<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu Retno: Tahun 2022, Indonesia Masih Akan Bela Hak Negara-Negara Konflik</title><description>Retno menjelaskan Indonesia masih akan terus memperjuangkan perdamaian dan hak-hak di negara konflik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/06/18/2528323/menlu-retno-tahun-2022-indonesia-masih-akan-bela-hak-negara-negara-konflik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/06/18/2528323/menlu-retno-tahun-2022-indonesia-masih-akan-bela-hak-negara-negara-konflik"/><item><title>Menlu Retno: Tahun 2022, Indonesia Masih Akan Bela Hak Negara-Negara Konflik</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/06/18/2528323/menlu-retno-tahun-2022-indonesia-masih-akan-bela-hak-negara-negara-konflik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/06/18/2528323/menlu-retno-tahun-2022-indonesia-masih-akan-bela-hak-negara-negara-konflik</guid><pubDate>Kamis 06 Januari 2022 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Adrianto S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/06/18/2528323/menlu-retno-tahun-2022-indonesia-masih-akan-bela-hak-negara-negara-konflik-uOCr6vm2g3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu RI Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2022 (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/06/18/2528323/menlu-retno-tahun-2022-indonesia-masih-akan-bela-hak-negara-negara-konflik-uOCr6vm2g3.jpg</image><title>Menlu RI Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2022 (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan Indonesia masih akan terus memperjuangkan perdamaian dan hak-hak di negara konflik. Hal ini disampatkan Retno saat Kementarian Luar Negeri (Kemlu) menyelenggarakan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) pada Kamis (6/1/2021).
Dia menyatakan di ASEAN sendiri, masih berlangsung krisis politik yang terjadi di Myanmar. Hal ini sempat dibahas oleh pemimpin-pemimpin negara ASEAN pada April 2021 silam di Jakarta.
&amp;ldquo;Penting bagi ASEAN untuk terus memperkuat kesatuan dan sentralisasi yang sama krisis politik di Myanmar. Pada April 2021, pemimpin-pemimpin di negara ASEAN berdialog di Jakarta untuk membantu Myanmar mengatasi krisis politik agar kekerasan dapat dihentikan dan demokrasi dapat dipulihkan,&quot; terangnya.
Retno juga menyoroti kejadian di Afghanistan, ketika Taliban yang hingga saat ini menduduki negara tersebut. Retno menjelaskan kalau Indonesia menjadi salah satu negara yang aktif membahas masalah ini.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Menlu RI Minta Negara Maju Atasi Kesenjangan Vaksin Covid-19
&quot;Di akhir tahun 2021, saya telah menghadiri sidang luar biasa menteri luar negeri mengenai situasi kemanusiaan di Afghanistan. Indonesia termasuk inisiator pelaksanaan pertemuan tersebut mengingat situasi kemanusiaan Afghanistan yang semakin memburuk,&quot; ungkapnya.
Retno menyatakan dengan tegas posisi Indonesia selalu konsisten, dan ingin melihat Afghanistan damai dan stabil. Dirinya juga berharap Taliban akan menepati janji mereka untuk membela hak wanita Afghanistan.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menlu Retno Jenguk Bayi Raffi Ahmad dan Gigi, Bahas Profesi Diplomat dan Diplomasi&quot;Indonesia akan terus mendorong Taliban untuk menepati janji yang disampaikan Taliban 16 Agustus 2021 dapat dipenuhi termasuk penghormatan terhadap hak-hak perempuan,&quot; lanjutnya.
Hingga saat ini, Indonesia juga masih menjadi salah satu negara yang aktif menyumbangkan pasukan perdamaian ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Total sumbangan pasukan Indonesia juga meningkat di tahun lalu.
&quot;Indonesia adalah negara penyumbang pasukan pemeliharaan perdamaian PBB terbesar ketujuh di dunia, naik dari peringkat kedelapan. Pasukan perdamaian perempuan Indonesia naik dari 5,9% pada 2020 menjadi 6,7%,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan Indonesia masih akan terus memperjuangkan perdamaian dan hak-hak di negara konflik. Hal ini disampatkan Retno saat Kementarian Luar Negeri (Kemlu) menyelenggarakan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) pada Kamis (6/1/2021).
Dia menyatakan di ASEAN sendiri, masih berlangsung krisis politik yang terjadi di Myanmar. Hal ini sempat dibahas oleh pemimpin-pemimpin negara ASEAN pada April 2021 silam di Jakarta.
&amp;ldquo;Penting bagi ASEAN untuk terus memperkuat kesatuan dan sentralisasi yang sama krisis politik di Myanmar. Pada April 2021, pemimpin-pemimpin di negara ASEAN berdialog di Jakarta untuk membantu Myanmar mengatasi krisis politik agar kekerasan dapat dihentikan dan demokrasi dapat dipulihkan,&quot; terangnya.
Retno juga menyoroti kejadian di Afghanistan, ketika Taliban yang hingga saat ini menduduki negara tersebut. Retno menjelaskan kalau Indonesia menjadi salah satu negara yang aktif membahas masalah ini.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Menlu RI Minta Negara Maju Atasi Kesenjangan Vaksin Covid-19
&quot;Di akhir tahun 2021, saya telah menghadiri sidang luar biasa menteri luar negeri mengenai situasi kemanusiaan di Afghanistan. Indonesia termasuk inisiator pelaksanaan pertemuan tersebut mengingat situasi kemanusiaan Afghanistan yang semakin memburuk,&quot; ungkapnya.
Retno menyatakan dengan tegas posisi Indonesia selalu konsisten, dan ingin melihat Afghanistan damai dan stabil. Dirinya juga berharap Taliban akan menepati janji mereka untuk membela hak wanita Afghanistan.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menlu Retno Jenguk Bayi Raffi Ahmad dan Gigi, Bahas Profesi Diplomat dan Diplomasi&quot;Indonesia akan terus mendorong Taliban untuk menepati janji yang disampaikan Taliban 16 Agustus 2021 dapat dipenuhi termasuk penghormatan terhadap hak-hak perempuan,&quot; lanjutnya.
Hingga saat ini, Indonesia juga masih menjadi salah satu negara yang aktif menyumbangkan pasukan perdamaian ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Total sumbangan pasukan Indonesia juga meningkat di tahun lalu.
&quot;Indonesia adalah negara penyumbang pasukan pemeliharaan perdamaian PBB terbesar ketujuh di dunia, naik dari peringkat kedelapan. Pasukan perdamaian perempuan Indonesia naik dari 5,9% pada 2020 menjadi 6,7%,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
