<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puncak Kasus Omicron Diprediksi Bulan Februari, Luhut: WFO Tidak Perlu 100 Persen</title><description>Luhut memastikan bahwa pemerintah akan melakukan berbagai langkah untuk mencegah tingginya laju kasus Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/16/337/2533053/puncak-kasus-omicron-diprediksi-bulan-februari-luhut-wfo-tidak-perlu-100-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/16/337/2533053/puncak-kasus-omicron-diprediksi-bulan-februari-luhut-wfo-tidak-perlu-100-persen"/><item><title>Puncak Kasus Omicron Diprediksi Bulan Februari, Luhut: WFO Tidak Perlu 100 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/16/337/2533053/puncak-kasus-omicron-diprediksi-bulan-februari-luhut-wfo-tidak-perlu-100-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/16/337/2533053/puncak-kasus-omicron-diprediksi-bulan-februari-luhut-wfo-tidak-perlu-100-persen</guid><pubDate>Minggu 16 Januari 2022 18:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/16/337/2533053/puncak-kasus-omicron-diprediksi-bulan-februari-luhut-wfo-tidak-perlu-100-persen-QiQ1N8A2WC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: freepik</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/16/337/2533053/puncak-kasus-omicron-diprediksi-bulan-februari-luhut-wfo-tidak-perlu-100-persen-QiQ1N8A2WC.jpg</image><title>ilustrasi: freepik</title></images><description>JAKARTA- Merujuk perkembangan kasus omicron di Afrika Selatan, Indonesia akan mengalami puncaknya di bulan Februari mendatang.
(Baca juga: Omicron Mengganas! Level PPKM Akan Berubah Setiap Minggu)
Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa pemerintah akan melakukan berbagai langkah untuk mencegah tingginya laju kasus Covid-19.
&amp;ldquo;Puncak gelombang omicron diperkirakan  terjadi pada pertengahan pada pertengahan Februari dan awal Maret ini. Namun pemerintah akan melakukan berbagai langkah mitigasi agar peningkatan kasus yg terjadi lebih landai dibandingkan negara lain sehingga tidak membebani sistem kesehatan kita,&amp;rdquo; ujar Luhur dalam konferensi persnya, Minggu (16/1/2022).
(Baca juga: Breaking News! Kasus Positif Covid-19 Bertambah 855 Pasien)
Dikatakan dia, langkah-langkah yang diambil salah satunya adalah penegakan protokol kesehatan. Selain itu juga akselerasi vaksinasi.
Luhut melanjutkan, bahwa pengetatan mobilitas akan menjadi opsi terakhir. Namun begitu dia mengimbau kegiatan di perkantoran atau work from office (WFO) tidak perlu mencapai 100%.&amp;ldquo;Tapi kami mengimbau kalau di kantor tidak perlu 100%, ya tidak usah 100% yang hadir. Jadi diatur saja melihat situasinya. Apakah dibikin 75% untuk dua minggu kedepan. Itu saya kira bisa dilakukan asesmen oleh kantor masing-masing. Khususnya kantor kalau industri tidak ada masalah,&amp;rdquo; tutup Luhut.

</description><content:encoded>JAKARTA- Merujuk perkembangan kasus omicron di Afrika Selatan, Indonesia akan mengalami puncaknya di bulan Februari mendatang.
(Baca juga: Omicron Mengganas! Level PPKM Akan Berubah Setiap Minggu)
Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa pemerintah akan melakukan berbagai langkah untuk mencegah tingginya laju kasus Covid-19.
&amp;ldquo;Puncak gelombang omicron diperkirakan  terjadi pada pertengahan pada pertengahan Februari dan awal Maret ini. Namun pemerintah akan melakukan berbagai langkah mitigasi agar peningkatan kasus yg terjadi lebih landai dibandingkan negara lain sehingga tidak membebani sistem kesehatan kita,&amp;rdquo; ujar Luhur dalam konferensi persnya, Minggu (16/1/2022).
(Baca juga: Breaking News! Kasus Positif Covid-19 Bertambah 855 Pasien)
Dikatakan dia, langkah-langkah yang diambil salah satunya adalah penegakan protokol kesehatan. Selain itu juga akselerasi vaksinasi.
Luhut melanjutkan, bahwa pengetatan mobilitas akan menjadi opsi terakhir. Namun begitu dia mengimbau kegiatan di perkantoran atau work from office (WFO) tidak perlu mencapai 100%.&amp;ldquo;Tapi kami mengimbau kalau di kantor tidak perlu 100%, ya tidak usah 100% yang hadir. Jadi diatur saja melihat situasinya. Apakah dibikin 75% untuk dua minggu kedepan. Itu saya kira bisa dilakukan asesmen oleh kantor masing-masing. Khususnya kantor kalau industri tidak ada masalah,&amp;rdquo; tutup Luhut.

</content:encoded></item></channel></rss>
