<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Gempa M 4,1 Guncang Morowali Akibat Aktivitas Sesar Matano</title><description>BMKG melaporkan wilayah Kolono (Kab. Morowali), Provinsi Sulawesi Tengah diguncang gempabumi tektonik pada Kamis, 27 Januari 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538448/bmkg-gempa-m-4-1-guncang-morowali-akibat-aktivitas-sesar-matano</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538448/bmkg-gempa-m-4-1-guncang-morowali-akibat-aktivitas-sesar-matano"/><item><title>BMKG: Gempa M 4,1 Guncang Morowali Akibat Aktivitas Sesar Matano</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538448/bmkg-gempa-m-4-1-guncang-morowali-akibat-aktivitas-sesar-matano</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/27/337/2538448/bmkg-gempa-m-4-1-guncang-morowali-akibat-aktivitas-sesar-matano</guid><pubDate>Kamis 27 Januari 2022 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/27/337/2538448/bmkg-gempa-m-4-1-guncang-morowali-akibat-aktivitas-sesar-matano-zq7irjQk4J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/27/337/2538448/bmkg-gempa-m-4-1-guncang-morowali-akibat-aktivitas-sesar-matano-zq7irjQk4J.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan wilayah Kolono (Kab. Morowali), Provinsi Sulawesi Tengah diguncang gempabumi tektonik pada Kamis, 27 Januari 2022 pukul 05:26 WITA.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M = 4.1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.73 LS - 121.99 BT atau tepatnya berlokasi di darat, 6 km arah selatan Kolono (Kab. Morowali), Propinsi Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.

&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Matano,&amp;rdquo; kata Kepala Stasiun Geofisika Palu, Sujabar dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (27/1/2022).

Sujabar mengatakan berdasarkan laporan masyarakat, gempabumi ini dirasakan II-III MMI di Bahodopi. Sementara itu, dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

&amp;ldquo;Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG,&amp;rdquo; tegas Sujabar.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan wilayah Kolono (Kab. Morowali), Provinsi Sulawesi Tengah diguncang gempabumi tektonik pada Kamis, 27 Januari 2022 pukul 05:26 WITA.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M = 4.1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.73 LS - 121.99 BT atau tepatnya berlokasi di darat, 6 km arah selatan Kolono (Kab. Morowali), Propinsi Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.

&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Matano,&amp;rdquo; kata Kepala Stasiun Geofisika Palu, Sujabar dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (27/1/2022).

Sujabar mengatakan berdasarkan laporan masyarakat, gempabumi ini dirasakan II-III MMI di Bahodopi. Sementara itu, dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

&amp;ldquo;Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG,&amp;rdquo; tegas Sujabar.</content:encoded></item></channel></rss>
