<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Korban Banjir Bandang Jember, Terjebak di Dalam Mobil yang Hanyut</title><description>Dalam sebuah video amatir yang beredar di media sosial, sebuah mobil terseret derasnya banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Permai</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/11/337/2530245/cerita-korban-banjir-bandang-jember-terjebak-di-dalam-mobil-yang-hanyut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/11/337/2530245/cerita-korban-banjir-bandang-jember-terjebak-di-dalam-mobil-yang-hanyut"/><item><title>Cerita Korban Banjir Bandang Jember, Terjebak di Dalam Mobil yang Hanyut</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/11/337/2530245/cerita-korban-banjir-bandang-jember-terjebak-di-dalam-mobil-yang-hanyut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/11/337/2530245/cerita-korban-banjir-bandang-jember-terjebak-di-dalam-mobil-yang-hanyut</guid><pubDate>Selasa 11 Januari 2022 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/11/337/2530245/cerita-korban-banjir-bandang-jember-terjebak-di-dalam-mobil-yang-hanyut-J1HZfehVF1.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Korban Banjir di Jember (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/11/337/2530245/cerita-korban-banjir-bandang-jember-terjebak-di-dalam-mobil-yang-hanyut-J1HZfehVF1.jpeg</image><title>Korban Banjir di Jember (Foto: Antara)</title></images><description>JEMBER - Banjir bandang selama ini menjadi momok yang menakutkan karena biasanya terjadi kenaikan debit banjir secara cepat sehingga membuat warga tak sempat menyelamatkan benda berharga bahkan sering menimbulkan korban jiwa.

Demikian juga banjir bandang yang menerjang kawasan perumahan di Kelurahan Mangli, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Minggu (9/1) sore dengan ketinggian air merangkak cepat mencapai 130 cm, sehingga banyak warga yang naik ke lantai dua rumahnya dan atap genteng untuk menyelamatkan diri dari terjangan banjir yang sangat deras.

Derasnya banjir bandang yang menerjang di kawasan Perumahan Bumi Mangli Permai Jember menyebabkan sejumlah mobil dan sepeda motor milik warga setempat hanyut terseret hingga ratusan meter.

Dalam sebuah video amatir yang beredar di media sosial, sebuah mobil terseret derasnya banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Permai dan mobil tersebut terhenti setelah menabrak pagar rumah warga.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMC8xLzE0MzczMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Mobil tersebut milik Oky Octavianus, warga Perumahan Mangli Residence yang hendak melihat kondisi rumah orang tuanya yang berada di Perumahan Bumi Mangli Permai karena mendapat kabar bahwa terjadi banjir bandang di wilayah setempat.

Saat ditemui di rumah orang tuanya di Perumahan Bumi Mangli Permai Blok FA-15 pada Senin (10/1), Oky menceritakan dirinya mendengar kabar tentang banjir bandang yang menerjang kawasan Mangli, sehingga setelah pulang bekerja langsung menuju ke rumah orang tuanya untuk menyelamatkan keluarganya.

Saat hendak masuk ke kawasan perumahan, banyak kendaraan yang antre,  sehingga putar balik mencari jalan alternatif lain menuju ke perumahan  karena ketinggian air masih bisa dilalui kendaraannya.

&quot;Saya tetap kepikiran orang tua di rumah, sehingga terus menerobos  banjir yang perlahan-lahan airnya mulai naik hingga sepinggang orang  dewasa dan mobil terseret arus banjir bandang ke dalam perumahan,&quot;  katanya.

Oky berusaha tetap tenang di dalam mobil sambil memikirkan cara  bagaimana keluar saat mobilnya hanyut terbawa banjir bandang yang cukup  deras dan masih sempat menyelamatkan sejumlah barang berharga dan  dokumen penting yang berada di dalam mobilnya.

Ia kemudian berusaha membuka pintu mobil di samping kiri, namun tidak  bisa karena tertahan derasnya banjir bandang yang cukup kuat dan  mobilnya terus hanyut terbawa banjir.

