<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paus: Berita Hoaks Covid-19 dan Vaksin Adalah Pelanggaran HAM</title><description>Pernyataan itu disampaikan kepada anggota catholicfactchecking.com, sebuah konsorsium media Katolik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/29/18/2539725/paus-berita-hoaks-covid-19-dan-vaksin-adalah-pelanggaran-ham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/01/29/18/2539725/paus-berita-hoaks-covid-19-dan-vaksin-adalah-pelanggaran-ham"/><item><title>Paus: Berita Hoaks Covid-19 dan Vaksin Adalah Pelanggaran HAM</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/01/29/18/2539725/paus-berita-hoaks-covid-19-dan-vaksin-adalah-pelanggaran-ham</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/01/29/18/2539725/paus-berita-hoaks-covid-19-dan-vaksin-adalah-pelanggaran-ham</guid><pubDate>Sabtu 29 Januari 2022 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/29/18/2539725/paus-berita-hoaks-covid-19-dan-vaksin-adalah-pelanggaran-ham-jmrtl3ECsm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/29/18/2539725/paus-berita-hoaks-covid-19-dan-vaksin-adalah-pelanggaran-ham-jmrtl3ECsm.jpg</image><title>Paus Fransiskus (Foto: Reuters)</title></images><description>VATIKAN - Paus Fransiskus mengatakan penyebaran berita palsu (hoaks) dan disinformasi tentang Covid-19 dan vaksin, termasuk oleh media Katolik, adalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Pernyataan itu dia sampaikan kepada anggota catholicfactchecking.com, sebuah konsorsium media Katolik yang lamannya bertujuan untuk &quot;mengklarifikasi berita palsu dan informasi yang menyesatkan&quot; tentang vaksin Covid-19.

&quot;Diberi informasi yang benar, dibantu untuk memahami situasi berdasarkan data ilmiah dan bukan berita palsu, adalah hak asasi manusia,&quot; kata Paus kepada kelompok itu, Jumat (28/1).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Paus Kecam Informasi Hoaks tentang Vaksin Covid-19
&quot;Informasi yang benar harus dipastikan terutama bagi mereka yang kurang memiliki sarana, bagi yang paling lemah, dan bagi mereka yang paling rentan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Paus mengecam penyebaran &quot;infodemik&quot;, yang menurutnya merupakan distorsi realitas berdasarkan ketakutan, berita palsu atau rekaan, dan &quot;informasi yang diduga ilmiah&quot;.
Baca juga:&amp;nbsp;Survei Kominfo: Indeks Literasi Digital Indonesia Naik, Masyarakat Mulai Bisa Bedakan Hoaks dan Fakta

Orang-orang yang percaya berita palsu tidak boleh ditempatkan di &quot;area terpisah&quot; atau diisolasi, tetapi harus diterangkan mengenai kebenaran ilmiah.



&quot;Berita palsu harus disangkal, tetapi setiap orang harus selalu dihormati, karena mereka sering mempercayainya tanpa kesadaran atau tanggung jawab penuh,&quot; ungkapnya.

Ini adalah kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan, Paus berusia 85 tahun itu berbicara tentang isu disinformasi Covid.



Tiga minggu lalu, dia mengutuk misinformasi ideologis yang &quot;tidak berdasar&quot; tentang vaksin, mendukung kampanye imunisasi nasional, dan menyebut perawatan kesehatan sebagai kewajiban moral.

</description><content:encoded>VATIKAN - Paus Fransiskus mengatakan penyebaran berita palsu (hoaks) dan disinformasi tentang Covid-19 dan vaksin, termasuk oleh media Katolik, adalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Pernyataan itu dia sampaikan kepada anggota catholicfactchecking.com, sebuah konsorsium media Katolik yang lamannya bertujuan untuk &quot;mengklarifikasi berita palsu dan informasi yang menyesatkan&quot; tentang vaksin Covid-19.

&quot;Diberi informasi yang benar, dibantu untuk memahami situasi berdasarkan data ilmiah dan bukan berita palsu, adalah hak asasi manusia,&quot; kata Paus kepada kelompok itu, Jumat (28/1).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Paus Kecam Informasi Hoaks tentang Vaksin Covid-19
&quot;Informasi yang benar harus dipastikan terutama bagi mereka yang kurang memiliki sarana, bagi yang paling lemah, dan bagi mereka yang paling rentan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Paus mengecam penyebaran &quot;infodemik&quot;, yang menurutnya merupakan distorsi realitas berdasarkan ketakutan, berita palsu atau rekaan, dan &quot;informasi yang diduga ilmiah&quot;.
Baca juga:&amp;nbsp;Survei Kominfo: Indeks Literasi Digital Indonesia Naik, Masyarakat Mulai Bisa Bedakan Hoaks dan Fakta

Orang-orang yang percaya berita palsu tidak boleh ditempatkan di &quot;area terpisah&quot; atau diisolasi, tetapi harus diterangkan mengenai kebenaran ilmiah.



&quot;Berita palsu harus disangkal, tetapi setiap orang harus selalu dihormati, karena mereka sering mempercayainya tanpa kesadaran atau tanggung jawab penuh,&quot; ungkapnya.

Ini adalah kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan, Paus berusia 85 tahun itu berbicara tentang isu disinformasi Covid.



Tiga minggu lalu, dia mengutuk misinformasi ideologis yang &quot;tidak berdasar&quot; tentang vaksin, mendukung kampanye imunisasi nasional, dan menyebut perawatan kesehatan sebagai kewajiban moral.

</content:encoded></item></channel></rss>
