<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korut Sukses Tembakkan Rudal Hipersonik, Kenai Sasaran Sejauh 700 Km</title><description>Korut pertama kali menguji rudal hipersoniknya pada September tahun lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/06/18/2528317/korut-sukses-tembakkan-rudal-hipersonik-kenai-sasaran-sejauh-700-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/06/18/2528317/korut-sukses-tembakkan-rudal-hipersonik-kenai-sasaran-sejauh-700-km"/><item><title>Korut Sukses Tembakkan Rudal Hipersonik, Kenai Sasaran Sejauh 700 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/06/18/2528317/korut-sukses-tembakkan-rudal-hipersonik-kenai-sasaran-sejauh-700-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/06/18/2528317/korut-sukses-tembakkan-rudal-hipersonik-kenai-sasaran-sejauh-700-km</guid><pubDate>Kamis 06 Januari 2022 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/06/18/2528317/korut-sukses-tembakkan-rudal-hipersonik-kenai-sasaran-sejauh-700-km-8b4yTwFXR2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korut berhasil tembakkan rudal hipersonik kenai target sejauh 700 km (Foto: EPA) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/06/18/2528317/korut-sukses-tembakkan-rudal-hipersonik-kenai-sasaran-sejauh-700-km-8b4yTwFXR2.jpg</image><title>Korut berhasil tembakkan rudal hipersonik kenai target sejauh 700 km (Foto: EPA) </title></images><description>SEOUL - Korea Utara (Korut) menembakkan sebuah rudal hipersonik pekan ini yang berhasil mengenai sasaran sejauh 700 kilometer.
Kantor berita negara KCNA, pada Kamis (5/1) mengatakan peluncuran tersebut menjadi uji coba kedua bagi rudal semacam itu saat Korut berupaya meningkatkan kemampuan militernya di tengah kebuntuan pembicaraan soal perlucutan nuklir.

Korut pertama kali menguji rudal hipersoniknya pada September tahun lalu, bergabung dengan negara-negara militer besar lain dalam perlombaan senjata canggih.
Terlepas dari namanya, para analis mengatakan fitur utama senjata hipersonik bukanlah kecepatan &amp;ndash;yang terkadang bisa disamai atau dikalahkan oleh hulu ledak rudal balistik tradisional&amp;ndash; melainkan kemampuan manuvernya.
Baca juga:&amp;nbsp;Korut Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut 
KCNA mengatakan dalam uji coba pada Rabu (4/1) itu, hulu ledak luncur hipersonik melepaskan diri dari pendorong roketnya dan bermanuver sejauh 120 km secara lateral sebelum menghantam dengan tepat sebuah sasaran sejauh 700 km.
Rudal tersebut menunjukkan kemampuannya dalam memadukan &quot;penerbangan lompat luncur multi-langkah dan manuver lateral yang kuat&quot;.
Baca juga:&amp;nbsp;Korut Klaim Sukses Uji Coba Sistem Rudal Hipersonik Baru
KCNA menambahkan uji coba tersebut juga memastikan berfungsinya sejumlah komponen seperti kendali terbang dan kemampuannya beroperasi di musim dingin.&quot;Keberhasilan berturut-turut dalam uji peluncuran rudal hipersonik memiliki makna strategis karena mereka mempercepat tugas untuk memodernisasi angkatan bersenjata strategis negara ini,&quot; tulis laporan KCNA.

Senjata hipersonik biasanya meluncur ke arah sasaran pada ketinggian yang lebih rendah ketimbang rudal balistik dan mampu melesat lebih dari lima kali kecepatan suara atau sekitar 6.200 km per jam.



Analis mengatakan Korut belum menguji bom nuklir atau rudal balistik antarbenua (ICBM) sejak 2017. Namun, dalam beberapa tahun terakhir negara itu telah mengembangkan dan meluncurkan sejumlah rudal dan hulu ledak dengan kemampuan manuver lebih tinggi yang kemungkinan dirancang untuk mengatasi pertahanan rudal seperti milik Korea Selatan dan AS.

&quot;Kesan saya adalah Korea Utara telah mengidentifikasi senjata luncur hipersonik sebagai alat kualitatif yang berguna dan potensial untuk mengatasi pertahanan rudal,&quot; kata Ankit Panda, rekan senior di Carnegie Endowment for International Peace yang berbasis di AS.



Foto-foto peluncuran pada Rabu memperlihatkan apa yang analis sebut sebagai rudal balistik bertenaga cair dengan Manoeuvrable Reentry Vehicle (MaRV) berbentuk kerucut yang meledak dari kendaraan peluncur beroda dan menimbulkan awan api dan asap.



Panda menjelaskan rudal itu adalah versi berbeda dari rudal yang diuji tahun lalu, dan pertama kali diperlihatkan kepada publik dalam pameran pertahanan di Pyongyang pada Oktober tahun lalu.

&quot;Sepertinya mereka menjalankan setidaknya dua program pengembangan yang terpisah,&quot; katanya.


&quot;Salah satunya adalah Hwasong-8, yang diuji coba pada September. Rudal ini, yang memiliki sejumlah fitur yang sama dengan Hwasong-8, adalah rudal lain,&quot; lanjutnya.







Peluncuran yang dilakukan pada Rabu (4/1) itu terdeteksi oleh sejumlah negara di kawasan dan mengundang kritik dari Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang.



Dalam perbincangan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi pada Kamis (5/1), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk peluncuran rudal Korut itu.



