<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Trik Dapat Bahan Sop Ayam Gratis di Kairo</title><description>Mantan Presiden Abdurahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur memang dikenal memiliki koleksi humor yang membuat kita tertawa.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/04/337/2526942/humor-gus-dur-trik-dapat-bahan-sop-ayam-gratis-di-kairo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/04/337/2526942/humor-gus-dur-trik-dapat-bahan-sop-ayam-gratis-di-kairo"/><item><title>Humor Gus Dur: Trik Dapat Bahan Sop Ayam Gratis di Kairo</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/04/337/2526942/humor-gus-dur-trik-dapat-bahan-sop-ayam-gratis-di-kairo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/04/337/2526942/humor-gus-dur-trik-dapat-bahan-sop-ayam-gratis-di-kairo</guid><pubDate>Selasa 04 Januari 2022 04:57 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/03/337/2526942/humor-gus-dur-trik-dapat-bahan-sop-ayam-gratis-di-kairo-eMsIm9hnha.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/03/337/2526942/humor-gus-dur-trik-dapat-bahan-sop-ayam-gratis-di-kairo-eMsIm9hnha.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Presiden Abdurahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur memang dikenal memiliki koleksi humor yang membuat kita tertawa.

Suatu ketika ada kisah Gus Dur memasak sop ceker dan jeroan ayam. Namun memang tidak diketahui apakah ini kisah nyata atau sekedar humor Gus Dur saja.

Menurut buku Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus karya KH. Husein Muhammad, saat di Kairo Gus Dur pernah memasak sop ceker yang isinya sayap, kepala, dan jeroan ayam.

Sorenya Gus Dur pergi sendiri ke pasar. Di sana dia mencari penjual ayam potong. Lalu ia meminta ceker, sayap, kepala, dan jeroan. Gus Dur tahu kalau bagian-bagian tubuh ayam seperti ceker, sayap, dan kepala biasanya akan dibuang saja.

Jadi ia bisa mendapatkannya secara gratis. Seperti dilansir Santri Gus Dur, penjual ayam potong itu bertanya, &quot;Untuk apa, ya sayyidi?&quot; Gus Dur menjawab, &amp;rdquo;Untuk makanan kucing di rumah.&amp;rdquo;

Ia berusaha keras menahan tawa. &amp;rdquo;Lakin Inta ta&amp;rsquo;khudz Kitir Awi (Tapi anda kok mintanya banyak sekali),&amp;rdquo; kata si penjual ayam di Mesir itu. &amp;rdquo;&amp;rsquo;Aiwah, alasyan Itat Kitsir awi&amp;rsquo; (Ya, karena kucingnya banyak sekali),&amp;rdquo; jawab Gus Dur dengan kalem dan menahan tawa.

Akhirnya, si penjual ayam memberikan berbagai bagian tubuh ayam yang biasanya dibuang tersebut pada zaman itu.

Gus Dur kemudian pulang membawa semua bagian-bagian tubuh ayam tersebut, lalu memasaknya. Kemudian teman-temannya dipanggil untuk pesta makan enak.


</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Presiden Abdurahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur memang dikenal memiliki koleksi humor yang membuat kita tertawa.

Suatu ketika ada kisah Gus Dur memasak sop ceker dan jeroan ayam. Namun memang tidak diketahui apakah ini kisah nyata atau sekedar humor Gus Dur saja.

Menurut buku Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus karya KH. Husein Muhammad, saat di Kairo Gus Dur pernah memasak sop ceker yang isinya sayap, kepala, dan jeroan ayam.

Sorenya Gus Dur pergi sendiri ke pasar. Di sana dia mencari penjual ayam potong. Lalu ia meminta ceker, sayap, kepala, dan jeroan. Gus Dur tahu kalau bagian-bagian tubuh ayam seperti ceker, sayap, dan kepala biasanya akan dibuang saja.

Jadi ia bisa mendapatkannya secara gratis. Seperti dilansir Santri Gus Dur, penjual ayam potong itu bertanya, &quot;Untuk apa, ya sayyidi?&quot; Gus Dur menjawab, &amp;rdquo;Untuk makanan kucing di rumah.&amp;rdquo;

Ia berusaha keras menahan tawa. &amp;rdquo;Lakin Inta ta&amp;rsquo;khudz Kitir Awi (Tapi anda kok mintanya banyak sekali),&amp;rdquo; kata si penjual ayam di Mesir itu. &amp;rdquo;&amp;rsquo;Aiwah, alasyan Itat Kitsir awi&amp;rsquo; (Ya, karena kucingnya banyak sekali),&amp;rdquo; jawab Gus Dur dengan kalem dan menahan tawa.

Akhirnya, si penjual ayam memberikan berbagai bagian tubuh ayam yang biasanya dibuang tersebut pada zaman itu.

Gus Dur kemudian pulang membawa semua bagian-bagian tubuh ayam tersebut, lalu memasaknya. Kemudian teman-temannya dipanggil untuk pesta makan enak.


</content:encoded></item></channel></rss>
