<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Deteksi Kematian Akibat Varian Omicron, Satgas: Tidak Bisa Dianggap Remeh</title><description>Sonny Harry B. Harmadi menegaskan agar varian Omicron tidak dianggap remeh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/25/337/2537414/indonesia-deteksi-kematian-akibat-varian-omicron-satgas-tidak-bisa-dianggap-remeh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/25/337/2537414/indonesia-deteksi-kematian-akibat-varian-omicron-satgas-tidak-bisa-dianggap-remeh"/><item><title>Indonesia Deteksi Kematian Akibat Varian Omicron, Satgas: Tidak Bisa Dianggap Remeh</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/25/337/2537414/indonesia-deteksi-kematian-akibat-varian-omicron-satgas-tidak-bisa-dianggap-remeh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/25/337/2537414/indonesia-deteksi-kematian-akibat-varian-omicron-satgas-tidak-bisa-dianggap-remeh</guid><pubDate>Selasa 25 Januari 2022 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/25/337/2537414/indonesia-deteksi-kematian-akibat-varian-omicron-satgas-tidak-bisa-dianggap-remeh-pQOOo9PnaB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/25/337/2537414/indonesia-deteksi-kematian-akibat-varian-omicron-satgas-tidak-bisa-dianggap-remeh-pQOOo9PnaB.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi menegaskan agar varian Omicron tidak dianggap remeh. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mendeteksi dua kasus kematian akibat varian Omicron.
Sonny mengatakan bahwa di masa pandemi ini, tidak mungkin bisa menghilangkan risiko terpapar virus sama sekali.
&amp;ldquo;Satu hal yang penting bahwa di masa pandemi ini tidak mungkin kita menghilangkan risiko sama sekali ya, tidak mungkin kita menghilangkan risiko 100%. Dan kita harus paham, bahwa masih ada risiko penularan Covid-19,&amp;rdquo; katanya dalam webinar Menuju Pandemi Menjadi Endemi, Antisipasi Virus Varian Omicron, Selasa (25/1/2022).
Baca juga:&amp;nbsp; &amp;nbsp;6 Warga Bandung Positif Omicron, 80 Sampel Kontak Erat Diperiksa
&amp;ldquo;Lalu kemudian, salah satu hal yang penting kita cermati adalah penularan atau penyebaran varian baru Omicron yang begitu cepat,&amp;rdquo; kata Sonny.
Sonny juga mengungkapkan bahwa varian Omicron ini cepat sekali perubahan statusnya. &amp;ldquo;Pertama kali ketika menjadi varian of interest berubah menjadi harusnya dari Variant of Interest menjadi Varian of Concern, tapi Omicron ini langsung dia, loncat statusnya ya, tanpa menjadi Variant of Interest dia langsung menjadi Variant of Concern. Artinya WHO menyadari penyebaran dari varian ini begitu cepat,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Wapres Maruf: Lonjakan Omicron Bisa Tekan Faskes dan Nakes

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8yNC8xLzE0NDI3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Nah, kabar baiknya memang varian Omicron itu cenderung menghasilkan gejala yang lebih ringan ya, cenderung. Tetapi kita sudah melihat ada kasus kematian karena Omicron. Artinya Omicron tidak bisa dianggap remeh. Tetapi jangan terlalu takut, yang paling penting adalah respon kita yang tepat menghadapi Omicron ini,&amp;rdquo; ungkap Sonny.
Apalagi, kata Sonny, saat ini varian Omicron telah terdeteksi lebih di 140 negara di dunia. &amp;ldquo;Kalau kita perhatikan Omicron ini menyebar dengan sangat amat cepat yang lebih dari 140 negara sekarang, jadi cepat sekali penyebarannya,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi menegaskan agar varian Omicron tidak dianggap remeh. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mendeteksi dua kasus kematian akibat varian Omicron.
Sonny mengatakan bahwa di masa pandemi ini, tidak mungkin bisa menghilangkan risiko terpapar virus sama sekali.
&amp;ldquo;Satu hal yang penting bahwa di masa pandemi ini tidak mungkin kita menghilangkan risiko sama sekali ya, tidak mungkin kita menghilangkan risiko 100%. Dan kita harus paham, bahwa masih ada risiko penularan Covid-19,&amp;rdquo; katanya dalam webinar Menuju Pandemi Menjadi Endemi, Antisipasi Virus Varian Omicron, Selasa (25/1/2022).
Baca juga:&amp;nbsp; &amp;nbsp;6 Warga Bandung Positif Omicron, 80 Sampel Kontak Erat Diperiksa
&amp;ldquo;Lalu kemudian, salah satu hal yang penting kita cermati adalah penularan atau penyebaran varian baru Omicron yang begitu cepat,&amp;rdquo; kata Sonny.
Sonny juga mengungkapkan bahwa varian Omicron ini cepat sekali perubahan statusnya. &amp;ldquo;Pertama kali ketika menjadi varian of interest berubah menjadi harusnya dari Variant of Interest menjadi Varian of Concern, tapi Omicron ini langsung dia, loncat statusnya ya, tanpa menjadi Variant of Interest dia langsung menjadi Variant of Concern. Artinya WHO menyadari penyebaran dari varian ini begitu cepat,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Wapres Maruf: Lonjakan Omicron Bisa Tekan Faskes dan Nakes

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8yNC8xLzE0NDI3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Nah, kabar baiknya memang varian Omicron itu cenderung menghasilkan gejala yang lebih ringan ya, cenderung. Tetapi kita sudah melihat ada kasus kematian karena Omicron. Artinya Omicron tidak bisa dianggap remeh. Tetapi jangan terlalu takut, yang paling penting adalah respon kita yang tepat menghadapi Omicron ini,&amp;rdquo; ungkap Sonny.
Apalagi, kata Sonny, saat ini varian Omicron telah terdeteksi lebih di 140 negara di dunia. &amp;ldquo;Kalau kita perhatikan Omicron ini menyebar dengan sangat amat cepat yang lebih dari 140 negara sekarang, jadi cepat sekali penyebarannya,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
