<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Omicron Lebih Menular karena Mampu Hindari Respons Kekebalan Tubuh</title><description>Ia mengatakan, terjadi penurunan risiko terhadap hospitalisasi oleh varian Omicron dibandingkan Delta di tingkat populasi sebesar 40-45 persen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538299/omicron-lebih-menular-karena-mampu-hindari-respons-kekebalan-tubuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538299/omicron-lebih-menular-karena-mampu-hindari-respons-kekebalan-tubuh"/><item><title>Omicron Lebih Menular karena Mampu Hindari Respons Kekebalan Tubuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538299/omicron-lebih-menular-karena-mampu-hindari-respons-kekebalan-tubuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/26/337/2538299/omicron-lebih-menular-karena-mampu-hindari-respons-kekebalan-tubuh</guid><pubDate>Rabu 26 Januari 2022 18:43 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/26/337/2538299/omicron-lebih-menular-karena-mampu-hindari-respons-kekebalan-tubuh-yLRPq1yGCt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/26/337/2538299/omicron-lebih-menular-karena-mampu-hindari-respons-kekebalan-tubuh-yLRPq1yGCt.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman menyampaikan bahwa varian Omicron lebih menular dibandingkan Delta karena mampu menghindari respon kekebalan tubuh.
&quot;Omicron lebih menular daripada Delta karena kemampuannya dalam menghindari eliminasi antibodi, namun tingkat keparahan infeksi lebih rendah,&quot; ujar Plt Kepala Peneliti PRBM Eijkman Wien Kusharyoto dalam acara &quot;Talk to Scientist&quot; yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (26/1/2022).
Berdasarkan studi, ia mengatakan, terjadi penurunan risiko terhadap hospitalisasi oleh varian Omicron dibandingkan Delta di tingkat populasi sebesar 40-45 persen.
Kemudian, 74 persen penurunan perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) dibandingkan Delta, dan 70 persen penurunan lama perawatan di IGD bagi yang terinfeksi oleh Omicron dibandingkan Delta.
&quot;Tingkat keparahan infeksi yang lebih rendah itu karena varian Omicron menyerang sel pada saluran pernapasan atas sehingga infeksi terhadap sel paru-paru lebih rendah,&quot; paparnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Cegah Penyebaran Omicron, Perayaan dan Bazar Cap Go Meh di Padang Dibatalkan
Wien menambahkan, karakteristik varian Omicron yang mampu menghindari kekebalan tubuh maka diperlukan vaksinasi dosis penguat atau booster.
&quot;Efektivitas vaksin memang jauh lebih rendah oleh varian Omicron, namun dapat dilakukan booster agar perlindungannya menjadi lebih tinggi,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Prediksi Lonjakan Kasus Omicron di Februari-Maret, Dokter Reisa: Memang Ada Studinya
Kendati demikian, ia mengingatkan, seiring berjalannya waktu vaksinasi booster pun juga akan berkurang efektivitasnya.&quot;Jadi ini setelah kira-kira 2,5 bulan setelah pemberian booster juga turun. Namun penurunan kemungkinan besar lebih landai dibandingkan dengan penurunan perlindungan setelah vaksinasi tahap kedua,&quot; paparnya.
Ia menambahkan, varian Omicron dapat menambah infeksi lebih parah terhadap seseorang dan hospitalisasi bagi mereka yang belum divaksinasi.
&quot;Kalau seseorang sudah divaksinasi maka kemungkinan harus dirawat di rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang belum divaksinasi,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Omicron Naik, Dokter Tirta: Tak Usah Menyalahkan yang Liburan</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman menyampaikan bahwa varian Omicron lebih menular dibandingkan Delta karena mampu menghindari respon kekebalan tubuh.
&quot;Omicron lebih menular daripada Delta karena kemampuannya dalam menghindari eliminasi antibodi, namun tingkat keparahan infeksi lebih rendah,&quot; ujar Plt Kepala Peneliti PRBM Eijkman Wien Kusharyoto dalam acara &quot;Talk to Scientist&quot; yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (26/1/2022).
Berdasarkan studi, ia mengatakan, terjadi penurunan risiko terhadap hospitalisasi oleh varian Omicron dibandingkan Delta di tingkat populasi sebesar 40-45 persen.
Kemudian, 74 persen penurunan perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) dibandingkan Delta, dan 70 persen penurunan lama perawatan di IGD bagi yang terinfeksi oleh Omicron dibandingkan Delta.
&quot;Tingkat keparahan infeksi yang lebih rendah itu karena varian Omicron menyerang sel pada saluran pernapasan atas sehingga infeksi terhadap sel paru-paru lebih rendah,&quot; paparnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Cegah Penyebaran Omicron, Perayaan dan Bazar Cap Go Meh di Padang Dibatalkan
Wien menambahkan, karakteristik varian Omicron yang mampu menghindari kekebalan tubuh maka diperlukan vaksinasi dosis penguat atau booster.
&quot;Efektivitas vaksin memang jauh lebih rendah oleh varian Omicron, namun dapat dilakukan booster agar perlindungannya menjadi lebih tinggi,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Prediksi Lonjakan Kasus Omicron di Februari-Maret, Dokter Reisa: Memang Ada Studinya
Kendati demikian, ia mengingatkan, seiring berjalannya waktu vaksinasi booster pun juga akan berkurang efektivitasnya.&quot;Jadi ini setelah kira-kira 2,5 bulan setelah pemberian booster juga turun. Namun penurunan kemungkinan besar lebih landai dibandingkan dengan penurunan perlindungan setelah vaksinasi tahap kedua,&quot; paparnya.
Ia menambahkan, varian Omicron dapat menambah infeksi lebih parah terhadap seseorang dan hospitalisasi bagi mereka yang belum divaksinasi.
&quot;Kalau seseorang sudah divaksinasi maka kemungkinan harus dirawat di rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang belum divaksinasi,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Omicron Naik, Dokter Tirta: Tak Usah Menyalahkan yang Liburan</content:encoded></item></channel></rss>
