<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekjen PBB: Afghanistan Berada di 'Ambang Kehancuran'</title><description>PBB meminta sumbangan USD8 miliar untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi Afghanistan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/28/18/2539125/sekjen-pbb-afghanistan-berada-di-ambang-kehancuran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/28/18/2539125/sekjen-pbb-afghanistan-berada-di-ambang-kehancuran"/><item><title>Sekjen PBB: Afghanistan Berada di 'Ambang Kehancuran'</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/28/18/2539125/sekjen-pbb-afghanistan-berada-di-ambang-kehancuran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/28/18/2539125/sekjen-pbb-afghanistan-berada-di-ambang-kehancuran</guid><pubDate>Jum'at 28 Januari 2022 09:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/28/18/2539125/sekjen-pbb-afghanistan-berada-di-ambang-kehancuran-e13Hm2jEwW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/28/18/2539125/sekjen-pbb-afghanistan-berada-di-ambang-kehancuran-e13Hm2jEwW.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, pada Rabu (26/1/2022), memperingatkan bahwa Afghanistan berada &amp;ldquo;di ambang kehancuran&amp;rdquo;. PBB meminta sumbangan total senilai USD8 miliar (sekira Rp115 triliun) untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 22 juta warga Afghanistan tahun ini.
BACA JUGA: PBB Canangkan Pendanaan Rp71 Triliun untuk Bantu Rakyat Afghanistan
&amp;ldquo;Keadaan darurat kemanusiaan yang rumit berlangsung di Afghanistan,&amp;rdquo; kata Guterres dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Selama berbulan-bulan, ekonomi Afghanistan anjlok. Kekeringan yang parah dan musim dingin yang brutal yang melanda negara tersebut telah memperburuk penderitaan sehari-hari para warga Afghanistan.
BACA JUGA: PBB Desak Dana Afghanistan yang Diblokir Rp136 Triliun Segera Dibebaskan untuk Selamatkan Nyawa
Taliban, yang merebut kekuasaan hampir enam bulan lalu, tidak bisa mengakses miliaran dolar aset pemerintah sebelumnya yang dibekukan di luar negeri, dan masyarakat internasional menunggu untuk melihat apakah Taliban memenuhi janji-janjinya dalam bertindak.Sementara itu, PBB dan mitra-mitranya berusaha memenuhi kebutuhan  kemanusiaan yang terus meningkat. Dua minggu lalu, organisasi itu  mengatakan membutuhkan bantuan sebesar USD4,4 miliar (Rp62,9 triliun).  Pada Rabu, PBB mengajukan permohonan bantuan tambahan senilai USD3,6  miliar (sekira Rp53,7 triliun) untuk mendanai layanan sosial yang  penting, termasuk kesehatan dan pendidikan, serta pemeliharaan  infrastruktur dasar.
Secara total, dibutuhkan dana sebesar USD8 miliar guna mencegah warga Afghanistan dari kesusahan berkepanjangan.
Sekjen PBB juga mengimbau masyarakat internasional agar mencabut  pembatasan yang merugikan ekonomi Afghanistan. Ia mendesak mereka agar  cadangan mata uang dicairkan, dan terlibat kembali dengan bank sentral  Afghanistan, serta memberi suntikan dana asing untuk ekonomi negara  tersebut yang sangat rapuh.</description><content:encoded>NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, pada Rabu (26/1/2022), memperingatkan bahwa Afghanistan berada &amp;ldquo;di ambang kehancuran&amp;rdquo;. PBB meminta sumbangan total senilai USD8 miliar (sekira Rp115 triliun) untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 22 juta warga Afghanistan tahun ini.
BACA JUGA: PBB Canangkan Pendanaan Rp71 Triliun untuk Bantu Rakyat Afghanistan
&amp;ldquo;Keadaan darurat kemanusiaan yang rumit berlangsung di Afghanistan,&amp;rdquo; kata Guterres dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Selama berbulan-bulan, ekonomi Afghanistan anjlok. Kekeringan yang parah dan musim dingin yang brutal yang melanda negara tersebut telah memperburuk penderitaan sehari-hari para warga Afghanistan.
BACA JUGA: PBB Desak Dana Afghanistan yang Diblokir Rp136 Triliun Segera Dibebaskan untuk Selamatkan Nyawa
Taliban, yang merebut kekuasaan hampir enam bulan lalu, tidak bisa mengakses miliaran dolar aset pemerintah sebelumnya yang dibekukan di luar negeri, dan masyarakat internasional menunggu untuk melihat apakah Taliban memenuhi janji-janjinya dalam bertindak.Sementara itu, PBB dan mitra-mitranya berusaha memenuhi kebutuhan  kemanusiaan yang terus meningkat. Dua minggu lalu, organisasi itu  mengatakan membutuhkan bantuan sebesar USD4,4 miliar (Rp62,9 triliun).  Pada Rabu, PBB mengajukan permohonan bantuan tambahan senilai USD3,6  miliar (sekira Rp53,7 triliun) untuk mendanai layanan sosial yang  penting, termasuk kesehatan dan pendidikan, serta pemeliharaan  infrastruktur dasar.
Secara total, dibutuhkan dana sebesar USD8 miliar guna mencegah warga Afghanistan dari kesusahan berkepanjangan.
Sekjen PBB juga mengimbau masyarakat internasional agar mencabut  pembatasan yang merugikan ekonomi Afghanistan. Ia mendesak mereka agar  cadangan mata uang dicairkan, dan terlibat kembali dengan bank sentral  Afghanistan, serta memberi suntikan dana asing untuk ekonomi negara  tersebut yang sangat rapuh.</content:encoded></item></channel></rss>
