<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>17 Saksi Diperiksa Polisi Terkait Perusakan Ponpes As-Sunnah</title><description>Polisi memeriksa 17 saksi terkait kasus perusakan sejumlah fasilitas yang ada di Pondok Pesantren As-Sunnah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/05/340/2527764/17-saksi-diperiksa-polisi-terkait-perusakan-ponpes-as-sunnah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/05/340/2527764/17-saksi-diperiksa-polisi-terkait-perusakan-ponpes-as-sunnah"/><item><title>17 Saksi Diperiksa Polisi Terkait Perusakan Ponpes As-Sunnah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/05/340/2527764/17-saksi-diperiksa-polisi-terkait-perusakan-ponpes-as-sunnah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/05/340/2527764/17-saksi-diperiksa-polisi-terkait-perusakan-ponpes-as-sunnah</guid><pubDate>Rabu 05 Januari 2022 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/05/340/2527764/17-saksi-diperiksa-polisi-terkait-perusakan-ponpes-as-sunnah-jgzHDxvIGp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/05/340/2527764/17-saksi-diperiksa-polisi-terkait-perusakan-ponpes-as-sunnah-jgzHDxvIGp.jpg</image><title>Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (Foto: Antara)</title></images><description>MATARAM - Polisi memeriksa 17 saksi terkait kasus perusakan sejumlah fasilitas yang ada di Pondok Pesantren As-Sunnah, Bagek Nyaka, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
&quot;Saat ini, masih 17 saksi yang sudah diambil keterangannya,&quot; kata Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto di Mataram, Rabu (5/1/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;6 Buruh Tersangka Perusakan Ruang Kerja Gubernur Banten Ditangkap
Kalangan saksi yang dimintai keterangannya itu, dijelaskan Artanto, masih berasal dari kalangan warga yang berada dan menyaksikan langsung aksi perusakan.
&quot;Saksi yang diperiksa ini adalah mereka yang berada di TKP saat kejadian (perusakan) berlangsung,&quot; ujarnya.
Untuk selanjutnya, kata dia, keterangan para saksi akan disesuaikan dengan hasil olah TKP dan barang bukti yang ditemukan. &quot;Jadi, semua masih dalam proses penanganan kami,&quot; ucapnya.
Perusakan sejumlah fasilitas Pondok Pesantren As-Sunnah, di Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, yang terjadi pada Minggu 2 Januari 2022 dini hari tersebut diduga ulah sekumpulan massa tak dikenal.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rusak Mobil dan Aniaya Pejalan Kaki, 6 Pemuda Mabuk Ditangkap
Kabarnya, peristiwa itu merupakan reaksi yang dipicu oleh cuplikan video pendek berdurasi 19 detik dengan tayangan ceramah Ustadz Mizan Qudsiah dari Pesantren As-Sunnah diduga telah mendiskreditkan makam keramat para leluhur di Pulau Lombok.
Lebih lanjut, Artanto menyampaikan bahwa situasi terkini di Pondok Pesantren As-Sunnah, Bagek Nyaka, terpantau kondusif. Pihaknya melalui personel dari Polres Lombok Timur dan Satuan Brimob Polda NTB juga telah bersiaga untuk mengamankan lokasi.
&quot;Karena TKP saat ini berstatus Quo, jadi Polres Lombok Timur dan Brimob melakukan pengamanan di lokasi. Kondisi terkini aktivitas pesantren sudah berjalan lancar dan tetap terpantau kondusif,&quot; kata dia.</description><content:encoded>MATARAM - Polisi memeriksa 17 saksi terkait kasus perusakan sejumlah fasilitas yang ada di Pondok Pesantren As-Sunnah, Bagek Nyaka, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
&quot;Saat ini, masih 17 saksi yang sudah diambil keterangannya,&quot; kata Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto di Mataram, Rabu (5/1/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;6 Buruh Tersangka Perusakan Ruang Kerja Gubernur Banten Ditangkap
Kalangan saksi yang dimintai keterangannya itu, dijelaskan Artanto, masih berasal dari kalangan warga yang berada dan menyaksikan langsung aksi perusakan.
&quot;Saksi yang diperiksa ini adalah mereka yang berada di TKP saat kejadian (perusakan) berlangsung,&quot; ujarnya.
Untuk selanjutnya, kata dia, keterangan para saksi akan disesuaikan dengan hasil olah TKP dan barang bukti yang ditemukan. &quot;Jadi, semua masih dalam proses penanganan kami,&quot; ucapnya.
Perusakan sejumlah fasilitas Pondok Pesantren As-Sunnah, di Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, yang terjadi pada Minggu 2 Januari 2022 dini hari tersebut diduga ulah sekumpulan massa tak dikenal.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rusak Mobil dan Aniaya Pejalan Kaki, 6 Pemuda Mabuk Ditangkap
Kabarnya, peristiwa itu merupakan reaksi yang dipicu oleh cuplikan video pendek berdurasi 19 detik dengan tayangan ceramah Ustadz Mizan Qudsiah dari Pesantren As-Sunnah diduga telah mendiskreditkan makam keramat para leluhur di Pulau Lombok.
Lebih lanjut, Artanto menyampaikan bahwa situasi terkini di Pondok Pesantren As-Sunnah, Bagek Nyaka, terpantau kondusif. Pihaknya melalui personel dari Polres Lombok Timur dan Satuan Brimob Polda NTB juga telah bersiaga untuk mengamankan lokasi.
&quot;Karena TKP saat ini berstatus Quo, jadi Polres Lombok Timur dan Brimob melakukan pengamanan di lokasi. Kondisi terkini aktivitas pesantren sudah berjalan lancar dan tetap terpantau kondusif,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
