<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah 2 Tahun Lockdown, Korut Perlahan Buka Kembali Perbatasannya </title><description>Korea Utara menutup perbatasannya sebagai upaya mencegah masuknya pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/28/18/2539180/setelah-2-tahun-lockdown-korut-perlahan-buka-kembali-perbatasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/28/18/2539180/setelah-2-tahun-lockdown-korut-perlahan-buka-kembali-perbatasannya"/><item><title>Setelah 2 Tahun Lockdown, Korut Perlahan Buka Kembali Perbatasannya </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/28/18/2539180/setelah-2-tahun-lockdown-korut-perlahan-buka-kembali-perbatasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/28/18/2539180/setelah-2-tahun-lockdown-korut-perlahan-buka-kembali-perbatasannya</guid><pubDate>Jum'at 28 Januari 2022 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/28/18/2539180/setelah-2-tahun-lockdown-korut-perlahan-buka-kembali-perbatasannya-P4dsq3jiN9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korea Utara perlahan membuka kembali perbatasannya. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/28/18/2539180/setelah-2-tahun-lockdown-korut-perlahan-buka-kembali-perbatasannya-P4dsq3jiN9.jpg</image><title>Korea Utara perlahan membuka kembali perbatasannya. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Setelah dua tahun dalam lockdown ketat karena pandemi Covid-19, Korea Utara akhirnya membuka perbatasannya secara perlahan. Alasan pembukaan tersebut kemungkinan mencerminkan tumbuhnya rasa pengakuan oleh para pemimpin negara itu bahwa rakyat mereka sangat membutuhkan bantuan ekonomi dari luar negeri.
BACA JUGA: Korut Tembakkan 2 Rudal, Uji Coba Keenam dalam Sebulan 

Pembukaan kembali sementara Korea Utara ini terlihat dari dimulainya kembali lalu lintas kereta barang Korea Utara ke negara tetangganya, China. Pembukaan tersebut berlangsung sementara Pyongyang melakukan beberapa uji coba senjata, yang terbaru adalah peluncuran dua rudal balistik pada Kamis (27/1/2022) dan mengeluarkan ancaman terselubung tentang melanjutkan uji coba bom nuklir dan rudal jarak jauh yang menarget daratan Amerika.
Singkat kata, Korea Utara membuka perbatasan, sedikit, di satu sisi, sementara juga secara militer menekan Washington atas pembekuan berkepanjangan dalam negosiasi nuklir.
BACA JUGA: Lawan AS, Korut Siap Aktifkan Program Senjata Nuklir

Pesan yang tampaknya mendua ini kemungkinan menandakan kesadaran bahwa pandemi telah memperburuk ekonomi yang telah rusak akibat salah urus selama beberapa dekade ini dan sanksi-sanksi pimpinan AS atas program senjata nuklir dan rudal Korea Utara.
Menurut perkiraan Korea Selatan, perdagangan penting Korea Utara dengan sekutunya China menyusut sekitar 80 persen pada 2020 sebelum jatuh lagi sekitar dua pertiganya dalam sembilan bulan pertama 2021 karena penutupan perbatasan.

Pembukaan kembali sebagian perbatasan juga menimbulkan pertanyaan  tentang bagaimana Korea Utara berencana menerima vaksin dan  mendistribusikannya ke rakyatnya setelah penundaan selama setahun dalam  program imunisasinya.
&amp;ldquo;Korea Utara bisa menjadi medan perang terakhir di planet ini dalam  perang melawan Covid-19. Bahkan negara-negara termiskin di Afrika telah  menerima bantuan dan vaksin dari luar atau memperoleh kekebalan melalui  infeksi, tetapi Korea Utara adalah satu-satunya negara di dunia tanpa  rencana nyata,'' kata Lim Soo-ho, seorang analis dari Institut Strategi  Keamanan Nasional Seoul, sebuah lembaga think tank yang dijalankan oleh  dinas intelijen utama Korea Selatan.
Menurut situs web 38 North yang berfokus pada Korea Utara,  gambar-gambar satelit komersial menunjukkan bahwa kereta barang Korea  Utara pertama yang melintasi Sungai Yalu pekan lalu telah kembali dari  China dan menurunkan muatan di lapangan terbang di kota perbatasan Uiju.  Lapangan terbang itu diyakini telah diubah sebagai tempat untuk  mendisinfeksi pasokan impor, yang mungkin termasuk makanan dan  obat-obatan.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan perdagangan antara kota-kota   perbatasan akan dipertahankan sementara kontrol pandemi tetap berlaku.   Namun pejabat Korea Selatan mengatakan tidak segera jelas apakah Korea   Utara akan sepenuhnya membuka kembali perdagangan darat dengan China,   yang merupakan jalur kehidupan ekonomi utamanya.
Beberapa media Korea Selatan berspekulasi bahwa Korea Utara mungkin   untuk sementara membuka kembali jalur kereta api antara Sinuiju dan   Dandong China hanya untuk menerima makanan dan barang-barang penting   yang dimaksudkan sebagai hadiah bagi rakyatnya selama musim liburan   penting, termasuk peringatan 80 tahun kelahiran ayah pemimpin Kim Jong   Un bulan depan, dan peringatan kelahiran ke-110 kakeknya pada April.</description><content:encoded>SEOUL - Setelah dua tahun dalam lockdown ketat karena pandemi Covid-19, Korea Utara akhirnya membuka perbatasannya secara perlahan. Alasan pembukaan tersebut kemungkinan mencerminkan tumbuhnya rasa pengakuan oleh para pemimpin negara itu bahwa rakyat mereka sangat membutuhkan bantuan ekonomi dari luar negeri.
BACA JUGA: Korut Tembakkan 2 Rudal, Uji Coba Keenam dalam Sebulan 

