat internasional untuk mencairkan dana pemerintah yang dibekukan sejumlah negara &amp;ndash; termasuk Amerika &amp;ndash; agar dapat membantu mencegah terjadinya bencana kemanusiaan.
</content:encoded></item></channel></rss>
