<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Omicron Melonjak, Kemenkes: Jangan Sampai Gelombang Ketiga Terjadi</title><description>Kasus Omicron di Indonesia terus melonjak saat ini menjadi 414 orang terkonfirmasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/10/337/2529679/kasus-omicron-melonjak-kemenkes-jangan-sampai-gelombang-ketiga-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/10/337/2529679/kasus-omicron-melonjak-kemenkes-jangan-sampai-gelombang-ketiga-terjadi"/><item><title>Kasus Omicron Melonjak, Kemenkes: Jangan Sampai Gelombang Ketiga Terjadi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/10/337/2529679/kasus-omicron-melonjak-kemenkes-jangan-sampai-gelombang-ketiga-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/10/337/2529679/kasus-omicron-melonjak-kemenkes-jangan-sampai-gelombang-ketiga-terjadi</guid><pubDate>Senin 10 Januari 2022 05:37 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/10/337/2529679/kasus-omicron-melonjak-kemenkes-jangan-sampai-gelombang-ketiga-terjadi-RQqHdY2IYA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/10/337/2529679/kasus-omicron-melonjak-kemenkes-jangan-sampai-gelombang-ketiga-terjadi-RQqHdY2IYA.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kasus Omicron di Indonesia terus melonjak saat ini menjadi 414 orang terkonfirmasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengingatkan tidak boleh lengah sehingga terjadi lonjakan kasus yang menyebabkan gelombang ketiga Covid-19.

&amp;ldquo;Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia,&amp;rdquo; tegas Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dikutip dalam keterangannya, Senin (10/1/2022).

Nadia pun mengingatkan agar waspada jangan sampai terjadi lonjakan kasus seperti di India dalam 10 hari terakhir yang terjadi kenaikan kasus dari 6.000-an menjadi 90.000 kasus konfirmasi Omicron.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNS8xLzE0MzU1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia, dimana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi omicron. Ini yang kita hindari,&amp;rdquo; tegas Nadia.


Nadia juga mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing,  Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan  cluster-cluster baru Covid-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi  dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

Sementara itu, Nadia mengatakan dari 414 orang yang sudah  terkonfirmasi Omicron, sebanyak 31 orang dengan kasus transmisi lokal.  Sisanya merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Selain itu, kebanyakan  dari yang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi  lengkap.

Nadia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan  luar negeri jika tidak terlalu penting. &amp;ldquo;Sebagian besar kasus Omicron  berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat  diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,&amp;rdquo; tegasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus Omicron di Indonesia terus melonjak saat ini menjadi 414 orang terkonfirmasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengingatkan tidak boleh lengah sehingga terjadi lonjakan kasus yang menyebabkan gelombang ketiga Covid-19.

&amp;ldquo;Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia,&amp;rdquo; tegas Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dikutip dalam keterangannya, Senin (10/1/2022).

Nadia pun mengingatkan agar waspada jangan sampai terjadi lonjakan kasus seperti di India dalam 10 hari terakhir yang terjadi kenaikan kasus dari 6.000-an menjadi 90.000 kasus konfirmasi Omicron.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNS8xLzE0MzU1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia, dimana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi omicron. Ini yang kita hindari,&amp;rdquo; tegas Nadia.


Nadia juga mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing,  Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan  cluster-cluster baru Covid-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi  dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

Sementara itu, Nadia mengatakan dari 414 orang yang sudah  terkonfirmasi Omicron, sebanyak 31 orang dengan kasus transmisi lokal.  Sisanya merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Selain itu, kebanyakan  dari yang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi  lengkap.

Nadia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan  luar negeri jika tidak terlalu penting. &amp;ldquo;Sebagian besar kasus Omicron  berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat  diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,&amp;rdquo; tegasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