Dobrak Pintu Bagasi

Saat mobilnya terombang ambing arus banjir bandang, Oky berusaha  berpegangan pada sabuk pengaman di bangku belakang dan mendobrak pintu  bagasi mobil dan akhirnya terbuka, sehingga langsung keluar melalui  pintu bagasi tersebut dan menutupnya lagi.

&quot;Cukup lama saya berada di dalam mobil saat hanyut terbawa banjir  bandang yakni sekitar 30 menit, namun saya juga sempat menelpon istri  untuk mengabarkan bahwa saya terjebak dalam mobil yang hanyut,&quot; katanya.

Setelah berhasil keluar dari mobil, Oky berjalan mengikuti arus air  berdasarkan pengalamannya yang pernah mendapat latihan penyelamatan diri  (SAR) saat ikut organisasi pecinta alam waktu masih SMA.

Bapak satu anak itu memang berusaha tidak melawan arus air saat   berjalan menerobos banjir karena hal itu akan membuatnya hanyut dan   tidak terkendali, sehingga di video yang viral itu terlihat ia seperti   mengejar mobilnya yang terbawa arus air, padahal penyintas tersebut   berusaha menyelamatkan diri dengan mengikuti arus banjir bandang.

Ia mencoba meraih apa saja yang ada di sepanjang jalan yang berubah   menjadi sungai dan beruntung ada warga lain di tepi yang berusaha   menggapai tangannya, sehingga berhasil menyelamatkan Oky dari derasnya   arus banjir.

Mobilnya terus terseret banjir bandang dan baru berhenti setelah   menabrak tiang listrik dan sebuah pagar rumah warga hingga menyebabkan   kaca belakang mobilnya pecah dan air masuk ke dalam mobil tersebut.

Oky bersyukur bisa selamat dari terjangan banjir bandang setinggi 1   meter lebih dan mobilnya juga berhasil dievakuasi oleh warga setelah   kondisi air mulai berkurang di kawasan Perumahan Bumi Mangli Permai   Jember.

Istri Oky, Nur Laila Wahyuningtyas mengaku khawatir saat suaminya   menelpon mengabarkan kalau terjebak di dalam mobil yang hanyut terbawa   arus banjir bandang.

Setelah beberapa menit berkomunikasi, tiba-tiba telepon suaminya   terputus, sehingga membuatnya panik dan bergegas menuju ke tempat   suaminya terjebak banjir bandang dalam kondisi masih hujan deras.

Perempuan yang biasa dipanggil Ella itu berusaha masuk ke Perumahan   Bumi Mangli Permai, meskipun sejumlah warga melarangnya karena   ketinggian air mencapai 130 cm, sehingga membahayakan keselamatannya.

Ia berusaha mencari jalan yang tidak tergenang banjir, sehingga nekat   naik ke pagar yang agak tinggi dan melompati selokan menuju ke   perumahan dengan bantuan beberapa warga yang menolongnya melewati pagar   tersebut.

&quot;Saya panik karena tidak ada kabar lagi dari suami. Banjir di   perumahan perlahan-lahan mulai berkurang dan nekat mencari suami saya   dan akhirnya ketemu,&quot; ujarnya.

Empat Mahasiswa

Perjuangan menyelamatkan diri dari terjangan banjir bandang juga    dialami empat mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq    (UIN KHAS) Jember yang menyewa rumah di Perumahan Bumi Mangli Permai    yang nyaris roboh diterjang banjir.

Muhajir menceritakan dinding rumah yang dikontraknya bersama    teman-temannya ambrol, bahkan pagar dan atap samping rumah ambruk    diterjang derasnya banjir bandang, sehingga banyak perabotan yang hanyut    terbawa air.

Dua temannya berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke dinding pagar    karena ketinggian air mencapai 130 cm, namun derasnya banjir bandang    membuat dinding pagar tersebut ambruk, sehingga kedua temannya Yudi  dan   Kholil jatuh tersungkur dan mengalami luka ringan.

