<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertambah Lagi, Total Varian Omicron di Tanah Air Menjadi 506 Kasus</title><description>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mencatat penambahan konfirmasi Omicron di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/12/337/2530908/bertambah-lagi-total-varian-omicron-di-tanah-air-menjadi-506-kasus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/12/337/2530908/bertambah-lagi-total-varian-omicron-di-tanah-air-menjadi-506-kasus"/><item><title>Bertambah Lagi, Total Varian Omicron di Tanah Air Menjadi 506 Kasus</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/12/337/2530908/bertambah-lagi-total-varian-omicron-di-tanah-air-menjadi-506-kasus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/12/337/2530908/bertambah-lagi-total-varian-omicron-di-tanah-air-menjadi-506-kasus</guid><pubDate>Rabu 12 Januari 2022 10:14 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/12/337/2530908/bertambah-lagi-total-varian-omicron-di-tanah-air-menjadi-506-kasus-LaYDaJ6dEU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/12/337/2530908/bertambah-lagi-total-varian-omicron-di-tanah-air-menjadi-506-kasus-LaYDaJ6dEU.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mencatat penambahan konfirmasi Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Hingga Senin 10 Januari terjadi penambahan 92 kasus konfirmasi, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 506 kasus.
&quot;Penambahan kasus masih didominasi oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), dimana dari 506 kasus konfirmasi Omicron, 84 kasus merupakan transmisi lokal,&quot; ucap Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/01/2021).
Selain kasus Konfirmasi, angka probable Omicron juga terus mengalami peningkatan. Hingga Senin 10 Januari Terdeteksi sebanyak 1.384 probable Omicron yang didapatkan dari S-gene target failure (SGTF).
&amp;ldquo;Kalau kita perhatikan, juga terlihat peningkatan yang signifikan dari angka kasus harian dimana dari se jumlah 454 menjadi 802, naik hampir dua kali lipat,&quot; ujarnya.
Nadia mengungkapkan masyarakat harus bersiap menghadapi gelombang Omicron, mengingat karakteristik Omicron yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat.



&amp;ldquo;Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi omicron cenderung mengalami peningkatan, dari pemeriksaan SGTF, kasus probable omicron pada PPLN cenderung meningkat, hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi,&quot; ucapnya.
Namun, dilihat dari tingkat keparahan, mayoritas kasus Omicron tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan. Sehingga tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit.
Untuk itu, lanjut  Nadia, pihaknya akan menggencarkan telemedicine yang didedikasikan bagi pasien yang melakukan isolasi di rumah.&amp;ldquo;Kami bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan  jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi  pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah, agar penanganan  pasien dapat dilakukan seluas dan seefektif mungkin,&quot; terangnya.
Selain itu dari sisi teurapetik, Kemenkes juga akan menyertakan  penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien COVID-19  dengan gejala ringan.
Dari sisi Tracing, tambah dr Nadia akan dilakukan penemuan kasus  aktif dengan meningkatkan tracing menjadi lebih dari 30 per kasus  positif. Selain itu juga akan dilakukan pemeriksaan whole genome  squencing (WGS) pada level komunitas dengan target 1.700 sampai 2.000  WGS setiap bulan nya.
dr. Nadia menambahkan, pemerintah juga memulai vaksinasi booster  COVID-19 bagi kelompok usia 18 tahun ke atas, untuk mempertahankan  tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan dari COVID-19  termasuk Omicron</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mencatat penambahan konfirmasi Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Hingga Senin 10 Januari terjadi penambahan 92 kasus konfirmasi, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 506 kasus.
&quot;Penambahan kasus masih didominasi oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), dimana dari 506 kasus konfirmasi Omicron, 84 kasus merupakan transmisi lokal,&quot; ucap Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/01/2021).
Selain kasus Konfirmasi, angka probable Omicron juga terus mengalami peningkatan. Hingga Senin 10 Januari Terdeteksi sebanyak 1.384 probable Omicron yang didapatkan dari S-gene target failure (SGTF).
&amp;ldquo;Kalau kita perhatikan, juga terlihat peningkatan yang signifikan dari angka kasus harian dimana dari se jumlah 454 menjadi 802, naik hampir dua kali lipat,&quot; ujarnya.
Nadia mengungkapkan masyarakat harus bersiap menghadapi gelombang Omicron, mengingat karakteristik Omicron yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat.



&amp;ldquo;Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi omicron cenderung mengalami peningkatan, dari pemeriksaan SGTF, kasus probable omicron pada PPLN cenderung meningkat, hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi,&quot; ucapnya.
Namun, dilihat dari tingkat keparahan, mayoritas kasus Omicron tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan. Sehingga tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit.
Untuk itu, lanjut  Nadia, pihaknya akan menggencarkan telemedicine yang didedikasikan bagi pasien yang melakukan isolasi di rumah.&amp;ldquo;Kami bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan  jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi  pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah, agar penanganan  pasien dapat dilakukan seluas dan seefektif mungkin,&quot; terangnya.
Selain itu dari sisi teurapetik, Kemenkes juga akan menyertakan  penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien COVID-19  dengan gejala ringan.
Dari sisi Tracing, tambah dr Nadia akan dilakukan penemuan kasus  aktif dengan meningkatkan tracing menjadi lebih dari 30 per kasus  positif. Selain itu juga akan dilakukan pemeriksaan whole genome  squencing (WGS) pada level komunitas dengan target 1.700 sampai 2.000  WGS setiap bulan nya.
dr. Nadia menambahkan, pemerintah juga memulai vaksinasi booster  COVID-19 bagi kelompok usia 18 tahun ke atas, untuk mempertahankan  tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan dari COVID-19  termasuk Omicron</content:encoded></item></channel></rss>
