<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PTM 100 Persen, Kapolri: Kita Jaga Agar Tak Munculkan Klaster</title><description>Kegiatan PTM 100 persen ini harus dijaga semaksimal mungkin dengan penerapan protokol kesehatan (prokes)</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/05/337/2527750/ptm-100-persen-kapolri-kita-jaga-agar-tak-munculkan-klaster</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/05/337/2527750/ptm-100-persen-kapolri-kita-jaga-agar-tak-munculkan-klaster"/><item><title>PTM 100 Persen, Kapolri: Kita Jaga Agar Tak Munculkan Klaster</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/05/337/2527750/ptm-100-persen-kapolri-kita-jaga-agar-tak-munculkan-klaster</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/05/337/2527750/ptm-100-persen-kapolri-kita-jaga-agar-tak-munculkan-klaster</guid><pubDate>Rabu 05 Januari 2022 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/05/337/2527750/ptm-100-persen-kapolri-kita-jaga-agar-tak-munculkan-klaster-fZaoiaeRKL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/05/337/2527750/ptm-100-persen-kapolri-kita-jaga-agar-tak-munculkan-klaster-fZaoiaeRKL.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pembelajaran Pertemuan Tatap Muka (PTM) bagi para siswa-siswi di sekolah mulai diberlakukan di awal tahun 2022 ini, meskipun Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung di Indonesia maupun di dunia.

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, kegiatan PTM 100 persen ini harus dijaga semaksimal mungkin dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang kuat hingga akselerasi vaksinasi.

&quot;Jadi ini tentunya tantangan bagi kita bagaimana setelah PTM kita buka dan lancar, namun disisi lain anak-anak terlindungi karena sudah vaksin,&quot; kata Sigit saat launching vaksinasi merdeka anak di SDN 01 Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2022).

Dengan prokes kuat dan akselerasi vaksinasi, Sigit menyebut, hal itu akan menghindari atau mencegah terjadinya klaster Covid-19 di lingkungan sekolahan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNC8xLzE0MzUzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Dan tentunya bagaimana kemudian kegiatan ini (PTM) bisa kita jaga agar tak memunculkan klaster,&quot; ujar Sigit.

Menurut mantan Kapolda Banten, percepatan vaksinasi wajib dilakukan untuk melindungi anak-anak Indonesia. Apalagi hampir dua tahun pandemi, anak-anak kehilangan waktu belajar yang efektif karena pembelajaran dilakukan secara online atau jarak jauh.

Disisi lain, varian Omicron telah masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, ia menegaskan percepatan vaksinasi khususnya bagi anak-anak mau tak mau harus dilakukan, agar tak terjadi fatalitas jika terpapar varian Omicron.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini mengajak semua pihak untuk  bersinergi dan bersama-sama menghadapi varian Omicron. Beberapa hal  yang dilakukan yakni dengan memperkuat pos-pos masuk negara, memperketat  protokol kesehatan hingga percepatan vaksinasi.

Dalam pelaksanaan vaksinasi anak-anak, ia pun meminta seluruh  provinsi dapat mempercepatnya. Sebab, vaksinasi adalah upaya  menyelamatkan anak-anak Indonesia dari serangan virus Covid-19.

&quot;Anak-anak kita adalah generasi yang mengisi posisi penting di tahun  2045 karena tahun 2030 kita memiliki potensi 60 persen masyarakat kita  berada di usia produktif. Untuk bisa mempersiapkan SDM unggul, mau tak  mau anak-anak kita harus kita jaga dari risiko terkait munculnya varian  baru atau varian-varian yg nanti muncul. Yang kita lakukan salah satunya  memberikan kekebalan imunitas dengan vaksin,&quot; tutup Sigit.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembelajaran Pertemuan Tatap Muka (PTM) bagi para siswa-siswi di sekolah mulai diberlakukan di awal tahun 2022 ini, meskipun Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung di Indonesia maupun di dunia.

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, kegiatan PTM 100 persen ini harus dijaga semaksimal mungkin dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang kuat hingga akselerasi vaksinasi.

&quot;Jadi ini tentunya tantangan bagi kita bagaimana setelah PTM kita buka dan lancar, namun disisi lain anak-anak terlindungi karena sudah vaksin,&quot; kata Sigit saat launching vaksinasi merdeka anak di SDN 01 Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2022).

Dengan prokes kuat dan akselerasi vaksinasi, Sigit menyebut, hal itu akan menghindari atau mencegah terjadinya klaster Covid-19 di lingkungan sekolahan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNC8xLzE0MzUzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Dan tentunya bagaimana kemudian kegiatan ini (PTM) bisa kita jaga agar tak memunculkan klaster,&quot; ujar Sigit.

Menurut mantan Kapolda Banten, percepatan vaksinasi wajib dilakukan untuk melindungi anak-anak Indonesia. Apalagi hampir dua tahun pandemi, anak-anak kehilangan waktu belajar yang efektif karena pembelajaran dilakukan secara online atau jarak jauh.

Disisi lain, varian Omicron telah masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, ia menegaskan percepatan vaksinasi khususnya bagi anak-anak mau tak mau harus dilakukan, agar tak terjadi fatalitas jika terpapar varian Omicron.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini mengajak semua pihak untuk  bersinergi dan bersama-sama menghadapi varian Omicron. Beberapa hal  yang dilakukan yakni dengan memperkuat pos-pos masuk negara, memperketat  protokol kesehatan hingga percepatan vaksinasi.

Dalam pelaksanaan vaksinasi anak-anak, ia pun meminta seluruh  provinsi dapat mempercepatnya. Sebab, vaksinasi adalah upaya  menyelamatkan anak-anak Indonesia dari serangan virus Covid-19.

&quot;Anak-anak kita adalah generasi yang mengisi posisi penting di tahun  2045 karena tahun 2030 kita memiliki potensi 60 persen masyarakat kita  berada di usia produktif. Untuk bisa mempersiapkan SDM unggul, mau tak  mau anak-anak kita harus kita jaga dari risiko terkait munculnya varian  baru atau varian-varian yg nanti muncul. Yang kita lakukan salah satunya  memberikan kekebalan imunitas dengan vaksin,&quot; tutup Sigit.</content:encoded></item></channel></rss>
