<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Melonguane Diguncang Gempa M6,1, Sejumlah Bangunan di Pulau Kabaruan Rusak   </title><description>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerima laporan adanya kerusakan sejumlah bangunan</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/22/337/2536105/melonguane-diguncang-gempa-m6-1-sejumlah-bangunan-di-pulau-kabaruan-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/22/337/2536105/melonguane-diguncang-gempa-m6-1-sejumlah-bangunan-di-pulau-kabaruan-rusak"/><item><title> Melonguane Diguncang Gempa M6,1, Sejumlah Bangunan di Pulau Kabaruan Rusak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/22/337/2536105/melonguane-diguncang-gempa-m6-1-sejumlah-bangunan-di-pulau-kabaruan-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/22/337/2536105/melonguane-diguncang-gempa-m6-1-sejumlah-bangunan-di-pulau-kabaruan-rusak</guid><pubDate>Sabtu 22 Januari 2022 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/22/337/2536105/melonguane-diguncang-gempa-m6-1-sejumlah-bangunan-di-pulau-kabaruan-rusak-UOylcsY2wq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/22/337/2536105/melonguane-diguncang-gempa-m6-1-sejumlah-bangunan-di-pulau-kabaruan-rusak-UOylcsY2wq.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerima laporan adanya kerusakan sejumlah bangunan di Pulau Kabaruan, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), akibat diguncang gempa berkekuatan M6,1. Gempa dilaporkan terjadi di Talaud sekira pukul 09.26 WIB.

&quot;Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Desa Pangeran, Pulau Kabaruan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,&quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno melalui keterangan resminya, Sabtu (22/1/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa M6,1 Guncang Melonguane Sulut, Begini Hasil Analisis BMKG
Bambang menjelaskan bahwa gempabumi yang terjadi di Melonguane merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar. Hal itu dipastikan Bambang setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Berdasarkan hasil pemantauan saat ini, kata Bambang, gempa tersebut tidak sampai menimbulkan tsunami. Hanya saja, sudah terjadi gempa susulan sebanyak lima kali dengan magnitudo terbesar M3,7.

&quot;Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,&quot; imbau Bambang.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa M 6,1 Melonguane-Sulut, BMKG: Berpotensi Adanya Kerusakan
&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerima laporan adanya kerusakan sejumlah bangunan di Pulau Kabaruan, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), akibat diguncang gempa berkekuatan M6,1. Gempa dilaporkan terjadi di Talaud sekira pukul 09.26 WIB.

&quot;Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Desa Pangeran, Pulau Kabaruan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,&quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno melalui keterangan resminya, Sabtu (22/1/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa M6,1 Guncang Melonguane Sulut, Begini Hasil Analisis BMKG
Bambang menjelaskan bahwa gempabumi yang terjadi di Melonguane merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar. Hal itu dipastikan Bambang setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Berdasarkan hasil pemantauan saat ini, kata Bambang, gempa tersebut tidak sampai menimbulkan tsunami. Hanya saja, sudah terjadi gempa susulan sebanyak lima kali dengan magnitudo terbesar M3,7.

&quot;Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,&quot; imbau Bambang.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa M 6,1 Melonguane-Sulut, BMKG: Berpotensi Adanya Kerusakan
&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