Tidak banyak yang bisa diselamatkan oleh mahasiswa UIN KHAS asal    Kabupaten Probolinggo itu, bahkan buku-buku untuk skripsi dan kuliah    juga hanyut dan rusak diterjang banjir bandang.

Ia bersama teman-temannya hanya menyelamatkan telepon genggam dan    laptop, kemudian ditititpkan ke tempat penampungan barang di rumah warga    yang lokasinya agak tinggi, bahkan sepeda motornya sempat terbawa  arus   puluhan meter.

&quot;Kami sangat panik dan hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa    selamat dari terjangan banjir bandang, sehingga tidak memikirkan    barang-barang di dalam rumah,&quot; ujarnya.

Baginya, perjuangan untuk menyelamatkan diri dari banjir bandang    menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi mahasiswa UIN KHAS    Jember yang hidup di perantauan untuk menimba ilmu.

Mahasiswa semester 5 dan 7 tersebut sangat bersyukur bisa selamat    dari banjir bandang yang membuat porak poranda kawasan Perumahan Bumi    Mangli Permai.

Berdasarkan data BPBD Jember, banjir merendam sebanyak 543 rumah    dengan 1.882 jiwa, mengakibatkan satu rumah rusak sedang, dan empat    fasilitas umum rusak terdampak banjir bandang, serta tiga korban    meninggal dunia karena hanyut di sungai (pasangan suami istri) dan satu    orang mengalami kedinginan (hipotermia).

Banjir bandang menerjang tiga kecamatan yakni Kecamatan Kaliwates,    Rambipuji, dan Panti, namun rumah warga yang terendam banjir bandang    hanya di Kecamatan Kaliwates dan Rambipuji, sedangkan di Kecamatan Panti    tercatat tiga korban meninggal dunia.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan penyebab banjir bandang yang    menerjang perumahan di kawasan Kelurahan Mangli karena timbunan sampah    dan adanya pendangkalan sungai, serta sendimen sungai yang tinggi,    sehingga tidak mampu menampung debit air yang banyak hingga meluap ke    permukiman.

Tumpukan sampah di pintu air Sungai Semangir yang menuju perumahan    juga menjadi penyebab tersumbatnya aliran air, sehingga air meluap ke    permukaan.

Ia juga menilai bahwa saluran irigasi Perumahan Bumi Mangli Permai    masih belum tertata rapi yang menjadi penyebab banjir dan hal tersebut    seharusnya menjadi tanggung jawab pengembang perumahan.

Hendy mengimbau kepada seluruh warga Jember untuk senantiasa menjaga    kebersihan di musim hujan, terutama memastikan saluran air tidak    tersumbat dan tidak membuang sampah ke sungai yang dapat berdampak    menjadi sebuah bencana.</description><content:encoded>JEMBER - Banjir bandang selama ini menjadi momok yang menakutkan karena biasanya terjadi kenaikan debit banjir secara cepat sehingga membuat warga tak sempat menyelamatkan benda berharga bahkan sering menimbulkan korban jiwa.

Demikian juga banjir bandang yang menerjang kawasan perumahan di Kelurahan Mangli, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Minggu (9/1) sore dengan ketinggian air merangkak cepat mencapai 130 cm, sehingga banyak warga yang naik ke lantai dua rumahnya dan atap genteng untuk menyelamatkan diri dari terjangan banjir yang sangat deras.

Derasnya banjir bandang yang menerjang di kawasan Perumahan Bumi Mangli Permai Jember menyebabkan sejumlah mobil dan sepeda motor milik warga setempat hanyut terseret hingga ratusan meter.

Dalam sebuah video amatir yang beredar di media sosial, sebuah mobil terseret derasnya banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Permai dan mobil tersebut terhenti setelah menabrak pagar rumah warga.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMC8xLzE0MzczMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Mobil tersebut milik Oky Octavianus, warga Perumahan Mangli Residence yang hendak melihat kondisi rumah orang tuanya yang berada di Perumahan Bumi Mangli Permai karena mendapat kabar bahwa terjadi banjir bandang di wilayah setempat.

