<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musim Hujan Tapi Suhu Pulau Jawa Terasa Panas? BMKG Ungkap Penyebabnya</title><description>Suhu udara di wilayah Pulau Jawa terasa panas, meskipun telah memasuki musim penghujan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/05/337/2527838/musim-hujan-tapi-suhu-pulau-jawa-terasa-panas-bmkg-ungkap-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/05/337/2527838/musim-hujan-tapi-suhu-pulau-jawa-terasa-panas-bmkg-ungkap-penyebabnya"/><item><title>Musim Hujan Tapi Suhu Pulau Jawa Terasa Panas? BMKG Ungkap Penyebabnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/05/337/2527838/musim-hujan-tapi-suhu-pulau-jawa-terasa-panas-bmkg-ungkap-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/05/337/2527838/musim-hujan-tapi-suhu-pulau-jawa-terasa-panas-bmkg-ungkap-penyebabnya</guid><pubDate>Rabu 05 Januari 2022 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/05/337/2527838/musim-hujan-tapi-suhu-pulau-jawa-terasa-panas-bmkg-ungkap-penyebabnya-snEVGBSRgK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/05/337/2527838/musim-hujan-tapi-suhu-pulau-jawa-terasa-panas-bmkg-ungkap-penyebabnya-snEVGBSRgK.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Suhu udara di wilayah Pulau Jawa terasa panas, meskipun&amp;nbsp;telah memasuki musim penghujan. Apa penyebabnya?

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya menyampaikan, dalam beberapa hari terakhir curah hujan khususnya di Pulau Jawa berkurang. Hal ini yang menyebabkan suhu di wilayah Pulau Jawa terasa panas.

Jika dilihat dari pola angin, saat ini terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar Laut Natuna, barat Laut Kalimantan yang menahan massa uap air dari Asia.
Baca juga:&amp;nbsp;BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia, Ini Lokasinya
&amp;ldquo;Hal ini menyebabkan uap air ke BBS (Belahan Bumi Selatan) atau tepatnya ke pulau Jawa relatif lebih sedikit atau berkurang dari biasanya,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam akun media sosial resminya, Rabu (5/1/2022).

Selain itu, kata BMKG, jika dilihat dari kelembaban udara lapisan 700mb, terpantau RH yang cukup kering di wilayah Jawa terutamanya di Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur yang menyebabkan asupan untuk pembentukan awan-awan hujan menjadi berkurang.Meski begitu, BMKG mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada peningkatan intensitas curah hujan antara tanggal 9-13 Januari mendatang.

&amp;ldquo;Namun masih perlu diwaspadai dalam beberapa hari kedepan yakni antara tanggal 9 - 13 Januari 2022 diprakirakan pulau Jawa akan kembali mengalami peningkatan intensitas curah hujan,&amp;rdquo; tegas BMKG.</description><content:encoded>JAKARTA - Suhu udara di wilayah Pulau Jawa terasa panas, meskipun&amp;nbsp;telah memasuki musim penghujan. Apa penyebabnya?

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya menyampaikan, dalam beberapa hari terakhir curah hujan khususnya di Pulau Jawa berkurang. Hal ini yang menyebabkan suhu di wilayah Pulau Jawa terasa panas.

Jika dilihat dari pola angin, saat ini terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar Laut Natuna, barat Laut Kalimantan yang menahan massa uap air dari Asia.
Baca juga:&amp;nbsp;BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia, Ini Lokasinya
&amp;ldquo;Hal ini menyebabkan uap air ke BBS (Belahan Bumi Selatan) atau tepatnya ke pulau Jawa relatif lebih sedikit atau berkurang dari biasanya,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam akun media sosial resminya, Rabu (5/1/2022).

Selain itu, kata BMKG, jika dilihat dari kelembaban udara lapisan 700mb, terpantau RH yang cukup kering di wilayah Jawa terutamanya di Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur yang menyebabkan asupan untuk pembentukan awan-awan hujan menjadi berkurang.Meski begitu, BMKG mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada peningkatan intensitas curah hujan antara tanggal 9-13 Januari mendatang.

&amp;ldquo;Namun masih perlu diwaspadai dalam beberapa hari kedepan yakni antara tanggal 9 - 13 Januari 2022 diprakirakan pulau Jawa akan kembali mengalami peningkatan intensitas curah hujan,&amp;rdquo; tegas BMKG.</content:encoded></item></channel></rss>
