<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OTT KPK di Penajam Paser Utara, Sejumlah Orang Akan Dibawa ke Jakarta   </title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, beberapa orang yang diamankan terkait operasi tangkap tangan</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/13/337/2531492/ott-kpk-di-penajam-paser-utara-sejumlah-orang-akan-dibawa-ke-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/13/337/2531492/ott-kpk-di-penajam-paser-utara-sejumlah-orang-akan-dibawa-ke-jakarta"/><item><title>OTT KPK di Penajam Paser Utara, Sejumlah Orang Akan Dibawa ke Jakarta   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/13/337/2531492/ott-kpk-di-penajam-paser-utara-sejumlah-orang-akan-dibawa-ke-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/13/337/2531492/ott-kpk-di-penajam-paser-utara-sejumlah-orang-akan-dibawa-ke-jakarta</guid><pubDate>Kamis 13 Januari 2022 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/13/337/2531492/ott-kpk-di-penajam-paser-utara-sejumlah-orang-akan-dibawa-ke-jakarta-uLOtypGrc4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/13/337/2531492/ott-kpk-di-penajam-paser-utara-sejumlah-orang-akan-dibawa-ke-jakarta-uLOtypGrc4.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, beberapa orang yang diamankan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini menjalani pemeriksaan di Mapolda Kaltim.
&quot;Beberapa pihak yang ditangkap di Kaltim dilakukan pemeriksaan tim KPK di Mapolda Kaltim di Balikpapan,&quot; ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (13/1/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Abdul Gafur Mas'ud, Bupati Sekaligus Pengusaha Muda yang Terjaring OTT KPK&amp;nbsp;
Rencananya, kata Ali, beberapa pihak yang diperiksa di Mapolda Kaltim itu bakal diterbangkan ke Jakarta pada siang ini.
&quot;Setelahnya, siang ini direncanakan segera dibawa ke gedung KPK di Jakarta,&quot; kata Ali.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketua KPK Benarkan Tangkap Bupati Penajam Paser Utara&amp;nbsp;
Sebelumnya, Ali mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengamankan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud (AGM) di Jakarta saat operasi tangkap tangan (OTT) berlangsung.
&quot;Yang bersangkutan ditangkap di Jakarta beserta beberapa pihak lainnya,&quot; kata Ali.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMy8xLzE0Mzg1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan bahwa selain Bupati Penajam Paser Utara dan beberapa orang turut diamankan juga sejumlah uang.
&quot;(Diamankan) ada orang dan uang. Berapa dan siapa tunggu dulu masih diperiksa,&quot; kata Ghufron.
Ghufron mengungkapkan bahwa operasi senyap tersebut terkait dengan dugaan penerimaan suap dan juga gratifikasi.
&quot;Atas dugaan penerimaan suap dan/ gratifikasi,&quot; kata Ghufron.
Ghufron mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
&quot;Karena itu kami minta masyarakat bersabar dan memberi kesempatan kepada tim KPK untuk bekerja menyelidik kasus ini, selanjutnya nanti akan kami infokan secara lebih komprehensif,&quot; kata Ghufron.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, beberapa orang yang diamankan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini menjalani pemeriksaan di Mapolda Kaltim.
&quot;Beberapa pihak yang ditangkap di Kaltim dilakukan pemeriksaan tim KPK di Mapolda Kaltim di Balikpapan,&quot; ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (13/1/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Abdul Gafur Mas'ud, Bupati Sekaligus Pengusaha Muda yang Terjaring OTT KPK&amp;nbsp;
Rencananya, kata Ali, beberapa pihak yang diperiksa di Mapolda Kaltim itu bakal diterbangkan ke Jakarta pada siang ini.
&quot;Setelahnya, siang ini direncanakan segera dibawa ke gedung KPK di Jakarta,&quot; kata Ali.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketua KPK Benarkan Tangkap Bupati Penajam Paser Utara&amp;nbsp;
Sebelumnya, Ali mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengamankan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud (AGM) di Jakarta saat operasi tangkap tangan (OTT) berlangsung.
&quot;Yang bersangkutan ditangkap di Jakarta beserta beberapa pihak lainnya,&quot; kata Ali.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMy8xLzE0Mzg1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan bahwa selain Bupati Penajam Paser Utara dan beberapa orang turut diamankan juga sejumlah uang.
&quot;(Diamankan) ada orang dan uang. Berapa dan siapa tunggu dulu masih diperiksa,&quot; kata Ghufron.
Ghufron mengungkapkan bahwa operasi senyap tersebut terkait dengan dugaan penerimaan suap dan juga gratifikasi.
&quot;Atas dugaan penerimaan suap dan/ gratifikasi,&quot; kata Ghufron.
Ghufron mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
&quot;Karena itu kami minta masyarakat bersabar dan memberi kesempatan kepada tim KPK untuk bekerja menyelidik kasus ini, selanjutnya nanti akan kami infokan secara lebih komprehensif,&quot; kata Ghufron.</content:encoded></item></channel></rss>
