<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Ungkap Ciri-ciri Seseorang Sudah Terpapar Ekstremisme</title><description>Polri mengungkapkan sejumlah ciri seseorang atau komunitas yang telah terpapar paham ekstremisme dan terorisme.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538415/polri-ungkap-ciri-ciri-seseorang-sudah-terpapar-ekstremisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538415/polri-ungkap-ciri-ciri-seseorang-sudah-terpapar-ekstremisme"/><item><title>Polri Ungkap Ciri-ciri Seseorang Sudah Terpapar Ekstremisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538415/polri-ungkap-ciri-ciri-seseorang-sudah-terpapar-ekstremisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538415/polri-ungkap-ciri-ciri-seseorang-sudah-terpapar-ekstremisme</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 05:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/27/337/2538415/polri-ungkap-ciri-ciri-seseorang-sudah-terpapar-ekstremisme-VpsTudfeO8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/27/337/2538415/polri-ungkap-ciri-ciri-seseorang-sudah-terpapar-ekstremisme-VpsTudfeO8.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polri mengungkapkan sejumlah ciri seseorang atau komunitas yang telah terpapar paham ekstremisme dan terorisme. Salah satu ciri utamanya ialah sikap intoleran.

Direktur Kamneg Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) Polri, Brigjen Umar Effendi mengatakan intoleransi terlihat dari keengganan seseorang atau komunitas dalam menghargai pendapat serta keyakinan orang lain.

&quot;Yang pertama intoleran, yaitu tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, tapi kalau misalnya dalam diskusi internal kita bantah-bantahan, nggak masalah, jangan dianggap baru diskusi ngotot-ngototan 'wah kamu intoleran,&quot; kata Umar dalam Halaqah Kebangsaan BPET MUI dilihat secara virtual, Rabu (26/1/2022).

BACA JUGA:Rangkul Pegiat Medsos, Polri Kontra Narasi Aksi Teror di Dunia Maya

Ciri seseorang atau komunitas terpapar ekstremisme lainnya adalah sikap fanatik. Menurut Umar, fanatisme cenderung melahirkan perasaan paling benar sendiri dan menganggap orang lain salah.

Umar juga menyebut sikap revolusioner yakni menginginkan perubahan secara cepat dengan cara kekerasan atau pemaksaan kehendak sebagai ciri keterpaparan paham ekstremisme dan terorisme.


Menurut Umar, peran Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme  (BPET) MUI amat penting khususnya dalam upaya mengeliminir paham  tersebut dengan pendekatan moderasi beragama atau Islam wasathiyah.

Umar juga menekankan pentingnya literasi digital agar umat tak  terpapar berita bohong alias hoaks yang cenderung provokatif. Karena  itulah aspek konfirmasi atau tabayun menjadi penting di era banjir  informasi seperti sekarang ini.

&quot;Selalu bertabayun dan mampu memilter info yang diterima sehingga tak  mudah terprovokasi tak menyebarkan berita atau konten hoaks yang  menyesatkan umat,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Polri mengungkapkan sejumlah ciri seseorang atau komunitas yang telah terpapar paham ekstremisme dan terorisme. Salah satu ciri utamanya ialah sikap intoleran.

Direktur Kamneg Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) Polri, Brigjen Umar Effendi mengatakan intoleransi terlihat dari keengganan seseorang atau komunitas dalam menghargai pendapat serta keyakinan orang lain.

&quot;Yang pertama intoleran, yaitu tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, tapi kalau misalnya dalam diskusi internal kita bantah-bantahan, nggak masalah, jangan dianggap baru diskusi ngotot-ngototan 'wah kamu intoleran,&quot; kata Umar dalam Halaqah Kebangsaan BPET MUI dilihat secara virtual, Rabu (26/1/2022).

BACA JUGA:Rangkul Pegiat Medsos, Polri Kontra Narasi Aksi Teror di Dunia Maya

Ciri seseorang atau komunitas terpapar ekstremisme lainnya adalah sikap fanatik. Menurut Umar, fanatisme cenderung melahirkan perasaan paling benar sendiri dan menganggap orang lain salah.

Umar juga menyebut sikap revolusioner yakni menginginkan perubahan secara cepat dengan cara kekerasan atau pemaksaan kehendak sebagai ciri keterpaparan paham ekstremisme dan terorisme.


Menurut Umar, peran Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme  (BPET) MUI amat penting khususnya dalam upaya mengeliminir paham  tersebut dengan pendekatan moderasi beragama atau Islam wasathiyah.

Umar juga menekankan pentingnya literasi digital agar umat tak  terpapar berita bohong alias hoaks yang cenderung provokatif. Karena  itulah aspek konfirmasi atau tabayun menjadi penting di era banjir  informasi seperti sekarang ini.

&quot;Selalu bertabayun dan mampu memilter info yang diterima sehingga tak  mudah terprovokasi tak menyebarkan berita atau konten hoaks yang  menyesatkan umat,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
