<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri Klaim Aksi Teror Menurun Sepanjang 2021</title><description>Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa aksi teror di 2021 cenderung menurun jika dibandingkan pada tahun 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/24/337/2536993/kapolri-klaim-aksi-teror-menurun-sepanjang-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/24/337/2536993/kapolri-klaim-aksi-teror-menurun-sepanjang-2021"/><item><title>Kapolri Klaim Aksi Teror Menurun Sepanjang 2021</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/24/337/2536993/kapolri-klaim-aksi-teror-menurun-sepanjang-2021</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/24/337/2536993/kapolri-klaim-aksi-teror-menurun-sepanjang-2021</guid><pubDate>Senin 24 Januari 2022 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/24/337/2536993/kapolri-klaim-aksi-teror-menurun-sepanjang-2021-QhZ0uuHPiT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/24/337/2536993/kapolri-klaim-aksi-teror-menurun-sepanjang-2021-QhZ0uuHPiT.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa aksi teror di 2021 cenderung menurun jika dibandingkan pada tahun 2020. Namun, jumlah pelaku teror yang berhasil diungkap justru mengalami peningkatan yang cukup siginifan.

&amp;ldquo;Jumlah aksi teror di tahun 2021, mengalami penurunan sebesar 58,3% dibanding tahun 2020 (dari 6 aksi menjadi 3 aksi),&amp;rdquo; kata Listyo dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2022).

Namun, sambung dia, jumlah pelaku teror yang berhasil diungkap sepanjang tahun 2021 meningkat 138 orang atau 42,7% dari tahun 2020 sebanyak 232 pelaku menjadi 370 orang pelaku.

Menurut Listyo, penurunan itu disebabkan karena upaya penerapan preventif strike yang dilakukan oleh Densus 88.

&amp;ldquo;Seingga 370 tersangka teroris berhasil ditangkap sebelum melakukan aksi teror,&amp;rdquo; imbuhnya.

Terkait kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah, dia menjelaskan, Polri melakukan operasi Madago Raya 2021 dan berhasil melakukan penegekan hukum terhadap 7 DPO kelompok MIT yang sudah bertahun-tahun dikejar yaitu kelompok Ali Kalora dan kelompok Qatar serta 19 orang simpatisan

&amp;ldquo;Barang bukti yang berhasil diamankan7 pucuk senjata api, 722 amunisi, 43 detonator, 7 botol bahan peledak,&amp;rdquo; urainya.

Listyo menambahkan, Polri akan terus melanjutkan penegakan hukum  terhadap kelompok MIT yang saat ini masih tersisa 3 DPO, karena 1 orang  di antaranya pada tanggal 4 Januari yang lalu telah berhasil dilakukan  penegakan hukum yaitu, Ahmad Ghazali alias Ahmad Panjang.

Selain melakukan pencarian terhadap sisa 3 orang DPO ini, Polri juga  mengedepankan upaya soft approach untuk mencegah kembali munculnya para  simpatisan.

&amp;ldquo;Dan melakukan kegiatan-kegiatan upaya moderasi beragama melalui  pemanfaatan dai Kamtibmas Polri, pembangunan pesantren, dan upaya  moderasi beragama dengan pelibatan tokoh-tokoh,&amp;rdquo; pungkas Listyo.


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa aksi teror di 2021 cenderung menurun jika dibandingkan pada tahun 2020. Namun, jumlah pelaku teror yang berhasil diungkap justru mengalami peningkatan yang cukup siginifan.

&amp;ldquo;Jumlah aksi teror di tahun 2021, mengalami penurunan sebesar 58,3% dibanding tahun 2020 (dari 6 aksi menjadi 3 aksi),&amp;rdquo; kata Listyo dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2022).

Namun, sambung dia, jumlah pelaku teror yang berhasil diungkap sepanjang tahun 2021 meningkat 138 orang atau 42,7% dari tahun 2020 sebanyak 232 pelaku menjadi 370 orang pelaku.

Menurut Listyo, penurunan itu disebabkan karena upaya penerapan preventif strike yang dilakukan oleh Densus 88.

&amp;ldquo;Seingga 370 tersangka teroris berhasil ditangkap sebelum melakukan aksi teror,&amp;rdquo; imbuhnya.

Terkait kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah, dia menjelaskan, Polri melakukan operasi Madago Raya 2021 dan berhasil melakukan penegekan hukum terhadap 7 DPO kelompok MIT yang sudah bertahun-tahun dikejar yaitu kelompok Ali Kalora dan kelompok Qatar serta 19 orang simpatisan

&amp;ldquo;Barang bukti yang berhasil diamankan7 pucuk senjata api, 722 amunisi, 43 detonator, 7 botol bahan peledak,&amp;rdquo; urainya.

Listyo menambahkan, Polri akan terus melanjutkan penegakan hukum  terhadap kelompok MIT yang saat ini masih tersisa 3 DPO, karena 1 orang  di antaranya pada tanggal 4 Januari yang lalu telah berhasil dilakukan  penegakan hukum yaitu, Ahmad Ghazali alias Ahmad Panjang.

Selain melakukan pencarian terhadap sisa 3 orang DPO ini, Polri juga  mengedepankan upaya soft approach untuk mencegah kembali munculnya para  simpatisan.

&amp;ldquo;Dan melakukan kegiatan-kegiatan upaya moderasi beragama melalui  pemanfaatan dai Kamtibmas Polri, pembangunan pesantren, dan upaya  moderasi beragama dengan pelibatan tokoh-tokoh,&amp;rdquo; pungkas Listyo.


</content:encoded></item></channel></rss>
