<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Orang Meninggal Terkonfirmasi Omicron, Menkes: 60% Belum Divaksin Lengkap</title><description>Saat ini di Tanah Air terdapat 5 kasus meninggal terkonfirmasi varian Omicron.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/01/337/2540808/5-orang-meninggal-terkonfirmasi-omicron-menkes-60-belum-divaksin-lengkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/01/337/2540808/5-orang-meninggal-terkonfirmasi-omicron-menkes-60-belum-divaksin-lengkap"/><item><title>5 Orang Meninggal Terkonfirmasi Omicron, Menkes: 60% Belum Divaksin Lengkap</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/01/337/2540808/5-orang-meninggal-terkonfirmasi-omicron-menkes-60-belum-divaksin-lengkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/01/337/2540808/5-orang-meninggal-terkonfirmasi-omicron-menkes-60-belum-divaksin-lengkap</guid><pubDate>Selasa 01 Februari 2022 06:23 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/01/337/2540808/5-orang-meninggal-terkonfirmasi-omicron-menkes-60-belum-divaksin-lengkap-HEqtkpfwOL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes RI, Budi Gunadi (foto: dok MNC Portal) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/01/337/2540808/5-orang-meninggal-terkonfirmasi-omicron-menkes-60-belum-divaksin-lengkap-HEqtkpfwOL.jpg</image><title>Menkes RI, Budi Gunadi (foto: dok MNC Portal) </title></images><description>

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut saat ini di Tanah Air terdapat 5 kasus meninggal terkonfirmasi varian Omicron. Namun, 60% diantaranya belum menerima dosis vaksin lengkap.

&amp;ldquo;Saya sampaikan, kita yang sudah meninggal 5 orang positif Omicron. Itu 60 persen belum divaksin lengkap,&amp;rdquo; ucap Budi dalam siaran pers virtual.
BACA JUGA:Menkes Minta Pasien OTG Covid-19 Omicron Isoman Saja&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Budi mengungkapkan, bahwa Covid-19 varian Omicron lebih banyak menyerang masyarakat lanjut usia (lansia) dan anak-anak. Tercatat terkonfirmasi Omicron dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 29 Januari 2022 sebanyak 2.613 kasus.

&amp;ldquo;Kita sudah melihat dari kasus yang sedang dan berat yang membutuhkan oksigen, 63% belum divaksin lengkap. Kebanyakan dari mereka lansia. Dan kita identifikasi cukup mengejutkan jumlahnya yang anak-anak,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Kasus Varian Omicron di Tanah Air Kian Melonjak, Kemenkes: PPLN 1.601 dan Transmisi Lokal 1.039

Maka itu, dia minta agar para lansia dan anak-anak segera divaksinasi. &amp;ldquo;Jadi berdasarkan fakta itu, percepat vaksinasi terutama untuk lansia kita dan anak-anak kita, lindungi mereka,&amp;rdquo; tegasnya.

Dia pun meminta agar vaksinasi Covid-19 saat ini diprioritaskan bagi lansia dan anak-anak.
&amp;ldquo;Kewajiban kita untuk melindungi orang yang belum divaksinasi agar segera divaksinasi terutama lansia dan anak-anak. Karena 60 persen yang meninggal itu belum vaksin lengkap dan 63 persen yang masuk bergejala sedang dan berat membutuhkan oksigen itu belum divaksinasi lengkap,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut saat ini di Tanah Air terdapat 5 kasus meninggal terkonfirmasi varian Omicron. Namun, 60% diantaranya belum menerima dosis vaksin lengkap.

&amp;ldquo;Saya sampaikan, kita yang sudah meninggal 5 orang positif Omicron. Itu 60 persen belum divaksin lengkap,&amp;rdquo; ucap Budi dalam siaran pers virtual.
BACA JUGA:Menkes Minta Pasien OTG Covid-19 Omicron Isoman Saja&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Budi mengungkapkan, bahwa Covid-19 varian Omicron lebih banyak menyerang masyarakat lanjut usia (lansia) dan anak-anak. Tercatat terkonfirmasi Omicron dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 29 Januari 2022 sebanyak 2.613 kasus.

&amp;ldquo;Kita sudah melihat dari kasus yang sedang dan berat yang membutuhkan oksigen, 63% belum divaksin lengkap. Kebanyakan dari mereka lansia. Dan kita identifikasi cukup mengejutkan jumlahnya yang anak-anak,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Kasus Varian Omicron di Tanah Air Kian Melonjak, Kemenkes: PPLN 1.601 dan Transmisi Lokal 1.039

Maka itu, dia minta agar para lansia dan anak-anak segera divaksinasi. &amp;ldquo;Jadi berdasarkan fakta itu, percepat vaksinasi terutama untuk lansia kita dan anak-anak kita, lindungi mereka,&amp;rdquo; tegasnya.

Dia pun meminta agar vaksinasi Covid-19 saat ini diprioritaskan bagi lansia dan anak-anak.
&amp;ldquo;Kewajiban kita untuk melindungi orang yang belum divaksinasi agar segera divaksinasi terutama lansia dan anak-anak. Karena 60 persen yang meninggal itu belum vaksin lengkap dan 63 persen yang masuk bergejala sedang dan berat membutuhkan oksigen itu belum divaksinasi lengkap,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