Deplu AS dalam sebuah pernyataan mengatakan kedua Menlu mendiskusikan kerja sama untuk mencapai perlucutan nuklir total dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea.



&quot;Kami memandang setiap kemampuan (senjata) baru secara serius, dan seperti kami telah katakan, kami mengutuk uji rudal balistik yang terus menerus (dilakukan Korut), yang mengganggu stabilitas kawasan dan komunitas internasional,&quot; kata juru bicara Deplu AS.







Diketahui Korut menguji coba rudal hipersoniknya hanya beberapa jam sebelum Presiden Korsel Moon Jae-in menghadiri peletakan batu pertama pembangunan jalur kereta api yang dia harapkan dapat menghubungkan semenanjung Korea yang terbagi dua.



</description><content:encoded>SEOUL - Korea Utara (Korut) menembakkan sebuah rudal hipersonik pekan ini yang berhasil mengenai sasaran sejauh 700 kilometer.
Kantor berita negara KCNA, pada Kamis (5/1) mengatakan peluncuran tersebut menjadi uji coba kedua bagi rudal semacam itu saat Korut berupaya meningkatkan kemampuan militernya di tengah kebuntuan pembicaraan soal perlucutan nuklir.

Korut pertama kali menguji rudal hipersoniknya pada September tahun lalu, bergabung dengan negara-negara militer besar lain dalam perlombaan senjata canggih.
Terlepas dari namanya, para analis mengatakan fitur utama senjata hipersonik bukanlah kecepatan &amp;ndash;yang terkadang bisa disamai atau dikalahkan oleh hulu ledak rudal balistik tradisional&amp;ndash; melainkan kemampuan manuvernya.
Baca juga:&amp;nbsp;Korut Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut 
KCNA mengatakan dalam uji coba pada Rabu (4/1) itu, hulu ledak luncur hipersonik melepaskan diri dari pendorong roketnya dan bermanuver sejauh 120 km secara lateral sebelum menghantam dengan tepat sebuah sasaran sejauh 700 km.
Rudal tersebut menunjukkan kemampuannya dalam memadukan &quot;penerbangan lompat luncur multi-langkah dan manuver lateral yang kuat&quot;.
Baca juga:&amp;nbsp;Korut Klaim Sukses Uji Coba Sistem Rudal Hipersonik Baru
KCNA menambahkan uji coba tersebut juga memastikan berfungsinya sejumlah komponen seperti kendali terbang dan kemampuannya beroperasi di musim dingin.&quot;Keberhasilan berturut-turut dalam uji peluncuran rudal hipersonik memiliki makna strategis karena mereka mempercepat tugas untuk memodernisasi angkatan bersenjata strategis negara ini,&quot; tulis laporan KCNA.

Senjata hipersonik biasanya meluncur ke arah sasaran pada ketinggian yang lebih rendah ketimbang rudal balistik dan mampu melesat lebih dari lima kali kecepatan suara atau sekitar 6.200 km per jam.



Analis mengatakan Korut belum menguji bom nuklir atau rudal balistik antarbenua (ICBM) sejak 2017. Namun, dalam beberapa tahun terakhir negara itu telah mengembangkan dan meluncurkan sejumlah rudal dan hulu ledak dengan kemampuan manuver lebih tinggi yang kemungkinan dirancang untuk mengatasi pertahanan rudal seperti milik Korea Selatan dan AS.

&quot;Kesan saya adalah Korea Utara telah mengidentifikasi senjata luncur hipersonik sebagai alat kualitatif yang berguna dan potensial untuk mengatasi pertahanan rudal,&quot; kata Ankit Panda, rekan senior di Carnegie Endowment for International Peace yang berbasis di AS.



Foto-foto peluncuran pada Rabu memperlihatkan apa yang analis sebut sebagai rudal balistik bertenaga cair dengan Manoeuvrable Reentry Vehicle (MaRV) berbentuk kerucut yang meledak dari kendaraan peluncur beroda dan menimbulkan awan api dan asap.



Panda menjelaskan rudal itu adalah versi berbeda dari rudal yang diuji tahun lalu, dan pertama kali diperlihatkan kepada publik dalam pameran pertahanan di Pyongyang pada Oktober tahun lalu.

&quot;Sepertinya mereka menjalankan setidaknya dua program pengembangan yang terpisah,&quot; katanya.


&quot;Salah satunya adalah Hwasong-8, yang diuji coba pada September. Rudal ini, yang memiliki sejumlah fitur yang sama dengan Hwasong-8, adalah rudal lain,&quot; lanjutnya.







Peluncuran yang dilakukan pada Rabu (4/1) itu terdeteksi oleh sejumlah negara di kawasan dan mengundang kritik dari Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang.



Dalam perbincangan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi pada Kamis (5/1), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk peluncuran rudal Korut itu.



Deplu AS dalam sebuah pernyataan mengatakan kedua Menlu mendiskusikan kerja sama untuk mencapai perlucutan nuklir total dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea.



&quot;Kami memandang setiap kemampuan (senjata) baru secara serius, dan seperti kami telah katakan, kami mengutuk uji rudal balistik yang terus menerus (dilakukan Korut), yang mengganggu stabilitas kawasan dan komunitas internasional,&quot; kata juru bicara Deplu AS.







Diketahui Korut menguji coba rudal hipersoniknya hanya beberapa jam sebelum Presiden Korsel Moon Jae-in menghadiri peletakan batu pertama pembangunan jalur kereta api yang dia harapkan dapat menghubungkan semenanjung Korea yang terbagi dua.



</content:encoded></item></channel></rss>
