<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tradisi Ngayau Suku Dayak: Berperang dan Berburu Kepala Musuh</title><description>Suku Dayak punya tradisi yang bisa dibilang mengerikan. Yakni berburu kepala. Tradisi itu bernama Kayau atau Ngayau.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538054/tradisi-ngayau-suku-dayak-berperang-dan-berburu-kepala-musuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538054/tradisi-ngayau-suku-dayak-berperang-dan-berburu-kepala-musuh"/><item><title>Tradisi Ngayau Suku Dayak: Berperang dan Berburu Kepala Musuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538054/tradisi-ngayau-suku-dayak-berperang-dan-berburu-kepala-musuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538054/tradisi-ngayau-suku-dayak-berperang-dan-berburu-kepala-musuh</guid><pubDate>Rabu 26 Januari 2022 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/26/337/2538054/tradisi-ngayau-suku-dayak-berperang-dan-berburu-kepala-musuh-yR3bPidbVn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suku Dayak (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/26/337/2538054/tradisi-ngayau-suku-dayak-berperang-dan-berburu-kepala-musuh-yR3bPidbVn.jpg</image><title>Suku Dayak (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Suku Dayak punya tradisi yang bisa dibilang mengerikan. Yakni berburu kepala. Tradisi itu bernama Kayau atau Ngayau.

Ngayau dapat diartikan sebagai tradisi berburu kepala oleh Suku Dayak di Kalimantan. Menurut bahasa Dayak, Kayau berarti musuh. Sehingga ngayau artinya ialah memburu kepala musuh.

Suku Iban dan Suku Kenyah adalah dua dari suku Dayak yang memiliki adat Ngayau. Pada tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh.

Citra yang paling populer tentang Kalimantan selama ini adalah yang berkaitan dengan berburu kepala. Karya Carl Bock, The Head Hunters of Borneo yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1882, seperti dikutip dari Wikipedia, banyak menyumbang terhadap terciptanya citra Dayak sebagai &amp;ldquo;orang-orang pemburu kepala&amp;rdquo;.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8yNS8xLzE0NDMwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ada versi yang menyebutkan bahwa, perburuan kepal manusia itu hanya dilakukan saat orang Dayak dalam keadaan terancam, seperti dalam kondisi perang. Memenggal kepala musuh menurut kepercayaan mereka dapat menghindarkan diri dari gangguan roh musuh.

Bagi suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, tradisi mengayau untuk  kepentingan upacara Tiwah, yaitu upacara sakral terbesar suku Dayak  Ngaju untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal  dunia menuju langit ke tujuh.

Di kalangan masyarakat Kenyah, perburuan kepala penting dalam  hubungannya dengan Mamat, yaitu pesta pemotongan kepala, yang mengakhiri  masa perkabungan dan menyertai upacara inisiasi untuk memasuki sistem  status bertingkat, Suhan, untuk para prajurit perang.

Pemburu-pemburu kepala yang berhasil berhak memakai gigi macan  kumbang di telinganya, hiasan kepala dari bulu burung enggang, dan  sebuah tato dengan desain khusus.
</description><content:encoded>JAKARTA - Suku Dayak punya tradisi yang bisa dibilang mengerikan. Yakni berburu kepala. Tradisi itu bernama Kayau atau Ngayau.

Ngayau dapat diartikan sebagai tradisi berburu kepala oleh Suku Dayak di Kalimantan. Menurut bahasa Dayak, Kayau berarti musuh. Sehingga ngayau artinya ialah memburu kepala musuh.

Suku Iban dan Suku Kenyah adalah dua dari suku Dayak yang memiliki adat Ngayau. Pada tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh.

Citra yang paling populer tentang Kalimantan selama ini adalah yang berkaitan dengan berburu kepala. Karya Carl Bock, The Head Hunters of Borneo yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1882, seperti dikutip dari Wikipedia, banyak menyumbang terhadap terciptanya citra Dayak sebagai &amp;ldquo;orang-orang pemburu kepala&amp;rdquo;.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8yNS8xLzE0NDMwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ada versi yang menyebutkan bahwa, perburuan kepal manusia itu hanya dilakukan saat orang Dayak dalam keadaan terancam, seperti dalam kondisi perang. Memenggal kepala musuh menurut kepercayaan mereka dapat menghindarkan diri dari gangguan roh musuh.

Bagi suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, tradisi mengayau untuk  kepentingan upacara Tiwah, yaitu upacara sakral terbesar suku Dayak  Ngaju untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal  dunia menuju langit ke tujuh.

Di kalangan masyarakat Kenyah, perburuan kepala penting dalam  hubungannya dengan Mamat, yaitu pesta pemotongan kepala, yang mengakhiri  masa perkabungan dan menyertai upacara inisiasi untuk memasuki sistem  status bertingkat, Suhan, untuk para prajurit perang.

Pemburu-pemburu kepala yang berhasil berhak memakai gigi macan  kumbang di telinganya, hiasan kepala dari bulu burung enggang, dan  sebuah tato dengan desain khusus.
</content:encoded></item></channel></rss>
