<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara BRIN Berantas Hoaks yang Kerap Hadir di Tengah Masyarakat</title><description>Berita hoaks sering kali muncul dan membuat kegaduhan ditengah masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533146/cara-brin-berantas-hoaks-yang-kerap-hadir-di-tengah-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533146/cara-brin-berantas-hoaks-yang-kerap-hadir-di-tengah-masyarakat"/><item><title>Cara BRIN Berantas Hoaks yang Kerap Hadir di Tengah Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533146/cara-brin-berantas-hoaks-yang-kerap-hadir-di-tengah-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533146/cara-brin-berantas-hoaks-yang-kerap-hadir-di-tengah-masyarakat</guid><pubDate>Senin 17 Januari 2022 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Lutfia Dwi Kurniasih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/17/337/2533146/cara-brin-berantas-hoaks-yang-kerap-hadir-di-tengah-masyarakat-rfCoLCZJsL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/17/337/2533146/cara-brin-berantas-hoaks-yang-kerap-hadir-di-tengah-masyarakat-rfCoLCZJsL.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Berita hoaks sering kali muncul dan membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Kini bahkan kehadiran hoaks erat kaitannya dengan informasi hangat yang sedang beredar.

Masyarakat sekarang ini sangat sulit membedakan mana berita hoaks dan mana berita fakta yang sesungguhnya terjadi. Tak jarang pula masih banyak masyarakat yang termakan hoaks, tetapi mereka tidak menyadarinya.

Menanggapi hal tersebut, menurut Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam Spesial Dialog Okezone, mengatakan BRIN sebagai badan riset terus berusaha memerangi berita hoaks dan menyajikan informasi alternatif bagi masyarakat.

&quot;Yang bisa kita lakukan adalah membuat informasi alternatif. Saya yakin kedepan masyarakat bisa memilah secara mandiri bagaimana cara mencari tahu mana yang sebenarnya benar atau tidak,&quot; katanya dalam Special Dialogue Okezone.

Menurutnya, masyarakat saat ini lebih aktif bermedia sosial dan mengeluarkan pendapat tanpa pengetahuan ilmiah di media sosial.

Kehadiran internet dan media sosial inilah yang justru telah salah dimanfaatkan oknum tertentu yang hanya mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya.

Hoaks mereka lakukan dengan cara menyebarkan informasi negatif dan tidak benar yang menimbulkan keresahan dan saling mencurigai diantara masyarakat.

&quot;Saya yakin masyarakat kita semakin pintar. Yang terpenting adalah masyarakat bisa menerima, memilah, dan memahami informasi, itulah bagian dari proses literasi iptek,&quot; katanya tegas.

Ia juga mengatakan orang yang lebih banyak termakan hoaks justru berasal dari kalangan orang tua. Beda dengan anak-anak. Anak-anak dirasanya jauh lebih cerdas dan tahu cara memilah berita yang baik dan benar.

&quot;Anak-anak justru lebih cerdas dan bisa memilah karena dari awal  generasi muda sudah terpapar sedemikian banyak informasi, lautan  informasi sehingga dia sudah terbiasa memilah secara alami, saya  melihatnya seperti itu,&amp;rdquo; tutupnya.

Masyakarat tentunya harus sadar bahwa hoaks perlu diberantas dan  dihentikan. Masyarakat harus lebih waspada dan cerdas menanggapi berita  yang beredar luas di media sosial.

Tak ada salahnya apabila masyarakat mencoba memeriksa ulang apakah  berita itu sudah benar atau hanya hoaks belaka. Terutama dengan  berita-berita yang sedang hangat.

Banyak sekali oknum yang tidak bertanggung memberikan informasi  terkini namun yang diberitakan nyatanya sudah terjadi sangat lampau.  Oknum itu mengunggahnya kembali seolah-olah peristiwa yang disebar  luaskan tersebut memang sedang terjadi saat ini.
</description><content:encoded>JAKARTA - Berita hoaks sering kali muncul dan membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Kini bahkan kehadiran hoaks erat kaitannya dengan informasi hangat yang sedang beredar.

Masyarakat sekarang ini sangat sulit membedakan mana berita hoaks dan mana berita fakta yang sesungguhnya terjadi. Tak jarang pula masih banyak masyarakat yang termakan hoaks, tetapi mereka tidak menyadarinya.

Menanggapi hal tersebut, menurut Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam Spesial Dialog Okezone, mengatakan BRIN sebagai badan riset terus berusaha memerangi berita hoaks dan menyajikan informasi alternatif bagi masyarakat.

&quot;Yang bisa kita lakukan adalah membuat informasi alternatif. Saya yakin kedepan masyarakat bisa memilah secara mandiri bagaimana cara mencari tahu mana yang sebenarnya benar atau tidak,&quot; katanya dalam Special Dialogue Okezone.

Menurutnya, masyarakat saat ini lebih aktif bermedia sosial dan mengeluarkan pendapat tanpa pengetahuan ilmiah di media sosial.

Kehadiran internet dan media sosial inilah yang justru telah salah dimanfaatkan oknum tertentu yang hanya mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya.

Hoaks mereka lakukan dengan cara menyebarkan informasi negatif dan tidak benar yang menimbulkan keresahan dan saling mencurigai diantara masyarakat.

&quot;Saya yakin masyarakat kita semakin pintar. Yang terpenting adalah masyarakat bisa menerima, memilah, dan memahami informasi, itulah bagian dari proses literasi iptek,&quot; katanya tegas.

Ia juga mengatakan orang yang lebih banyak termakan hoaks justru berasal dari kalangan orang tua. Beda dengan anak-anak. Anak-anak dirasanya jauh lebih cerdas dan tahu cara memilah berita yang baik dan benar.

&quot;Anak-anak justru lebih cerdas dan bisa memilah karena dari awal  generasi muda sudah terpapar sedemikian banyak informasi, lautan  informasi sehingga dia sudah terbiasa memilah secara alami, saya  melihatnya seperti itu,&amp;rdquo; tutupnya.

Masyakarat tentunya harus sadar bahwa hoaks perlu diberantas dan  dihentikan. Masyarakat harus lebih waspada dan cerdas menanggapi berita  yang beredar luas di media sosial.

Tak ada salahnya apabila masyarakat mencoba memeriksa ulang apakah  berita itu sudah benar atau hanya hoaks belaka. Terutama dengan  berita-berita yang sedang hangat.

Banyak sekali oknum yang tidak bertanggung memberikan informasi  terkini namun yang diberitakan nyatanya sudah terjadi sangat lampau.  Oknum itu mengunggahnya kembali seolah-olah peristiwa yang disebar  luaskan tersebut memang sedang terjadi saat ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
