<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Varian Omicron Perlahan Meningkat, Ketua Satgas: PPKM Jawa-Bali Sudah Ketat   </title><description>Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa aturan saat ini sudah ketat termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533676/kasus-varian-omicron-perlahan-meningkat-ketua-satgas-ppkm-jawa-bali-sudah-ketat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533676/kasus-varian-omicron-perlahan-meningkat-ketua-satgas-ppkm-jawa-bali-sudah-ketat"/><item><title>Kasus Varian Omicron Perlahan Meningkat, Ketua Satgas: PPKM Jawa-Bali Sudah Ketat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533676/kasus-varian-omicron-perlahan-meningkat-ketua-satgas-ppkm-jawa-bali-sudah-ketat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/17/337/2533676/kasus-varian-omicron-perlahan-meningkat-ketua-satgas-ppkm-jawa-bali-sudah-ketat</guid><pubDate>Senin 17 Januari 2022 23:21 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/17/337/2533676/kasus-varian-omicron-perlahan-meningkat-ketua-satgas-ppkm-jawa-bali-sudah-ketat-i94OHtlYMq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB, Suharyanto (foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/17/337/2533676/kasus-varian-omicron-perlahan-meningkat-ketua-satgas-ppkm-jawa-bali-sudah-ketat-i94OHtlYMq.jpg</image><title>Kepala BNPB, Suharyanto (foto: dok BNPB)</title></images><description>
JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa aturan saat ini sudah ketat termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali akan dievaluasi setiap minggu.

&quot;Ini sudah ketat, masuk sudah di karantina. PPKM sekarang berlaku untuk Jawa-Bali satu minggu akan dievaluasi. Untuk luar jawa masih disarankan dua minggu,&quot; ucap Suharyanto kepada wartawan di Gedung Kemenko PMK, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).
Baca juga: Pemprov DKI Tutup Sementara PTM 100% di 39 Sekolah, Berikut Daftarnya
Suharyanto menegaskan, pengetatan sudah diupayakan pemerintah meskipun berbeda seperti awal dulu. Sebab, saat ini perlu memperhatikan ekonomi agar berkembang.

&quot;Artinya ini sudah upaya pengetatan tetapi tidak kaya jaman awal-awal dulu itu, sehingga mobilitas antara satu kota ke kota lain tetap masih diperbolehkan. Ini juga untuk supaya ekonomi tetap berkembang,&quot; ujarnya.
Baca juga: Pasien Omicron di Madiun Bertambah Jadi 3 Orang

Sebelumnya, Suharyanto mengatakan lonjakan kasus pasca libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) naik didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

&quot;Nataru naik, tetapi kalau yang dicatat oleh Satgas, itu masih didominasi oleh PPLN. Yang dirawat di Wisma Atlet itu 89% yang positif itu dari PPLN,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa aturan saat ini sudah ketat termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali akan dievaluasi setiap minggu.

&quot;Ini sudah ketat, masuk sudah di karantina. PPKM sekarang berlaku untuk Jawa-Bali satu minggu akan dievaluasi. Untuk luar jawa masih disarankan dua minggu,&quot; ucap Suharyanto kepada wartawan di Gedung Kemenko PMK, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).
Baca juga: Pemprov DKI Tutup Sementara PTM 100% di 39 Sekolah, Berikut Daftarnya
Suharyanto menegaskan, pengetatan sudah diupayakan pemerintah meskipun berbeda seperti awal dulu. Sebab, saat ini perlu memperhatikan ekonomi agar berkembang.

&quot;Artinya ini sudah upaya pengetatan tetapi tidak kaya jaman awal-awal dulu itu, sehingga mobilitas antara satu kota ke kota lain tetap masih diperbolehkan. Ini juga untuk supaya ekonomi tetap berkembang,&quot; ujarnya.
Baca juga: Pasien Omicron di Madiun Bertambah Jadi 3 Orang

Sebelumnya, Suharyanto mengatakan lonjakan kasus pasca libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) naik didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

&quot;Nataru naik, tetapi kalau yang dicatat oleh Satgas, itu masih didominasi oleh PPLN. Yang dirawat di Wisma Atlet itu 89% yang positif itu dari PPLN,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
