<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalan Desa Rusak, Ibu yang Akan Melahirkan Ditandu Kain Sarung Sejauh 3 Km</title><description>Pemandangan seperti ini sudah lazim dilakukan warga</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/12/337/2530945/jalan-desa-rusak-ibu-yang-akan-melahirkan-ditandu-kain-sarung-sejauh-3-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/12/337/2530945/jalan-desa-rusak-ibu-yang-akan-melahirkan-ditandu-kain-sarung-sejauh-3-km"/><item><title>Jalan Desa Rusak, Ibu yang Akan Melahirkan Ditandu Kain Sarung Sejauh 3 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/12/337/2530945/jalan-desa-rusak-ibu-yang-akan-melahirkan-ditandu-kain-sarung-sejauh-3-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/12/337/2530945/jalan-desa-rusak-ibu-yang-akan-melahirkan-ditandu-kain-sarung-sejauh-3-km</guid><pubDate>Rabu 12 Januari 2022 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Iskandar Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/12/337/2530945/jalan-desa-rusak-ibu-yang-akan-melahirkan-ditandu-kain-sarung-sejauh-3-km-wzhBmWqEcV.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ibu Muda terpaksa ditandu karena jalan rusak (Foto: iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/12/337/2530945/jalan-desa-rusak-ibu-yang-akan-melahirkan-ditandu-kain-sarung-sejauh-3-km-wzhBmWqEcV.JPG</image><title>Ibu Muda terpaksa ditandu karena jalan rusak (Foto: iNews)</title></images><description>BANTEN - Seorang ibu hamil, di Pandeglang, Banten, terpaksa harus ditandu sejauh lebih dari tiga kilometer, dengan kain sarung saat akan dibawa ke puskesmas, untuk melahirkan.

Hal tersebut disebabkan jalan desa tidak bisa dilalui ambulan dan petugas. Beruntung ibu dan sang bayi berhasil selamat.

Warga Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, tampak berbondong menyelamatkan nyawa seorang ibu yang hendak melahirkan.

Seorang wanita yang tengah hamil tua, bernama Karsih (18), terpaksa harus ditandu warga dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer lebih, untuk sampai ke sebuah mobil ambulan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMi8xLzE0MzgwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Pemandangan seperti ini sudah lazim dilakukan warga, jika ada warga mereka yang sakit dan hendak melahirkan dan harus segera dibawa ke puskesmas. Warga terpaksa membuat tandu dari batang bambu dan kain sarung untuk membawa pasien.

Jalan rusak yang sudah berpuluh-puluh tahun tak pernah di bangun, membuat mobil ambulan kesulitan untuk mengakses jalan desa.

Menurut salah seorang petugas medis di puskesmas setempat, pasien tersebut terpaksa harus ditandu ke mobil ambulan karena mobil tersebut tidak bisa masuk ke pemukiman warga.

&quot;Beruntung ibu muda tersebut berhasil selamat melahirkan anak  pertamanya, seorang anak laki-laki secara normal,&quot; jelas petugas medis  puskesmas, Angga Permana.

Warga berharap pemerintah pusat mau membantu daerah mereka untuk  membangun jalan di desa mereka. Meski sudah berganti beberapa kali  bupati dan gubernur namun jalan desa mereka tetap saja tidak pernah  diperbaiki.

Padahal setiap musim pilkada, pemilihan calon legislatif dan  pemilihan gubernur, desa ini selalu dikunjungi para calon dan berjanji  akan membangun jalan di desa tersebut.

</description><content:encoded>BANTEN - Seorang ibu hamil, di Pandeglang, Banten, terpaksa harus ditandu sejauh lebih dari tiga kilometer, dengan kain sarung saat akan dibawa ke puskesmas, untuk melahirkan.

Hal tersebut disebabkan jalan desa tidak bisa dilalui ambulan dan petugas. Beruntung ibu dan sang bayi berhasil selamat.

Warga Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, tampak berbondong menyelamatkan nyawa seorang ibu yang hendak melahirkan.

Seorang wanita yang tengah hamil tua, bernama Karsih (18), terpaksa harus ditandu warga dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer lebih, untuk sampai ke sebuah mobil ambulan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMi8xLzE0MzgwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Pemandangan seperti ini sudah lazim dilakukan warga, jika ada warga mereka yang sakit dan hendak melahirkan dan harus segera dibawa ke puskesmas. Warga terpaksa membuat tandu dari batang bambu dan kain sarung untuk membawa pasien.

Jalan rusak yang sudah berpuluh-puluh tahun tak pernah di bangun, membuat mobil ambulan kesulitan untuk mengakses jalan desa.

Menurut salah seorang petugas medis di puskesmas setempat, pasien tersebut terpaksa harus ditandu ke mobil ambulan karena mobil tersebut tidak bisa masuk ke pemukiman warga.

&quot;Beruntung ibu muda tersebut berhasil selamat melahirkan anak  pertamanya, seorang anak laki-laki secara normal,&quot; jelas petugas medis  puskesmas, Angga Permana.

Warga berharap pemerintah pusat mau membantu daerah mereka untuk  membangun jalan di desa mereka. Meski sudah berganti beberapa kali  bupati dan gubernur namun jalan desa mereka tetap saja tidak pernah  diperbaiki.

Padahal setiap musim pilkada, pemilihan calon legislatif dan  pemilihan gubernur, desa ini selalu dikunjungi para calon dan berjanji  akan membangun jalan di desa tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
