<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelajar Senang Bisa Belajar Tatap Muka, Kapolri: Fokus Gapai Cita-Cita</title><description>Kapolri Sigit menyempatkan untuk berdialog dengan para siswa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/15/337/2532692/pelajar-senang-bisa-belajar-tatap-muka-kapolri-fokus-gapai-cita-cita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/15/337/2532692/pelajar-senang-bisa-belajar-tatap-muka-kapolri-fokus-gapai-cita-cita"/><item><title>Pelajar Senang Bisa Belajar Tatap Muka, Kapolri: Fokus Gapai Cita-Cita</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/15/337/2532692/pelajar-senang-bisa-belajar-tatap-muka-kapolri-fokus-gapai-cita-cita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/15/337/2532692/pelajar-senang-bisa-belajar-tatap-muka-kapolri-fokus-gapai-cita-cita</guid><pubDate>Sabtu 15 Januari 2022 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/15/337/2532692/pelajar-senang-bisa-belajar-tatap-muka-kapolri-fokus-gapai-cita-cita-pLrQTt2rAC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri tinjau pelaksanaan PTM di Bali (Foto: Polri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/15/337/2532692/pelajar-senang-bisa-belajar-tatap-muka-kapolri-fokus-gapai-cita-cita-pLrQTt2rAC.jpg</image><title>Kapolri tinjau pelaksanaan PTM di Bali (Foto: Polri)</title></images><description>BALI - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melihat penerapan penegakan protokol kesehatan (prokes) proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP Kristen 1 Harapan, Kota Denpasar, Bali. Hal itu dilakukan untuk memastikan, para siswa dan pengajar terlindungi dari paparan Covid-19 serta tidak terjadi transmisi saat kembali ke keluarga.

Dalam tinjauannya, Sigit menyempatkan untuk berdialog dengan para siswa. Ia mendengarkan perasaan siswa tersebut terkait dengan kebijakan pembelajaran tatap muka.

Sigit mendengarkan secara langsung bahwa pelajar tersebut merasa senang bisa kembali mengenyam bangku pendidikan dengan hadir secara fisik. Alasannya karena suasana belajar lebih baik dan dapat bertemu dengan kawan-kawan lainnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMS8xLzE0Mzc3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Semuanya sehat ya, bagaimana perasaannya bisa langsung tatap muka,&quot; tanya Sigit di dalam ruangan kelas SMP Kristen 1 Harapan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (15/1/2022).

&quot;Senang sekali pak. Karena belajar dan ketemu teman-teman,&quot; jawab serempak para siswa SMP tersebut di hadapan Kapolri dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Pada kesempatan itu, Sigit juga merasa bahagia, bahwa para pelajar SMP tersebut telah melaksanakan vaksinasi dosis II. Menurutnya, hal itu mencegah kekhawatiran terjadinya penyebaran virus corona.

&quot;Semua sehat ya, sudah vaksin dua kali atau satu kali,&quot; kata Sigit.

&quot;Sudah vaksin dua kali, pak,&quot; ujar pelajar SMP yang disambut dengan tepuk tangan.

Tak lupa, Sigit mengingatkan kepada para pelajar yang merupakan  generasi penerus bangsa, untuk terus menjadikan momentum pelaksanaan  pembelajaran tatap muka ini sebagai semangat dan keseriusan untuk meraih  pendidikan yang lebih baik lagi. Agar cita-cita para siswa dapat  terwujud.

&quot;Semua cita-cita kalian bagus yang penting fokus belajarnya untuk  bisa menggapai cita-cita, biar bisa menjadi kebanggaan keluarga, orang  tua. Selamat belajar semuanya,&quot; ujar mantan Kapolda Banten itu.

Terkait PTM, Sigit sebelumnya telah memaparkan soal syarat wajib  untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia soal pembelajaran tatap  muka secara langsung. Menurut Sigit, setidaknya ada dua yang harus  dipenuhi untuk mengimplementasikan kebijakan itu, yakni, target  vaksinasi masyarakat umum harus 70 persen dan kelompok lanjut usia  (lansia) wajib 60 persen.

&quot;Pemerintah saat ini telah memberikan kebijakan PTM 100 persen,  dimana tentunya untuk melaksanakan PTM 100 persen dan vaksinasi anak,  maka target pencapaian vaksinasi masyarakat umum 70 persen dan lansia 60  persen harus terpenuhi,&quot; ucap Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan, proses belajar mengajar  anak secara tatap muka langsung merupakan hal yang sangat penting.  Mengingat, hampir dua tahun semenjak Pandemi Covid-19, generasi bangsa  kehilangan momentum tersebut.

Namun disisi lain, Sigit menyatakan, guna mewujudkan pembelajaran  secara tatap muka langsung, harus ada jaminan kesehatan dan imunitas  terhadap anak dari bahaya paparan virus corona. Salah satunya adalah  dengan memberikan suntikan vaksin.

Penguatan imunitas terhadap anak, kata Sigit juga akan memberikan  jaminan kesehatan kepada orang tua dan orang-orang yang ada di dalam  lingkungan keluarganya. Sehingga, tidak perlu ada rasa khawatir  munculnya klaster keluarga ketika PTM 100 persen diberlakukan.