Pembukaan kembali sementara Korea Utara ini terlihat dari dimulainya kembali lalu lintas kereta barang Korea Utara ke negara tetangganya, China. Pembukaan tersebut berlangsung sementara Pyongyang melakukan beberapa uji coba senjata, yang terbaru adalah peluncuran dua rudal balistik pada Kamis (27/1/2022) dan mengeluarkan ancaman terselubung tentang melanjutkan uji coba bom nuklir dan rudal jarak jauh yang menarget daratan Amerika.
Singkat kata, Korea Utara membuka perbatasan, sedikit, di satu sisi, sementara juga secara militer menekan Washington atas pembekuan berkepanjangan dalam negosiasi nuklir.
BACA JUGA: Lawan AS, Korut Siap Aktifkan Program Senjata Nuklir

Pesan yang tampaknya mendua ini kemungkinan menandakan kesadaran bahwa pandemi telah memperburuk ekonomi yang telah rusak akibat salah urus selama beberapa dekade ini dan sanksi-sanksi pimpinan AS atas program senjata nuklir dan rudal Korea Utara.
Menurut perkiraan Korea Selatan, perdagangan penting Korea Utara dengan sekutunya China menyusut sekitar 80 persen pada 2020 sebelum jatuh lagi sekitar dua pertiganya dalam sembilan bulan pertama 2021 karena penutupan perbatasan.

Pembukaan kembali sebagian perbatasan juga menimbulkan pertanyaan  tentang bagaimana Korea Utara berencana menerima vaksin dan  mendistribusikannya ke rakyatnya setelah penundaan selama setahun dalam  program imunisasinya.
&amp;ldquo;Korea Utara bisa menjadi medan perang terakhir di planet ini dalam  perang melawan Covid-19. Bahkan negara-negara termiskin di Afrika telah  menerima bantuan dan vaksin dari luar atau memperoleh kekebalan melalui  infeksi, tetapi Korea Utara adalah satu-satunya negara di dunia tanpa  rencana nyata,'' kata Lim Soo-ho, seorang analis dari Institut Strategi  Keamanan Nasional Seoul, sebuah lembaga think tank yang dijalankan oleh  dinas intelijen utama Korea Selatan.
Menurut situs web 38 North yang berfokus pada Korea Utara,  gambar-gambar satelit komersial menunjukkan bahwa kereta barang Korea  Utara pertama yang melintasi Sungai Yalu pekan lalu telah kembali dari  China dan menurunkan muatan di lapangan terbang di kota perbatasan Uiju.  Lapangan terbang itu diyakini telah diubah sebagai tempat untuk  mendisinfeksi pasokan impor, yang mungkin termasuk makanan dan  obat-obatan.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan perdagangan antara kota-kota   perbatasan akan dipertahankan sementara kontrol pandemi tetap berlaku.   Namun pejabat Korea Selatan mengatakan tidak segera jelas apakah Korea   Utara akan sepenuhnya membuka kembali perdagangan darat dengan China,   yang merupakan jalur kehidupan ekonomi utamanya.
Beberapa media Korea Selatan berspekulasi bahwa Korea Utara mungkin   untuk sementara membuka kembali jalur kereta api antara Sinuiju dan   Dandong China hanya untuk menerima makanan dan barang-barang penting   yang dimaksudkan sebagai hadiah bagi rakyatnya selama musim liburan   penting, termasuk peringatan 80 tahun kelahiran ayah pemimpin Kim Jong   Un bulan depan, dan peringatan kelahiran ke-110 kakeknya pada April.</content:encoded></item></channel></rss>