Saat ditemui di rumah orang tuanya di Perumahan Bumi Mangli Permai Blok FA-15 pada Senin (10/1), Oky menceritakan dirinya mendengar kabar tentang banjir bandang yang menerjang kawasan Mangli, sehingga setelah pulang bekerja langsung menuju ke rumah orang tuanya untuk menyelamatkan keluarganya.

Saat hendak masuk ke kawasan perumahan, banyak kendaraan yang antre,  sehingga putar balik mencari jalan alternatif lain menuju ke perumahan  karena ketinggian air masih bisa dilalui kendaraannya.

&quot;Saya tetap kepikiran orang tua di rumah, sehingga terus menerobos  banjir yang perlahan-lahan airnya mulai naik hingga sepinggang orang  dewasa dan mobil terseret arus banjir bandang ke dalam perumahan,&quot;  katanya.

Oky berusaha tetap tenang di dalam mobil sambil memikirkan cara  bagaimana keluar saat mobilnya hanyut terbawa banjir bandang yang cukup  deras dan masih sempat menyelamatkan sejumlah barang berharga dan  dokumen penting yang berada di dalam mobilnya.

Ia kemudian berusaha membuka pintu mobil di samping kiri, namun tidak  bisa karena tertahan derasnya banjir bandang yang cukup kuat dan  mobilnya terus hanyut terbawa banjir.

Dobrak Pintu Bagasi

Saat mobilnya terombang ambing arus banjir bandang, Oky berusaha  berpegangan pada sabuk pengaman di bangku belakang dan mendobrak pintu  bagasi mobil dan akhirnya terbuka, sehingga langsung keluar melalui  pintu bagasi tersebut dan menutupnya lagi.

&quot;Cukup lama saya berada di dalam mobil saat hanyut terbawa banjir  bandang yakni sekitar 30 menit, namun saya juga sempat menelpon istri  untuk mengabarkan bahwa saya terjebak dalam mobil yang hanyut,&quot; katanya.

Setelah berhasil keluar dari mobil, Oky berjalan mengikuti arus air  berdasarkan pengalamannya yang pernah mendapat latihan penyelamatan diri  (SAR) saat ikut organisasi pecinta alam waktu masih SMA.

Bapak satu anak itu memang berusaha tidak melawan arus air saat   berjalan menerobos banjir karena hal itu akan membuatnya hanyut dan   tidak terkendali, sehingga di video yang viral itu terlihat ia seperti   mengejar mobilnya yang terbawa arus air, padahal penyintas tersebut   berusaha menyelamatkan diri dengan mengikuti arus banjir bandang.

Ia mencoba meraih apa saja yang ada di sepanjang jalan yang berubah   menjadi sungai dan beruntung ada warga lain di tepi yang berusaha   menggapai tangannya, sehingga berhasil menyelamatkan Oky dari derasnya   arus banjir.

Mobilnya terus terseret banjir bandang dan baru berhenti setelah   menabrak tiang listrik dan sebuah pagar rumah warga hingga menyebabkan   kaca belakang mobilnya pecah dan air masuk ke dalam mobil tersebut.

Oky bersyukur bisa selamat dari terjangan banjir bandang setinggi 1   meter lebih dan mobilnya juga berhasil dievakuasi oleh warga setelah   kondisi air mulai berkurang di kawasan Perumahan Bumi Mangli Permai   Jember.

Istri Oky, Nur Laila Wahyuningtyas mengaku khawatir saat suaminya   menelpon mengabarkan kalau terjebak di dalam mobil yang hanyut terbawa   arus banjir bandang.

Setelah beberapa menit berkomunikasi, tiba-tiba telepon suaminya   terputus, sehingga membuatnya panik dan bergegas menuju ke tempat   suaminya terjebak banjir bandang dalam kondisi masih hujan deras.

Perempuan yang biasa dipanggil Ella itu berusaha masuk ke Perumahan   Bumi Mangli Permai, meskipun sejumlah warga melarangnya karena   ketinggian air mencapai 130 cm, sehingga membahayakan keselamatannya.

