<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei Kominfo: Indeks Literasi Digital Indonesia Naik, Masyarakat Mulai Bisa Bedakan Hoaks dan Fakta</title><description>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar survei terhadap perilaku literasi digital masyarakat di Indonesia.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/22/337/2536000/survei-kominfo-indeks-literasi-digital-indonesia-naik-masyarakat-mulai-bisa-bedakan-hoaks-dan-fakta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/22/337/2536000/survei-kominfo-indeks-literasi-digital-indonesia-naik-masyarakat-mulai-bisa-bedakan-hoaks-dan-fakta"/><item><title>Survei Kominfo: Indeks Literasi Digital Indonesia Naik, Masyarakat Mulai Bisa Bedakan Hoaks dan Fakta</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/22/337/2536000/survei-kominfo-indeks-literasi-digital-indonesia-naik-masyarakat-mulai-bisa-bedakan-hoaks-dan-fakta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/22/337/2536000/survei-kominfo-indeks-literasi-digital-indonesia-naik-masyarakat-mulai-bisa-bedakan-hoaks-dan-fakta</guid><pubDate>Sabtu 22 Januari 2022 02:04 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/22/337/2536000/survei-kominfo-indeks-literasi-digital-indonesia-naik-masyarakat-mulai-bisa-bedakan-hoaks-dan-fakta-V6JedpL5wG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/22/337/2536000/survei-kominfo-indeks-literasi-digital-indonesia-naik-masyarakat-mulai-bisa-bedakan-hoaks-dan-fakta-V6JedpL5wG.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar survei terhadap perilaku literasi digital masyarakat di Indonesia.

Survei Status Literasi Digital Indonesia 2021 dilakukan terhadap 10.000 responden pada dengan teknik pengambilan sampel multistage random sampling. Survei yang dilakukan pada Oktober 2021 ini, dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Pengukuran Indeks Literasi Digital 2021 dilakukan melalui survei tatap muka kepada 10.000 responden dari 514 kabupaten/Kota di Indonesia. Responden adalah pengguna internet berusia 13-70 tahun.

Budaya Digital mendapat skor tertinggi dalam pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021. Pilar Budaya Digital (digital culture) mendapat skor 3,90 dalam skala 5 atau baik. Diikuti  Pilar Etika Digital (digital etics) dengan skor 3,53 dan Pilar Kecakapan Digital (digital skill) dengan skor 3,44. Sementara itu, Pilar Keamanan Digital (digital safety) mendapat skor paling rendah (3,10) atau sedikit di atas sedang.

Panel Ahli Katadata Insight Center, Mulya Amri, mengatakan tahun ini Indeks Literasi Digital Indonesia berada pada skor 3,49 atau pada tahap sedang dan mendekati baik. &amp;ldquo;Penggunaan empat pilar dalam pengukuran kali ini mengacu pada Roadmap Literasi Digital Indonesia 2020-2024 yang disusun Kominfo, berdasarkan riset nasional sebelumnya serta mengacu pengukuran serupa yang dimikili UNESCO,&amp;rdquo; jelas Mulya Amri.

Mulya menjelaskan bila dibanding tahun sebelumnya, pada kerangka indeks tahun 2021 terdapat perubahan dalam pengelompokan unsur pembentuk yang menyusun indeks. &amp;ldquo;Ini adalah upaya untuk terus memastikan Indonesia memiliki alat ukur yang ajeg dan kini kita sudah punya roadmap atau peta jalan yang bisa dijadikan acuan baik dalam pengkuran maupun upaya peningkatan literasi,&amp;rdquo; kata Mulya.

Dibandingkan dengan Indeks Literasi Digital 2020, kata Mulya,  diketahui ada peningkatan indeks (dari 3,46 ke 3,49). Perbaikan terjadi  pada pilar Digital Culture dan Digital Skills, tapi ada penurunan pada  Pilar Digital Ethics dan Digital Safety.

Mulya Amri menyebutkan pilar Keamanan Digital (digital safety) yang  mendapat skor paling rendah perlu mendapat perhatian. Responden masih  banyak yang belum mampu melindungi dirinya di dunia maya. &amp;ldquo;Kami  menemukan misalnya, masih banyak yang tidak menyadari bahaya dari  mengunggah data pribadi,&amp;rdquo; ujar Mulya.

Sementara itu, Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Kementerian  Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan,  pengukuran indeks literasi digital ini selain untuk mengetahu status  literasi digital di Indonesia juga untuk memastikan upaya peningkatan  literasi digital masyarakat makin tepat sasaran.

&amp;ldquo;Kita ingin terus mempercepat dan mengawal terus tingkat literasi  digital masyarakat, mengimbangi dengan perkembanan teknologi digital  yang cepat dan makin strategis bagi kehidupan masyarakat Indonesia saat  ini,&amp;ldquo; kata Semuel dalam peluncuran Indeks Literasi Digital 2021 di  Jakarta, Kamis (20/01/22).

