<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Baik! 34 dari 152 Pasien Omicron Telah Sembuh, Tak Ada Gejala Berat</title><description>Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/03/337/2526667/kabar-baik-34-dari-152-pasien-omicron-telah-sembuh-tak-ada-gejala-berat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/03/337/2526667/kabar-baik-34-dari-152-pasien-omicron-telah-sembuh-tak-ada-gejala-berat"/><item><title>Kabar Baik! 34 dari 152 Pasien Omicron Telah Sembuh, Tak Ada Gejala Berat</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/03/337/2526667/kabar-baik-34-dari-152-pasien-omicron-telah-sembuh-tak-ada-gejala-berat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/03/337/2526667/kabar-baik-34-dari-152-pasien-omicron-telah-sembuh-tak-ada-gejala-berat</guid><pubDate>Senin 03 Januari 2022 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/03/337/2526667/kabar-baik-34-dari-152-pasien-omicron-telah-sembuh-tak-ada-gejala-berat-MvGcrVjNDN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto : Satgas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/03/337/2526667/kabar-baik-34-dari-152-pasien-omicron-telah-sembuh-tak-ada-gejala-berat-MvGcrVjNDN.jpg</image><title>Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto : Satgas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 152 orang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron. Namun kabar baiknya, 34 orang dinyatakan sudah sembuh. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Budi juga mengatakan bahwa dari 152 kasus tersebut, setengahnya adalah pasien tanpa gejala dan lainnya sakit ringan. Pasien juga tidak membutuhkan oksigen dan saturasi masih di atas 95%.
&amp;ldquo;Kami mungkin sedikit update mengenai kasus Omicron di Indonesia dari 152 yang masuk di Indonesia itu lebih setengahnya adalah tanpa gejala, setengahnya lagi adalah sakit ringan yang artinya tidak membutuhkan oksigen, saturasi yang masih di atas 95% dan 23%-nya atau 34 orang sudah sembuh dan sudah kembali ke rumah ya,&amp;rdquo; ungkap Budi dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (3/1/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Luhut: Presiden Jokowi Tak Mau Lagi Ada Diskresi Karantina, Semua Mengacu Inmendagri
Kabar baiknya lagi, lanjut Budi, angka perawatan pasien Omicron di rumah sakit masih tergolong rendah.  &amp;ldquo;Walupun perlindungan antibodinya yang berasal dari vaksin bisa dilalui, tapi perlindungan dari T selnya masih melindungi dengan cukup baik, itu yang menjelaskan kenapa hospitalisation rate-nya yang masuk rumah sakit, yang fatal lebih rendah,&amp;rdquo; ujar Budi.
&amp;ldquo;Jadi kita melihat bahwa sampai sekarang tidak ada yang membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit, cukup dikasih obat dan vitamin mereka sudah bisa kembali ke rumah,&amp;rdquo; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 152 orang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron. Namun kabar baiknya, 34 orang dinyatakan sudah sembuh. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Budi juga mengatakan bahwa dari 152 kasus tersebut, setengahnya adalah pasien tanpa gejala dan lainnya sakit ringan. Pasien juga tidak membutuhkan oksigen dan saturasi masih di atas 95%.
&amp;ldquo;Kami mungkin sedikit update mengenai kasus Omicron di Indonesia dari 152 yang masuk di Indonesia itu lebih setengahnya adalah tanpa gejala, setengahnya lagi adalah sakit ringan yang artinya tidak membutuhkan oksigen, saturasi yang masih di atas 95% dan 23%-nya atau 34 orang sudah sembuh dan sudah kembali ke rumah ya,&amp;rdquo; ungkap Budi dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (3/1/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Luhut: Presiden Jokowi Tak Mau Lagi Ada Diskresi Karantina, Semua Mengacu Inmendagri
Kabar baiknya lagi, lanjut Budi, angka perawatan pasien Omicron di rumah sakit masih tergolong rendah.  &amp;ldquo;Walupun perlindungan antibodinya yang berasal dari vaksin bisa dilalui, tapi perlindungan dari T selnya masih melindungi dengan cukup baik, itu yang menjelaskan kenapa hospitalisation rate-nya yang masuk rumah sakit, yang fatal lebih rendah,&amp;rdquo; ujar Budi.
&amp;ldquo;Jadi kita melihat bahwa sampai sekarang tidak ada yang membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit, cukup dikasih obat dan vitamin mereka sudah bisa kembali ke rumah,&amp;rdquo; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
