<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: Di Asia Kasus Omicron Masih Terjadi Peningkatan</title><description>Luhut menyebut di sejumlah negara kasus Covid-19 mulai melandai seperti Amerika, Eropa dan Afrika. Sementara di Asia masih terjadi peningkatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533136/menko-luhut-di-asia-kasus-omicron-masih-terjadi-peningkatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533136/menko-luhut-di-asia-kasus-omicron-masih-terjadi-peningkatan"/><item><title>Menko Luhut: Di Asia Kasus Omicron Masih Terjadi Peningkatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533136/menko-luhut-di-asia-kasus-omicron-masih-terjadi-peningkatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533136/menko-luhut-di-asia-kasus-omicron-masih-terjadi-peningkatan</guid><pubDate>Senin 17 Januari 2022 03:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/17/337/2533136/menko-luhut-di-asia-kasus-omicron-masih-terjadi-peningkatan-8IEsWMX8UR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/17/337/2533136/menko-luhut-di-asia-kasus-omicron-masih-terjadi-peningkatan-8IEsWMX8UR.jpg</image><title>Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah terus memonitor perkembangan kasus Omicron di negara lain. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
&amp;ldquo;Berkaca pada kasus dan pola Covid-19 di negara lain adalah salah satu cara kami untuk memprediksi segala kemungkinan yang terjadi ke depan,&amp;rdquo; katanya, Minggu (16/1/202).
Luhut menyebut di sejumlah negara kasus Covid-19 mulai melandai seperti Amerika, Eropa dan Afrika. Sementara di Asia masih terjadi peningkatan.
&amp;ldquo;Hari ini di Inggris dan Afrika Selatan telah melewati puncak kasus varian Omicron. Dan negara-negara lainnya juga sudah mulai terlihat flateing. Seperti di Amerika Serikat atau Prancis. Namun di belahan Asia seperti India, Thailand, Filipina masih terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.
Selain itu dia mengatakan meski gejala lebih ringan dan risiko perawatan rumah sakit lebih rendah tapi angka kematian dan perawatan di Inggris cukup tinggi.
&amp;ldquo;Tapi karena jumlah kasus lebih banyak dari Delta, jumlah perawatan rumah sakit dan tingkat kematian di Inggris telah lebih tinggi dari varian Delta. Nah hal ini harus kita hindari,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Melonjak, Luhut Minta Perkantoran Kembali Terapkan WFH
Di Indonesia pun kasus menunjukkan kenaikan. Bahkan per 15 Januari 2022 lalu kasus Covid-19 sudah menyentuh 1.054 kasus.
&amp;ldquo;Terakhir kita mencapai angka tersebut pada tanggal 11 Oktober 2021 yang lalu. Tapi sore ini, hari ini juga menurun kembali dibawah 1000 yaitu 800 sekian,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Puncak Kasus Omicron Diprediksi Bulan Februari, Luhut: WFO Tidak Perlu 100 Persen</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah terus memonitor perkembangan kasus Omicron di negara lain. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
&amp;ldquo;Berkaca pada kasus dan pola Covid-19 di negara lain adalah salah satu cara kami untuk memprediksi segala kemungkinan yang terjadi ke depan,&amp;rdquo; katanya, Minggu (16/1/202).
Luhut menyebut di sejumlah negara kasus Covid-19 mulai melandai seperti Amerika, Eropa dan Afrika. Sementara di Asia masih terjadi peningkatan.
&amp;ldquo;Hari ini di Inggris dan Afrika Selatan telah melewati puncak kasus varian Omicron. Dan negara-negara lainnya juga sudah mulai terlihat flateing. Seperti di Amerika Serikat atau Prancis. Namun di belahan Asia seperti India, Thailand, Filipina masih terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.
Selain itu dia mengatakan meski gejala lebih ringan dan risiko perawatan rumah sakit lebih rendah tapi angka kematian dan perawatan di Inggris cukup tinggi.
&amp;ldquo;Tapi karena jumlah kasus lebih banyak dari Delta, jumlah perawatan rumah sakit dan tingkat kematian di Inggris telah lebih tinggi dari varian Delta. Nah hal ini harus kita hindari,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Melonjak, Luhut Minta Perkantoran Kembali Terapkan WFH
Di Indonesia pun kasus menunjukkan kenaikan. Bahkan per 15 Januari 2022 lalu kasus Covid-19 sudah menyentuh 1.054 kasus.
&amp;ldquo;Terakhir kita mencapai angka tersebut pada tanggal 11 Oktober 2021 yang lalu. Tapi sore ini, hari ini juga menurun kembali dibawah 1000 yaitu 800 sekian,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Puncak Kasus Omicron Diprediksi Bulan Februari, Luhut: WFO Tidak Perlu 100 Persen</content:encoded></item></channel></rss>
