<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkas Dinyatakan Lengkap, Ferdinand Hutahaean Segera Diadili</title><description>Polri akan berkoordinasi dengan Kejaksaan terkait dengan penyerahan barang bukti dan tersangka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/24/337/2536976/berkas-dinyatakan-lengkap-ferdinand-hutahaean-segera-diadili</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/24/337/2536976/berkas-dinyatakan-lengkap-ferdinand-hutahaean-segera-diadili"/><item><title>Berkas Dinyatakan Lengkap, Ferdinand Hutahaean Segera Diadili</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/24/337/2536976/berkas-dinyatakan-lengkap-ferdinand-hutahaean-segera-diadili</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/24/337/2536976/berkas-dinyatakan-lengkap-ferdinand-hutahaean-segera-diadili</guid><pubDate>Senin 24 Januari 2022 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/24/337/2536976/berkas-dinyatakan-lengkap-ferdinand-hutahaean-segera-diadili-BhPv7LweW8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ferdinan Hutahaean (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/24/337/2536976/berkas-dinyatakan-lengkap-ferdinand-hutahaean-segera-diadili-BhPv7LweW8.jpg</image><title>Ferdinan Hutahaean (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan bahwa berkas perkara kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA yang menjerat Ferdinand Hutahaean telah lengkap atau P-21.

&quot;Sudah dinyatakan lengkap oleh JPU,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/1/2022).

Ramadhan mengungkapkan, setelah berkas penyidikan dinyatakan lengkap, nantinya Polri akan berkoordinasi dengan Kejaksaan terkait dengan penyerahan barang bukti dan tersangka.

Proses pelimpahan tahap II tersebut, nantinya akan ditindaklanjuti dengan persiapan Ferdinand Hutahaean segera diadili dalam proses persidangan atas perkara yang menjeratnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNy8xLzE0MzY0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Dan akan dilimpahkan tahap kedua,&quot; ujar Ramadhan dengan tak memberikan kepastian pelimpahan tahap II itu.

Disisi lain, Ramadhan menyebut, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sampai dengan saat ini belum menerima surat permohonan penangguhan penahanan dari pihak Ferdinand Hutahaean.

&quot;Penangguhan penahanan sampai saat ini pemyidik belum terima,&quot; ucap Ramadhan.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri resmi  menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka ujaran kebencian. Ia  juga telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

Polisi telah memeriksa saksi sebanyak 38 saksi terkait kasus ujaran  kebencian yang menjerat Ferdinand Hutahaean. Jika dirincikan,  saksi-saksi tersebut terdiri dari 17 saksi dan 21 saksi ahli.

Atas perbuatannya Ferdinand dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2)  KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi  dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal itu berkaitan dengan pelanggaran  tersangka yang diduga bermuatan ujaran kebencian yang berpotensi  menimbulkan keonaran.</description><content:encoded>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan bahwa berkas perkara kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA yang menjerat Ferdinand Hutahaean telah lengkap atau P-21.

&quot;Sudah dinyatakan lengkap oleh JPU,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/1/2022).

Ramadhan mengungkapkan, setelah berkas penyidikan dinyatakan lengkap, nantinya Polri akan berkoordinasi dengan Kejaksaan terkait dengan penyerahan barang bukti dan tersangka.

Proses pelimpahan tahap II tersebut, nantinya akan ditindaklanjuti dengan persiapan Ferdinand Hutahaean segera diadili dalam proses persidangan atas perkara yang menjeratnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNy8xLzE0MzY0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Dan akan dilimpahkan tahap kedua,&quot; ujar Ramadhan dengan tak memberikan kepastian pelimpahan tahap II itu.

Disisi lain, Ramadhan menyebut, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sampai dengan saat ini belum menerima surat permohonan penangguhan penahanan dari pihak Ferdinand Hutahaean.

&quot;Penangguhan penahanan sampai saat ini pemyidik belum terima,&quot; ucap Ramadhan.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri resmi  menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka ujaran kebencian. Ia  juga telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

Polisi telah memeriksa saksi sebanyak 38 saksi terkait kasus ujaran  kebencian yang menjerat Ferdinand Hutahaean. Jika dirincikan,  saksi-saksi tersebut terdiri dari 17 saksi dan 21 saksi ahli.

Atas perbuatannya Ferdinand dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2)  KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi  dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal itu berkaitan dengan pelanggaran  tersangka yang diduga bermuatan ujaran kebencian yang berpotensi  menimbulkan keonaran.</content:encoded></item></channel></rss>
