<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BMKG Sebut Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Selama Desember 2021</title><description>Daryono melaporkan dari hasil monitoring BMKG selama bulan Desember 2021 di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/06/337/2528151/bmkg-sebut-aktivitas-gempa-di-indonesia-meningkat-selama-desember-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/06/337/2528151/bmkg-sebut-aktivitas-gempa-di-indonesia-meningkat-selama-desember-2021"/><item><title> BMKG Sebut Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Selama Desember 2021</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/06/337/2528151/bmkg-sebut-aktivitas-gempa-di-indonesia-meningkat-selama-desember-2021</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/06/337/2528151/bmkg-sebut-aktivitas-gempa-di-indonesia-meningkat-selama-desember-2021</guid><pubDate>Kamis 06 Januari 2022 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/06/337/2528151/bmkg-sebut-aktivitas-gempa-di-indonesia-meningkat-selama-desember-2021-xjqSya5jLI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/06/337/2528151/bmkg-sebut-aktivitas-gempa-di-indonesia-meningkat-selama-desember-2021-xjqSya5jLI.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), csebanyak 1.307 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

&amp;ldquo;Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan November sebanyak 980 kali,&amp;rdquo; kata Daryono lewat akun media sosial pribadinya, Kamis (6/1/2022).

Daryono mengatakan selama bulan Desember 2021 aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi oleh gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 5,0 (M&amp;lt;5,0) yang terjadi sebanyak 1.279 kali. &amp;ldquo;Jumlah aktivitas gempa kecil ini mengalami peningkatan jika dibanding bulan November yang terjadi sebanyak 969 kali,&amp;rdquo; paparnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Tambarana Poso
Sementara itu, tercatat gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 (M&amp;gt;5,0) terjadi sebanyak 28 kali atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan November yang terjadi 11 kali.

Daryono mengatakan gempa dengan guncangan dirasakan oleh masyarakat selama bulan Desember 2021 terjadi sebanyak 78 kali. Jumlah gempa dirasakan mengalami kenaikan jumlah jika dibanding bulan November sebanyak 49 kali.

Selain itu, Daryono mengungkapkan selama bulan Desember 2021 terjadi 4 kali peristiwa gempa merusak, yaitu: (1) Gempa Damer Maluku Barat Daya 11 Desember 2021 magnitudo 5,6 merusak beberapa bangunan rumah (2) Gempa Laut Flores 14 Desember 2021 magnitudo 7,4 merusak lebih dari 500 bangunan rumah (3) Gempa Jember 16 Desember 2021 magnitudo 5,0 merusak 38 bangunan rumah (4) Gempa Maluku Barat Daya 30 Desember 2021 magnitudo 7,3 merusak beberapa bangunan rumah di Pulau Moa, Pulau Romang, Pulau Leti dan Pulau Kisar.
Baca juga:&amp;nbsp;26 Gempa Merusak Terjadi Sepanjang 2021, Tertinggi dalam 20 Tahun TerakhirDaryono mengungkapkan zona aktif gempa di wilayah Indonesia selama bulan Desember 2021 terdapat di 10 kluster seismisitas. Dimana 10 kluster seismisitas yaitu Aceh-Nias-Sumatera Barat, Bengkulu-Lampung-Selat Sunda-Banten-Jawa Barat, Jawa Timur, Bali-Lombok-Sumbawa-Bima, Sumba-Laut Flores, Sulbar-Sigi-Luwu Timur, Gorontalo-Bolaang Mongondow, Laut Maluku-Ambon-Seram-Maluku Barat Daya, Sorong dan Papua Utara.

Dari catatan BMKG, kata Daryono, bulan Desember adalah bulan dengan jumlah aktivitas gempa paling banyak selama tahun 2021, yaitu mencapai 1.307 kali gempa. &amp;ldquo;Sementara bulan paling sedikit terjadi gempa adalah bulan Februari sebanyak 543 kali gempa,&amp;rdquo; paparnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), csebanyak 1.307 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

&amp;ldquo;Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan November sebanyak 980 kali,&amp;rdquo; kata Daryono lewat akun media sosial pribadinya, Kamis (6/1/2022).

Daryono mengatakan selama bulan Desember 2021 aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi oleh gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 5,0 (M&amp;lt;5,0) yang terjadi sebanyak 1.279 kali. &amp;ldquo;Jumlah aktivitas gempa kecil ini mengalami peningkatan jika dibanding bulan November yang terjadi sebanyak 969 kali,&amp;rdquo; paparnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Tambarana Poso
Sementara itu, tercatat gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 (M&amp;gt;5,0) terjadi sebanyak 28 kali atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan November yang terjadi 11 kali.

Daryono mengatakan gempa dengan guncangan dirasakan oleh masyarakat selama bulan Desember 2021 terjadi sebanyak 78 kali. Jumlah gempa dirasakan mengalami kenaikan jumlah jika dibanding bulan November sebanyak 49 kali.

Selain itu, Daryono mengungkapkan selama bulan Desember 2021 terjadi 4 kali peristiwa gempa merusak, yaitu: (1) Gempa Damer Maluku Barat Daya 11 Desember 2021 magnitudo 5,6 merusak beberapa bangunan rumah (2) Gempa Laut Flores 14 Desember 2021 magnitudo 7,4 merusak lebih dari 500 bangunan rumah (3) Gempa Jember 16 Desember 2021 magnitudo 5,0 merusak 38 bangunan rumah (4) Gempa Maluku Barat Daya 30 Desember 2021 magnitudo 7,3 merusak beberapa bangunan rumah di Pulau Moa, Pulau Romang, Pulau Leti dan Pulau Kisar.
Baca juga:&amp;nbsp;26 Gempa Merusak Terjadi Sepanjang 2021, Tertinggi dalam 20 Tahun TerakhirDaryono mengungkapkan zona aktif gempa di wilayah Indonesia selama bulan Desember 2021 terdapat di 10 kluster seismisitas. Dimana 10 kluster seismisitas yaitu Aceh-Nias-Sumatera Barat, Bengkulu-Lampung-Selat Sunda-Banten-Jawa Barat, Jawa Timur, Bali-Lombok-Sumbawa-Bima, Sumba-Laut Flores, Sulbar-Sigi-Luwu Timur, Gorontalo-Bolaang Mongondow, Laut Maluku-Ambon-Seram-Maluku Barat Daya, Sorong dan Papua Utara.

Dari catatan BMKG, kata Daryono, bulan Desember adalah bulan dengan jumlah aktivitas gempa paling banyak selama tahun 2021, yaitu mencapai 1.307 kali gempa. &amp;ldquo;Sementara bulan paling sedikit terjadi gempa adalah bulan Februari sebanyak 543 kali gempa,&amp;rdquo; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
