<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Siap Berlakukan Sanksi Keras terhadap Rusia jika Invasi Ukraina</title><description>AS telah mengamati dengan seksama penumpukan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/11/18/2530692/as-siap-berlakukan-sanksi-keras-terhadap-rusia-jika-invasi-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/11/18/2530692/as-siap-berlakukan-sanksi-keras-terhadap-rusia-jika-invasi-ukraina"/><item><title>AS Siap Berlakukan Sanksi Keras terhadap Rusia jika Invasi Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/11/18/2530692/as-siap-berlakukan-sanksi-keras-terhadap-rusia-jika-invasi-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/11/18/2530692/as-siap-berlakukan-sanksi-keras-terhadap-rusia-jika-invasi-ukraina</guid><pubDate>Selasa 11 Januari 2022 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/11/18/2530692/as-siap-berlakukan-sanksi-keras-terhadap-rusia-jika-invasi-ukraina-Y5J3HKfGEH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dubes AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/11/18/2530692/as-siap-berlakukan-sanksi-keras-terhadap-rusia-jika-invasi-ukraina-Y5J3HKfGEH.jpg</image><title>Dubes AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield, pada Senin (10/1), mengatakan AS dan sekutu-sekutunya siap &amp;ldquo;mengenakan biaya yang sangat besar terhadap ekonomi Rusia&amp;rdquo; jika negara tersebut benar-benar akan menginvasi Ukraina.
&amp;ldquo;Kami telah mengamati dengan seksama penumpukan pasukan Rusia di (wilayah) perbatasan Ukraina. Tujuan kami tetap untuk menemukan jalan diplomatik ke depan dan mencegah konflik,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Saya berharap benar bahwa mereka tidak memiliki rencana (untuk menginvasi Ukraina.red), tetapi semua yang kami lihat sejauh ini menunjukkan bahwa mereka (Rusia.red) membuat gerakan ke arah itu. Tetapi kami akan terus bersiap dan membuat rencana untuk menanggapi jika mereka mengambil tindakan apapun terhadap Ukraina,&amp;rdquo; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Di Ambang Konflik dengan Ukraina, Rusia Kerahkan Pasukan Baru ke Krimea&amp;nbsp;
Lebih jauh, Thomas-Greenfield menegaskan bahwa pihaknya &quot;tetap berhubungan sangat dekat dengan sekutu dan mitra Eropa kami yang prihatin tentang penumpukan ini. Di hari-hari mendatang, Amerika akan terus melakukan segala upaya menuju deeskalasi, dialog dan resolusi diplomatik untuk situasi ini.&quot;
Pernyataan ini disampaikan ketika diplomat-diplomat tinggi Amerika dan Rusia melangsungkan pertemuan di Jenewa untuk membahas soal peningkatan jumlah pasukan Rusia di wilayah perbatasannya dengan Ukraina yang meresahkan banyak negara.
Baca juga:&amp;nbsp;AS Peringatkan Manuver Militer Rusia Dekat Perbatasan Ukraina
Setelah melangsungkan pembicaraan di Jenewa, Rusia dijadwalkan melakukan perundingan dengan NATO di Brussels pada Rabu (12/1) dan di Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa di Wina pada Kamis (13/1) mendatang.</description><content:encoded>WASHINGTON - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield, pada Senin (10/1), mengatakan AS dan sekutu-sekutunya siap &amp;ldquo;mengenakan biaya yang sangat besar terhadap ekonomi Rusia&amp;rdquo; jika negara tersebut benar-benar akan menginvasi Ukraina.
&amp;ldquo;Kami telah mengamati dengan seksama penumpukan pasukan Rusia di (wilayah) perbatasan Ukraina. Tujuan kami tetap untuk menemukan jalan diplomatik ke depan dan mencegah konflik,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Saya berharap benar bahwa mereka tidak memiliki rencana (untuk menginvasi Ukraina.red), tetapi semua yang kami lihat sejauh ini menunjukkan bahwa mereka (Rusia.red) membuat gerakan ke arah itu. Tetapi kami akan terus bersiap dan membuat rencana untuk menanggapi jika mereka mengambil tindakan apapun terhadap Ukraina,&amp;rdquo; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Di Ambang Konflik dengan Ukraina, Rusia Kerahkan Pasukan Baru ke Krimea&amp;nbsp;
Lebih jauh, Thomas-Greenfield menegaskan bahwa pihaknya &quot;tetap berhubungan sangat dekat dengan sekutu dan mitra Eropa kami yang prihatin tentang penumpukan ini. Di hari-hari mendatang, Amerika akan terus melakukan segala upaya menuju deeskalasi, dialog dan resolusi diplomatik untuk situasi ini.&quot;
Pernyataan ini disampaikan ketika diplomat-diplomat tinggi Amerika dan Rusia melangsungkan pertemuan di Jenewa untuk membahas soal peningkatan jumlah pasukan Rusia di wilayah perbatasannya dengan Ukraina yang meresahkan banyak negara.
Baca juga:&amp;nbsp;AS Peringatkan Manuver Militer Rusia Dekat Perbatasan Ukraina
Setelah melangsungkan pembicaraan di Jenewa, Rusia dijadwalkan melakukan perundingan dengan NATO di Brussels pada Rabu (12/1) dan di Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa di Wina pada Kamis (13/1) mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