Ia berusaha mencari jalan yang tidak tergenang banjir, sehingga nekat   naik ke pagar yang agak tinggi dan melompati selokan menuju ke   perumahan dengan bantuan beberapa warga yang menolongnya melewati pagar   tersebut.

&quot;Saya panik karena tidak ada kabar lagi dari suami. Banjir di   perumahan perlahan-lahan mulai berkurang dan nekat mencari suami saya   dan akhirnya ketemu,&quot; ujarnya.

Empat Mahasiswa

Perjuangan menyelamatkan diri dari terjangan banjir bandang juga    dialami empat mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq    (UIN KHAS) Jember yang menyewa rumah di Perumahan Bumi Mangli Permai    yang nyaris roboh diterjang banjir.

Muhajir menceritakan dinding rumah yang dikontraknya bersama    teman-temannya ambrol, bahkan pagar dan atap samping rumah ambruk    diterjang derasnya banjir bandang, sehingga banyak perabotan yang hanyut    terbawa air.

Dua temannya berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke dinding pagar    karena ketinggian air mencapai 130 cm, namun derasnya banjir bandang    membuat dinding pagar tersebut ambruk, sehingga kedua temannya Yudi  dan   Kholil jatuh tersungkur dan mengalami luka ringan.

Tidak banyak yang bisa diselamatkan oleh mahasiswa UIN KHAS asal    Kabupaten Probolinggo itu, bahkan buku-buku untuk skripsi dan kuliah    juga hanyut dan rusak diterjang banjir bandang.

Ia bersama teman-temannya hanya menyelamatkan telepon genggam dan    laptop, kemudian ditititpkan ke tempat penampungan barang di rumah warga    yang lokasinya agak tinggi, bahkan sepeda motornya sempat terbawa  arus   puluhan meter.

&quot;Kami sangat panik dan hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa    selamat dari terjangan banjir bandang, sehingga tidak memikirkan    barang-barang di dalam rumah,&quot; ujarnya.

Baginya, perjuangan untuk menyelamatkan diri dari banjir bandang    menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi mahasiswa UIN KHAS    Jember yang hidup di perantauan untuk menimba ilmu.

Mahasiswa semester 5 dan 7 tersebut sangat bersyukur bisa selamat    dari banjir bandang yang membuat porak poranda kawasan Perumahan Bumi    Mangli Permai.

Berdasarkan data BPBD Jember, banjir merendam sebanyak 543 rumah    dengan 1.882 jiwa, mengakibatkan satu rumah rusak sedang, dan empat    fasilitas umum rusak terdampak banjir bandang, serta tiga korban    meninggal dunia karena hanyut di sungai (pasangan suami istri) dan satu    orang mengalami kedinginan (hipotermia).

Banjir bandang menerjang tiga kecamatan yakni Kecamatan Kaliwates,    Rambipuji, dan Panti, namun rumah warga yang terendam banjir bandang    hanya di Kecamatan Kaliwates dan Rambipuji, sedangkan di Kecamatan Panti    tercatat tiga korban meninggal dunia.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan penyebab banjir bandang yang    menerjang perumahan di kawasan Kelurahan Mangli karena timbunan sampah    dan adanya pendangkalan sungai, serta sendimen sungai yang tinggi,    sehingga tidak mampu menampung debit air yang banyak hingga meluap ke    permukiman.

Tumpukan sampah di pintu air Sungai Semangir yang menuju perumahan    juga menjadi penyebab tersumbatnya aliran air, sehingga air meluap ke    permukaan.

Ia juga menilai bahwa saluran irigasi Perumahan Bumi Mangli Permai    masih belum tertata rapi yang menjadi penyebab banjir dan hal tersebut    seharusnya menjadi tanggung jawab pengembang perumahan.

Hendy mengimbau kepada seluruh warga Jember untuk senantiasa menjaga    kebersihan di musim hujan, terutama memastikan saluran air tidak    tersumbat dan tidak membuang sampah ke sungai yang dapat berdampak    menjadi sebuah bencana.</content:encoded></item></channel></rss>
