<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejar Target 0%, Menko PMK Akui Penanganan Stunting Ruwet</title><description>Pemerintah masih terus mengupayakan pencapaian target penurunan stunting hingga 14 persen di 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538405/kejar-target-0-menko-pmk-akui-penanganan-stunting-ruwet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538405/kejar-target-0-menko-pmk-akui-penanganan-stunting-ruwet"/><item><title>Kejar Target 0%, Menko PMK Akui Penanganan Stunting Ruwet</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538405/kejar-target-0-menko-pmk-akui-penanganan-stunting-ruwet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538405/kejar-target-0-menko-pmk-akui-penanganan-stunting-ruwet</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/27/337/2538405/kejar-target-0-menko-pmk-akui-penanganan-stunting-ruwet-HvuijZj4kq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy (Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/27/337/2538405/kejar-target-0-menko-pmk-akui-penanganan-stunting-ruwet-HvuijZj4kq.jpg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy (Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Pemerintah masih terus mengupayakan pencapaian target penurunan stunting hingga 14 persen di 2024. Hal itu sebagaimana arahan Presiden Jokowi dalam rangka peningkatan kualitas pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, fokus penurunan stunting tidak hanya pada daerah-daerah yang saat ini masih memiliki angka stunting tertinggi. Akan tetapi, pemerintah juga mendorong daerah-daerah lain bahkan hingga mencapai nol stunting.

Salah satu daerah yang dinilai telah berhasil dalam upaya menangani stunting adalah Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan laporan, per Agustus 2021, angka stunting di Madiun 14,9 persen atau menurun drastis dibandingkan tahun 2019 yaitu sebesar 24,94 persen.

BACA JUGA:Menko PMK Targetkan Prevalensi Stunting Turun 3% Per Tahun

&amp;ldquo;Saya terima kasih karena di sini (Kabupaten Madiun) stuntingnya sudah hampir sesuai standar Pak Jokowi di 2024. Tapi tidak kemudian itu boleh berhenti, diusahakan nol. Madiun ini harus punya semboyan nol stunting,&amp;rdquo; ucapnya dikutip dari keterangan resminya pada Kamis (27/1/2022).

Muhadjir optimistis jika semakin banyak daerah atau kabupaten/kota yang telah berhasil menurunkan angka stunting hingga di bawah 14 persen, maka secara agregat Indonesia akan mampu mencapai target penurunan stunting sesuai yang dicanangkan pada 2024.

Sementara beberapa daerah yang diketahui masih memiliki angka stunting tertinggi, di antaranya Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

&amp;ldquo;Fokus ke daerah yang tinggi stunting bagus, tapi yang sudah berhasil  ini harus dijadikan contoh. Saya optimis di 2024 untuk Madiun ini  (angka stunting) bisa di bawah 2 digit (di bawah 10 persen),  syukur-syukur nol,&amp;rdquo; ucap mantan Mendikbud tersebut.

Namun demikian, Muhadjir menyatakan bahwa penurunan stunting tidak  bisa diintervensi hanya melalui satu sektor saja melainkan harus  komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Mulai dari pencegahan  sejak masa remaja hingga pasca melahirkan terutama 1000 hari pertama  kehidupan (HPK).

&amp;ldquo;Stunting ini ruwet. Masyarakat juga masih banyak yang keliru.  Stunting itu dianggap kalau tingginya kurang, beratnya kurang, padahal  bukan itu. Stunting itu masalahnya pertumbuhan otak. Saat hamil  sebenarnya bisa dilacak apakah janin ini bisa potensi stunting atau  tidak. Yang sudah pasti, kalau saat 1000 HPK-nya tidak berhasil,  intervensi seperti apapun tidak akan bisa,&amp;rdquo; ungkapnya.

Namun terlepas dari itu, Menko PMK mengapresiasi upaya yang telah  dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Selain memberikan vitamin  tambah darah untuk mengantisipasi anemia pada remaja, juga terdapat  program Integrated Development Plan (Rencana Pengembangan Terintegrasi).