&quot;Kita ingin anak-anak kita segera melaksanakan tatap muka. Namun  disisi lain, kita harus yakin anak-anak kita sudah dibekali vaksinasi  atau imunisasi. Sehingga memiliki imunitas dan kekebalan. Sehingga saat  melaksanakan aktivitas aman tidak menjadi carrier karena saat kembali  biasanya bertemu orang tua, nenek atau kakek. Dan juga memiliki posisi  rentan apabila tidak diberikan imunisasi atau vaksinasi,&quot; tutup Sigit.</description><content:encoded>BALI - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melihat penerapan penegakan protokol kesehatan (prokes) proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP Kristen 1 Harapan, Kota Denpasar, Bali. Hal itu dilakukan untuk memastikan, para siswa dan pengajar terlindungi dari paparan Covid-19 serta tidak terjadi transmisi saat kembali ke keluarga.

Dalam tinjauannya, Sigit menyempatkan untuk berdialog dengan para siswa. Ia mendengarkan perasaan siswa tersebut terkait dengan kebijakan pembelajaran tatap muka.

Sigit mendengarkan secara langsung bahwa pelajar tersebut merasa senang bisa kembali mengenyam bangku pendidikan dengan hadir secara fisik. Alasannya karena suasana belajar lebih baik dan dapat bertemu dengan kawan-kawan lainnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8xMS8xLzE0Mzc3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Semuanya sehat ya, bagaimana perasaannya bisa langsung tatap muka,&quot; tanya Sigit di dalam ruangan kelas SMP Kristen 1 Harapan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (15/1/2022).

&quot;Senang sekali pak. Karena belajar dan ketemu teman-teman,&quot; jawab serempak para siswa SMP tersebut di hadapan Kapolri dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Pada kesempatan itu, Sigit juga merasa bahagia, bahwa para pelajar SMP tersebut telah melaksanakan vaksinasi dosis II. Menurutnya, hal itu mencegah kekhawatiran terjadinya penyebaran virus corona.

&quot;Semua sehat ya, sudah vaksin dua kali atau satu kali,&quot; kata Sigit.

&quot;Sudah vaksin dua kali, pak,&quot; ujar pelajar SMP yang disambut dengan tepuk tangan.

Tak lupa, Sigit mengingatkan kepada para pelajar yang merupakan  generasi penerus bangsa, untuk terus menjadikan momentum pelaksanaan  pembelajaran tatap muka ini sebagai semangat dan keseriusan untuk meraih  pendidikan yang lebih baik lagi. Agar cita-cita para siswa dapat  terwujud.

&quot;Semua cita-cita kalian bagus yang penting fokus belajarnya untuk  bisa menggapai cita-cita, biar bisa menjadi kebanggaan keluarga, orang  tua. Selamat belajar semuanya,&quot; ujar mantan Kapolda Banten itu.

Terkait PTM, Sigit sebelumnya telah memaparkan soal syarat wajib  untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia soal pembelajaran tatap  muka secara langsung. Menurut Sigit, setidaknya ada dua yang harus  dipenuhi untuk mengimplementasikan kebijakan itu, yakni, target  vaksinasi masyarakat umum harus 70 persen dan kelompok lanjut usia  (lansia) wajib 60 persen.

&quot;Pemerintah saat ini telah memberikan kebijakan PTM 100 persen,  dimana tentunya untuk melaksanakan PTM 100 persen dan vaksinasi anak,  maka target pencapaian vaksinasi masyarakat umum 70 persen dan lansia 60  persen harus terpenuhi,&quot; ucap Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan, proses belajar mengajar  anak secara tatap muka langsung merupakan hal yang sangat penting.  Mengingat, hampir dua tahun semenjak Pandemi Covid-19, generasi bangsa  kehilangan momentum tersebut.

Namun disisi lain, Sigit menyatakan, guna mewujudkan pembelajaran  secara tatap muka langsung, harus ada jaminan kesehatan dan imunitas  terhadap anak dari bahaya paparan virus corona. Salah satunya adalah  dengan memberikan suntikan vaksin.

Penguatan imunitas terhadap anak, kata Sigit juga akan memberikan  jaminan kesehatan kepada orang tua dan orang-orang yang ada di dalam  lingkungan keluarganya. Sehingga, tidak perlu ada rasa khawatir  munculnya klaster keluarga ketika PTM 100 persen diberlakukan.

&quot;Kita ingin anak-anak kita segera melaksanakan tatap muka. Namun  disisi lain, kita harus yakin anak-anak kita sudah dibekali vaksinasi  atau imunisasi. Sehingga memiliki imunitas dan kekebalan. Sehingga saat  melaksanakan aktivitas aman tidak menjadi carrier karena saat kembali  biasanya bertemu orang tua, nenek atau kakek. Dan juga memiliki posisi  rentan apabila tidak diberikan imunisasi atau vaksinasi,&quot; tutup Sigit.</content:encoded></item></channel></rss>
