<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Covid-19: Kenaikan Kasus Saat Ini Masih di Bawah Lonjakan Varian Delta   </title><description>Wiku Adisasmito mengatakan saat ini tren kenainan kasus Covid-19 secara konsisten mengalami peningkatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/28/337/2539129/satgas-covid-19-kenaikan-kasus-saat-ini-masih-di-bawah-lonjakan-varian-delta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/28/337/2539129/satgas-covid-19-kenaikan-kasus-saat-ini-masih-di-bawah-lonjakan-varian-delta"/><item><title>Satgas Covid-19: Kenaikan Kasus Saat Ini Masih di Bawah Lonjakan Varian Delta   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/28/337/2539129/satgas-covid-19-kenaikan-kasus-saat-ini-masih-di-bawah-lonjakan-varian-delta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/28/337/2539129/satgas-covid-19-kenaikan-kasus-saat-ini-masih-di-bawah-lonjakan-varian-delta</guid><pubDate>Jum'at 28 Januari 2022 09:41 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/28/337/2539129/satgas-covid-19-kenaikan-kasus-saat-ini-masih-di-bawah-lonjakan-varian-delta-JLKYD6xPf1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/28/337/2539129/satgas-covid-19-kenaikan-kasus-saat-ini-masih-di-bawah-lonjakan-varian-delta-JLKYD6xPf1.jpg</image><title>Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan saat ini tren kenainan kasus Covid-19 secara konsisten mengalami peningkatan.
Namun begitu, menurutnya, kenaikan saat ini masih jauh di bawah saat lonjakan kasus kedua akibat varian Delta pada bulan Juli 2021 lalu.
&amp;ldquo;Kenaikan pada satu minggu terakhir adalah sebesar 14.729 kasus. Sedangkan pada puncak kedua lalu mencapai 350.273 kasus dalam satu minggu,&amp;rdquo; katanya dikutip dari siaran Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (28/1/2022).
Namun begitu, Wiku mengatakan bahwa kenaikan ini tetap menjadi perhatian dalam penanganan Covid-19. Dia mengatakan antisipasi yang dilakukan adalah dengan memastikan ketersediaan tempat tidur.
&amp;ldquo;Antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menyediakan penambahan tempat tidur Wisma Atlet untuk Tower 4 dan 7. Penyediaan RS dan hotel isolasi untuk pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 949 tempat atlet. Dan total Wisma Karantina ada 18.759 tempat tidur. Dan hotel sebanyak 16.021 kamar,&quot; ujar dia.
Baca juga:Epidemiolog Jelaskan Cara Lonjakan Kasus Covid-19 Terjadi
&quot;Penyediaan lebih dari 20 hotel karantina untuk jamaah umroh. Dan penyiapan lebih dari 75.000 tempat isolasi terpusat di seluruh wilayah Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dia juga memastikan ketersediaan stok obat-obatan dan pasokan oksigen. Dimana untuk oksigen telah didatangkan 16.000 oksigen konsentrator yang dikirimkan ke seluruh RS di seluruh Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Negara-Negara yang Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Salah Satunya Produsen Vaksin</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan saat ini tren kenainan kasus Covid-19 secara konsisten mengalami peningkatan.
Namun begitu, menurutnya, kenaikan saat ini masih jauh di bawah saat lonjakan kasus kedua akibat varian Delta pada bulan Juli 2021 lalu.
&amp;ldquo;Kenaikan pada satu minggu terakhir adalah sebesar 14.729 kasus. Sedangkan pada puncak kedua lalu mencapai 350.273 kasus dalam satu minggu,&amp;rdquo; katanya dikutip dari siaran Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (28/1/2022).
Namun begitu, Wiku mengatakan bahwa kenaikan ini tetap menjadi perhatian dalam penanganan Covid-19. Dia mengatakan antisipasi yang dilakukan adalah dengan memastikan ketersediaan tempat tidur.
&amp;ldquo;Antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menyediakan penambahan tempat tidur Wisma Atlet untuk Tower 4 dan 7. Penyediaan RS dan hotel isolasi untuk pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 949 tempat atlet. Dan total Wisma Karantina ada 18.759 tempat tidur. Dan hotel sebanyak 16.021 kamar,&quot; ujar dia.
Baca juga:Epidemiolog Jelaskan Cara Lonjakan Kasus Covid-19 Terjadi
&quot;Penyediaan lebih dari 20 hotel karantina untuk jamaah umroh. Dan penyiapan lebih dari 75.000 tempat isolasi terpusat di seluruh wilayah Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dia juga memastikan ketersediaan stok obat-obatan dan pasokan oksigen. Dimana untuk oksigen telah didatangkan 16.000 oksigen konsentrator yang dikirimkan ke seluruh RS di seluruh Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Negara-Negara yang Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Salah Satunya Produsen Vaksin</content:encoded></item></channel></rss>