Muhadjir mengutarakan bahwa program tersebut sangat sesuai dengan  upaya pemerintah dalam penanganan stunting. Hanya, selain terintegrasi  juga harus berkelanjutan.

&amp;ldquo;Kalau menurut saya perlu ditambah menjadi Integrated Development and  Sustainable Plan. Program yang terintegrasi, berkembang, dan  berkelanjutan. Karena yang penting sekarang ini bagaimana menjamin  kelanjutan program stunting. Kalau kita ingin jadi negara maju harus  seminimal mungkin stunting atau bebas stunting,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Pemerintah masih terus mengupayakan pencapaian target penurunan stunting hingga 14 persen di 2024. Hal itu sebagaimana arahan Presiden Jokowi dalam rangka peningkatan kualitas pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, fokus penurunan stunting tidak hanya pada daerah-daerah yang saat ini masih memiliki angka stunting tertinggi. Akan tetapi, pemerintah juga mendorong daerah-daerah lain bahkan hingga mencapai nol stunting.

Salah satu daerah yang dinilai telah berhasil dalam upaya menangani stunting adalah Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan laporan, per Agustus 2021, angka stunting di Madiun 14,9 persen atau menurun drastis dibandingkan tahun 2019 yaitu sebesar 24,94 persen.

BACA JUGA:Menko PMK Targetkan Prevalensi Stunting Turun 3% Per Tahun

&amp;ldquo;Saya terima kasih karena di sini (Kabupaten Madiun) stuntingnya sudah hampir sesuai standar Pak Jokowi di 2024. Tapi tidak kemudian itu boleh berhenti, diusahakan nol. Madiun ini harus punya semboyan nol stunting,&amp;rdquo; ucapnya dikutip dari keterangan resminya pada Kamis (27/1/2022).

Muhadjir optimistis jika semakin banyak daerah atau kabupaten/kota yang telah berhasil menurunkan angka stunting hingga di bawah 14 persen, maka secara agregat Indonesia akan mampu mencapai target penurunan stunting sesuai yang dicanangkan pada 2024.

Sementara beberapa daerah yang diketahui masih memiliki angka stunting tertinggi, di antaranya Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

&amp;ldquo;Fokus ke daerah yang tinggi stunting bagus, tapi yang sudah berhasil  ini harus dijadikan contoh. Saya optimis di 2024 untuk Madiun ini  (angka stunting) bisa di bawah 2 digit (di bawah 10 persen),  syukur-syukur nol,&amp;rdquo; ucap mantan Mendikbud tersebut.

Namun demikian, Muhadjir menyatakan bahwa penurunan stunting tidak  bisa diintervensi hanya melalui satu sektor saja melainkan harus  komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Mulai dari pencegahan  sejak masa remaja hingga pasca melahirkan terutama 1000 hari pertama  kehidupan (HPK).

&amp;ldquo;Stunting ini ruwet. Masyarakat juga masih banyak yang keliru.  Stunting itu dianggap kalau tingginya kurang, beratnya kurang, padahal  bukan itu. Stunting itu masalahnya pertumbuhan otak. Saat hamil  sebenarnya bisa dilacak apakah janin ini bisa potensi stunting atau  tidak. Yang sudah pasti, kalau saat 1000 HPK-nya tidak berhasil,  intervensi seperti apapun tidak akan bisa,&amp;rdquo; ungkapnya.

Namun terlepas dari itu, Menko PMK mengapresiasi upaya yang telah  dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Selain memberikan vitamin  tambah darah untuk mengantisipasi anemia pada remaja, juga terdapat  program Integrated Development Plan (Rencana Pengembangan Terintegrasi).

Muhadjir mengutarakan bahwa program tersebut sangat sesuai dengan  upaya pemerintah dalam penanganan stunting. Hanya, selain terintegrasi  juga harus berkelanjutan.

&amp;ldquo;Kalau menurut saya perlu ditambah menjadi Integrated Development and  Sustainable Plan. Program yang terintegrasi, berkembang, dan  berkelanjutan. Karena yang penting sekarang ini bagaimana menjamin  kelanjutan program stunting. Kalau kita ingin jadi negara maju harus  seminimal mungkin stunting atau bebas stunting,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