Selain mengukur indeks literasi, survei yang dilakukan Kominfo  bersama Katadata Insight Center juga mengalisis perilaku pengguna  internet di Indonesia.

&amp;ldquo;Lewat survei ini, kami juga menemukan juga jika masyarakat saat ini  mengalami peningkatan skill dalam mengklarifikasi berita bohong. Ini  ditunjukkan dengan makin banyak yang rajin mencari melalui mesin pencari  di dunia maya untuk mendapatkan kebenaran sebuah informasi,&amp;rdquo; ujar  Mulya.

Seluruh informasi mengenai kegiatan literasi digital dapat diikuti  melalui literasidigital.id, sedang hasil survei indeks literasi digital  dapat dibaca dan diunduh melalui survei.literasidigital.id.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar survei terhadap perilaku literasi digital masyarakat di Indonesia.

Survei Status Literasi Digital Indonesia 2021 dilakukan terhadap 10.000 responden pada dengan teknik pengambilan sampel multistage random sampling. Survei yang dilakukan pada Oktober 2021 ini, dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Pengukuran Indeks Literasi Digital 2021 dilakukan melalui survei tatap muka kepada 10.000 responden dari 514 kabupaten/Kota di Indonesia. Responden adalah pengguna internet berusia 13-70 tahun.

Budaya Digital mendapat skor tertinggi dalam pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021. Pilar Budaya Digital (digital culture) mendapat skor 3,90 dalam skala 5 atau baik. Diikuti  Pilar Etika Digital (digital etics) dengan skor 3,53 dan Pilar Kecakapan Digital (digital skill) dengan skor 3,44. Sementara itu, Pilar Keamanan Digital (digital safety) mendapat skor paling rendah (3,10) atau sedikit di atas sedang.

Panel Ahli Katadata Insight Center, Mulya Amri, mengatakan tahun ini Indeks Literasi Digital Indonesia berada pada skor 3,49 atau pada tahap sedang dan mendekati baik. &amp;ldquo;Penggunaan empat pilar dalam pengukuran kali ini mengacu pada Roadmap Literasi Digital Indonesia 2020-2024 yang disusun Kominfo, berdasarkan riset nasional sebelumnya serta mengacu pengukuran serupa yang dimikili UNESCO,&amp;rdquo; jelas Mulya Amri.

Mulya menjelaskan bila dibanding tahun sebelumnya, pada kerangka indeks tahun 2021 terdapat perubahan dalam pengelompokan unsur pembentuk yang menyusun indeks. &amp;ldquo;Ini adalah upaya untuk terus memastikan Indonesia memiliki alat ukur yang ajeg dan kini kita sudah punya roadmap atau peta jalan yang bisa dijadikan acuan baik dalam pengkuran maupun upaya peningkatan literasi,&amp;rdquo; kata Mulya.

Dibandingkan dengan Indeks Literasi Digital 2020, kata Mulya,  diketahui ada peningkatan indeks (dari 3,46 ke 3,49). Perbaikan terjadi  pada pilar Digital Culture dan Digital Skills, tapi ada penurunan pada  Pilar Digital Ethics dan Digital Safety.

Mulya Amri menyebutkan pilar Keamanan Digital (digital safety) yang  mendapat skor paling rendah perlu mendapat perhatian. Responden masih  banyak yang belum mampu melindungi dirinya di dunia maya. &amp;ldquo;Kami  menemukan misalnya, masih banyak yang tidak menyadari bahaya dari  mengunggah data pribadi,&amp;rdquo; ujar Mulya.

Sementara itu, Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Kementerian  Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan,  pengukuran indeks literasi digital ini selain untuk mengetahu status  literasi digital di Indonesia juga untuk memastikan upaya peningkatan  literasi digital masyarakat makin tepat sasaran.

&amp;ldquo;Kita ingin terus mempercepat dan mengawal terus tingkat literasi  digital masyarakat, mengimbangi dengan perkembanan teknologi digital  yang cepat dan makin strategis bagi kehidupan masyarakat Indonesia saat  ini,&amp;ldquo; kata Semuel dalam peluncuran Indeks Literasi Digital 2021 di  Jakarta, Kamis (20/01/22).

Selain mengukur indeks literasi, survei yang dilakukan Kominfo  bersama Katadata Insight Center juga mengalisis perilaku pengguna  internet di Indonesia.

&amp;ldquo;Lewat survei ini, kami juga menemukan juga jika masyarakat saat ini  mengalami peningkatan skill dalam mengklarifikasi berita bohong. Ini  ditunjukkan dengan makin banyak yang rajin mencari melalui mesin pencari  di dunia maya untuk mendapatkan kebenaran sebuah informasi,&amp;rdquo; ujar  Mulya.

Seluruh informasi mengenai kegiatan literasi digital dapat diikuti  melalui literasidigital.id, sedang hasil survei indeks literasi digital  dapat dibaca dan diunduh melalui survei.literasidigital.id.</content:encoded></item></channel></rss>
