<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien Karantina Covid-19 Nantinya Akan Diberi Gelang Chip Agak Tak Kabur</title><description>Pemerintah sedang mengkaji adanya penggunaan gelang yang mengandung chip untuk memonitor orang yang sedang melakukan karantina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/15/337/2532684/pasien-karantina-covid-19-nantinya-akan-diberi-gelang-chip-agak-tak-kabur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/15/337/2532684/pasien-karantina-covid-19-nantinya-akan-diberi-gelang-chip-agak-tak-kabur"/><item><title>Pasien Karantina Covid-19 Nantinya Akan Diberi Gelang Chip Agak Tak Kabur</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/15/337/2532684/pasien-karantina-covid-19-nantinya-akan-diberi-gelang-chip-agak-tak-kabur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/15/337/2532684/pasien-karantina-covid-19-nantinya-akan-diberi-gelang-chip-agak-tak-kabur</guid><pubDate>Sabtu 15 Januari 2022 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/15/337/2532684/pasien-karantina-covid-19-nantinya-akan-diberi-gelang-chip-agak-tak-kabur-mZPGoaaaA8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/15/337/2532684/pasien-karantina-covid-19-nantinya-akan-diberi-gelang-chip-agak-tak-kabur-mZPGoaaaA8.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 tengah menggodok kebijakan penggunaan gelang mengandung chip untuk memonitor orang yang tengah dalam masa karantina. Hal itu disebabkan karena sejumlah kasus orang yang kabur dari karantina makin banyak.

Kepala Sub Bidang Tracing Satgas Penanganan Covid-19 Koesmedi Priharto mengatakan, dengan berlangsungnya pandemi Covid-19 yang sudah mencapin waktu 2 tahun, dengan sejumlah permasalahan karantina, pihaknya sedang mengkaji adanya penggunaan gelang yang mengandung chip untuk memonitor orang yang sedang melakukan karantina.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMi81LzE0MzgwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Tentunya kita harus mulai berpikir yang tepat ya. Setelah dua tahun lebih kita menjalani semuanya, bahwa wabah itu kan kuncinya menemukan kasus secepatnya dan melakukan karantina, mencegah penularan ke mana-mana,&quot; kata Koesmedi daalam dialog MNC Trijaya, Sabtu (15/1/2022).

Di tengah pentingnya karantina untuk menekan laju penyebaran Covid, masih saja selalu muncul permasalahan. Atas dasar hal itu jajarannya tengah merancang sistem karantina termasuk rencana pemasangan gelang yang memiliki chip. .

&quot;Nah, masalah karantina itu selalu menjadi masalah, apapun juga  bentuknya ada di sana, bisa dari orangnya, bisa sanak saudaranya, bisa  temannya, bisa keluarganya, semua menjadi masalah di tempat itu,&quot;  jelasnya.

Saat ini pihaknya sedang mencari informasi terkait kajian penggunaan  gelang yang terdapat chip untuk memonitor orang yang dikarantina. Dia  melakukan hal itu agar karantina itu bisa diterima dengan nyaman, kita  pun petugas bisa memonitor semuanya dengan baik, ini yang harus kita  ciptakan.

&quot;Orang ini ada di mana, posisinya seperti apa, itu kan kita bisa  lihat karena teknologi sangat memungkinkan saat ini. Kita sedang mencari  informasi ke teman-teman kita hal-hal tersebut,&quot; imbuhnya.

Dia menyebut terjadi kelemahan pada aplikasi Pedulilindungi yang  berada di handphone. Pengguna dapat meninggalkan handphone kemudian  pergi. &quot;Dia pergi ke mana-mana, kita enggak bisa monitor dia. Berbeda  kalau chip dipasang di badan orang itu sendiri,&quot; ungkapnya

</description><content:encoded>JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 tengah menggodok kebijakan penggunaan gelang mengandung chip untuk memonitor orang yang tengah dalam masa karantina. Hal itu disebabkan karena sejumlah kasus orang yang kabur dari karantina makin banyak.

Kepala Sub Bidang Tracing Satgas Penanganan Covid-19 Koesmedi Priharto mengatakan, dengan berlangsungnya pandemi Covid-19 yang sudah mencapin waktu 2 tahun, dengan sejumlah permasalahan karantina, pihaknya sedang mengkaji adanya penggunaan gelang yang mengandung chip untuk memonitor orang yang sedang melakukan karantina.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMi81LzE0MzgwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Tentunya kita harus mulai berpikir yang tepat ya. Setelah dua tahun lebih kita menjalani semuanya, bahwa wabah itu kan kuncinya menemukan kasus secepatnya dan melakukan karantina, mencegah penularan ke mana-mana,&quot; kata Koesmedi daalam dialog MNC Trijaya, Sabtu (15/1/2022).

Di tengah pentingnya karantina untuk menekan laju penyebaran Covid, masih saja selalu muncul permasalahan. Atas dasar hal itu jajarannya tengah merancang sistem karantina termasuk rencana pemasangan gelang yang memiliki chip. .

&quot;Nah, masalah karantina itu selalu menjadi masalah, apapun juga  bentuknya ada di sana, bisa dari orangnya, bisa sanak saudaranya, bisa  temannya, bisa keluarganya, semua menjadi masalah di tempat itu,&quot;  jelasnya.

Saat ini pihaknya sedang mencari informasi terkait kajian penggunaan  gelang yang terdapat chip untuk memonitor orang yang dikarantina. Dia  melakukan hal itu agar karantina itu bisa diterima dengan nyaman, kita  pun petugas bisa memonitor semuanya dengan baik, ini yang harus kita  ciptakan.

&quot;Orang ini ada di mana, posisinya seperti apa, itu kan kita bisa  lihat karena teknologi sangat memungkinkan saat ini. Kita sedang mencari  informasi ke teman-teman kita hal-hal tersebut,&quot; imbuhnya.

Dia menyebut terjadi kelemahan pada aplikasi Pedulilindungi yang  berada di handphone. Pengguna dapat meninggalkan handphone kemudian  pergi. &quot;Dia pergi ke mana-mana, kita enggak bisa monitor dia. Berbeda  kalau chip dipasang di badan orang itu sendiri,&quot; ungkapnya

</content:encoded></item></channel></rss>
