<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Edy Mulyadi Naik Jadi Penyidikan, Bareskrim Telah Periksa 20 Saksi</title><description>Polri meningkatkan status penyidikan dugaan ujaran kebencian yang menjerat Edy Mulyadi dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538147/kasus-edy-mulyadi-naik-jadi-penyidikan-bareskrim-telah-periksa-20-saksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538147/kasus-edy-mulyadi-naik-jadi-penyidikan-bareskrim-telah-periksa-20-saksi"/><item><title>Kasus Edy Mulyadi Naik Jadi Penyidikan, Bareskrim Telah Periksa 20 Saksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538147/kasus-edy-mulyadi-naik-jadi-penyidikan-bareskrim-telah-periksa-20-saksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538147/kasus-edy-mulyadi-naik-jadi-penyidikan-bareskrim-telah-periksa-20-saksi</guid><pubDate>Rabu 26 Januari 2022 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/26/337/2538147/kasus-edy-mulyadi-naik-jadi-penyidikan-bareskrim-telah-periksa-20-saksi-sDDFzjplG0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/26/337/2538147/kasus-edy-mulyadi-naik-jadi-penyidikan-bareskrim-telah-periksa-20-saksi-sDDFzjplG0.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meningkatkan status penyidikan dugaan ujaran kebencian yang menjerat Edy Mulyadi dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa, pihaknya telah melakukan pemeriksaan 15 saksi dan lima orang ahli dalam proses penyidikan perkara tersebut.
&quot;15 orang saksi dan 5 ahli serta penarikan laporan dari Polda Kaltim dan Polda Sulut,&quot; kata Ramadhan kepada awak media, Jakarta, Rabu (26/1/2022).
BACA JUGA:Bareskrim Periksa Edy Mulyadi terkait Ujaran Kebencian pada Jumat

Sementara itu, Ramadhan menyebut, Edy dipanggil dalam rangka pemeriksaan sebagai saksi pada Jumat 28 Januari 2022 lalu.
&quot;Dan juga telah dibuat pemanggilan kepada saudara EM sebagai saksi serta beberapa orang lainnya untuk hadir pada hari Jumat tanggal 28 Januari 2022 mendatang,&quot; ujar Ramadhan.
Ramadhan menjelaskan, status perkara ujaran kebencian Edy Mulyadi sendiri kini telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.
&quot;Bahwa perkara ujaran kebencian yang dilakukan saudra EM ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan,&quot; ucap Ramadhan.
Sebelumnya, Edy Mulyadi menyebutkan Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak.Videonya pun viral di media sosial Video itu lantas menyulut reaksi  dari masyarakat adat dayak. Tokoh Adat Dayak Balikpapan, Mey Chirsti  mengatakan, ucapan yang dilontarkan Edy tidak hanya menyakiti perasaan  suku dayak namun seluruh warga Kalimantan.
Edy Mulyadi akhirnya meminta maaf kepada seluruh pihak yang kecewa  dan marah atas pernyataannya yang menyebut Kalimantan sebagai tempatnya  jin buang anak.
Menurutnya diksi &quot;tempat jin buang anak&quot; bukan bermaksud menghina,  namun lebih diartikan sebagai penggambaran &quot;tempat yang jauh&quot;.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meningkatkan status penyidikan dugaan ujaran kebencian yang menjerat Edy Mulyadi dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa, pihaknya telah melakukan pemeriksaan 15 saksi dan lima orang ahli dalam proses penyidikan perkara tersebut.
&quot;15 orang saksi dan 5 ahli serta penarikan laporan dari Polda Kaltim dan Polda Sulut,&quot; kata Ramadhan kepada awak media, Jakarta, Rabu (26/1/2022).
BACA JUGA:Bareskrim Periksa Edy Mulyadi terkait Ujaran Kebencian pada Jumat

Sementara itu, Ramadhan menyebut, Edy dipanggil dalam rangka pemeriksaan sebagai saksi pada Jumat 28 Januari 2022 lalu.
&quot;Dan juga telah dibuat pemanggilan kepada saudara EM sebagai saksi serta beberapa orang lainnya untuk hadir pada hari Jumat tanggal 28 Januari 2022 mendatang,&quot; ujar Ramadhan.
Ramadhan menjelaskan, status perkara ujaran kebencian Edy Mulyadi sendiri kini telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.
&quot;Bahwa perkara ujaran kebencian yang dilakukan saudra EM ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan,&quot; ucap Ramadhan.
Sebelumnya, Edy Mulyadi menyebutkan Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak.Videonya pun viral di media sosial Video itu lantas menyulut reaksi  dari masyarakat adat dayak. Tokoh Adat Dayak Balikpapan, Mey Chirsti  mengatakan, ucapan yang dilontarkan Edy tidak hanya menyakiti perasaan  suku dayak namun seluruh warga Kalimantan.
Edy Mulyadi akhirnya meminta maaf kepada seluruh pihak yang kecewa  dan marah atas pernyataannya yang menyebut Kalimantan sebagai tempatnya  jin buang anak.
Menurutnya diksi &quot;tempat jin buang anak&quot; bukan bermaksud menghina,  namun lebih diartikan sebagai penggambaran &quot;tempat yang jauh&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
