<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Hari Ini: Pertempuran Stalingard Berakhir dengan Kekalahan Besar Nazi Jerman</title><description>Pertempuran Stalingard merupakan salah satu momen paling penting dalam Perang Dunia II.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541010/sejarah-hari-ini-pertempuran-stalingard-berakhir-dengan-kekalahan-besar-nazi-jerman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541010/sejarah-hari-ini-pertempuran-stalingard-berakhir-dengan-kekalahan-besar-nazi-jerman"/><item><title>Sejarah Hari Ini: Pertempuran Stalingard Berakhir dengan Kekalahan Besar Nazi Jerman</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541010/sejarah-hari-ini-pertempuran-stalingard-berakhir-dengan-kekalahan-besar-nazi-jerman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541010/sejarah-hari-ini-pertempuran-stalingard-berakhir-dengan-kekalahan-besar-nazi-jerman</guid><pubDate>Rabu 02 Februari 2022 01:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/01/18/2541010/sejarah-hari-ini-pertempuran-stalingard-berakhir-dengan-kekalahan-besar-nazi-jerman-Af5xigO07R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Merah mengibarkan bendera Uni Soviet dari salah satu bangunan di Stalingard. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/01/18/2541010/sejarah-hari-ini-pertempuran-stalingard-berakhir-dengan-kekalahan-besar-nazi-jerman-Af5xigO07R.jpg</image><title>Tentara Merah mengibarkan bendera Uni Soviet dari salah satu bangunan di Stalingard. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pada 2 Februari 1943 tentara Jerman terakhir di Kota Stalingard menyerah kepada Tentara Merah Uni Soviet, mengakhiri salah satu pertempuran paling penting dan paling berdarah selama Perang Dunia II.
Mengabaikan kesepakatan tak saling serang tahun 1939, pada 22 Juni 1941 Nazi Jerman melancarkan invasi besar-besaran ke Uni Soviet. Dibantu oleh angkatan udara yang sangat unggul, tentara Jerman  bergerak cepat melintasi dataran Rusia, menimbulkan korban yang mengerikan pada Tentara Merah dan penduduk Soviet.
BACA JUGA:&amp;nbsp;3 Tokoh Nazi Paling Kejam, Siapa Saja?&amp;nbsp;
Dengan bantuan pasukan dari sekutu Poros mereka, Jerman menaklukkan wilayah yang luas, dan pada pertengahan Oktober kota-kota besar Rusia Leningrad dan Moskow dikepung. Namun, Soviet bertahan, dan datangnya musim dingin memaksa Nazi Jerman menunda serangan lebih lanjut.
Pada musim panas 1942, Pemimpin Nazi Adolf Hitler memerintahkan Angkatan Darat Keenam, di bawah Jenderal Friedrich von Paulus, untuk merebut Stalingrad di selatan, sebuah pusat industri dan penghalang bagi kendali Nazi atas sumur minyak Kaukasia yang berharga.
History melansir, pada Agustus, Angkatan Darat Keenam Jerman membuat kemajuan melintasi Sungai Volga sementara Armada Udara Keempat Jerman menghancurkan Stalingrad menjadi puing-puing, menewaskan lebih dari 40.000 warga sipil. Pada awal September, Jenderal Paulus memerintahkan serangan pertama ke Stalingrad, memperkirakan bahwa pasukannya akan membutuhkan waktu sekira 10 hari untuk merebut kota.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Peristiwa 19 November: Pertempuran Stalingard hingga Ahok Dilantik Jadi Gubernur DKI Jakarta

Maka dimulailah salah satu pertempuran paling mengerikan dari Perang Dunia II, pertempuran yang  bisa dikatakan salah satu yag paling penting karena menjadi titik balik dalam perang antara Jerman dan Uni Soviet.
Dalam upaya mereka untuk merebut Stalingrad, Tentara Keenam Jerman menghadapi Tentara Merah di bawah pimpinan Jenderal Vasily Zhukov. Tentara Merah memanfaatkan puing-puing kota untuk keuntungan mereka, mengubah bangunan yang hancur menjadi benteng pertahanan alami.

Dengan metode pertempuran yang disebut Jerman sebagai Rattenkrieg, atau &quot;Perang Tikus&quot;, Tentara Merah bergerak dalam regu eranggotakan delapan atau 10 orang dan saling bertarung untuk setiap rumah dan pekarangan wilayah.
Namun, kedua belah pihak kekurangan makanan, air, atau pasokan medis yang diperlukan, dan puluhan ribu orang tewas setiap minggu.
Pemimpin Soviet Joseph Stalin bertekad untuk membebaskan kota yang dinamai menurut namanya, dan pada November ia memerintahkan bala bantuan besar-besaran ke daerah tersebut. Pada 19 November, Jenderal Zhukov melancarkan serangan balasan Soviet yang hebat. Komando Jerman meremehkan skala serangan balik, dan Angkatan Darat Keenam dengan cepat kewalahan oleh serangan, yang melibatkan 500.000 tentara Soviet, 900 tank, dan 1.400 pesawat. Dalam waktu tiga hari, seluruh pasukan Jerman yang berjumlah lebih dari 200.000 orang telah dikepung.
Pasukan Italia dan Rumania di Stalingrad menyerah, tetapi Jerman bertahan, menerima pasokan terbatas melalui udara dan menunggu bala bantuan. Hitler memerintahkan Von Paulus untuk tetap di tempatnya dan mempromosikannya menjadi marshal lapangan, karena tidak ada marshal lapangan Nazi yang pernah menyerah.Kelaparan dan musim dingin di Rusia merenggut nyawa pasukan Jerman sama banyaknya dengan serangan tanpa ampun dari Tentara Merah, dan pada 21 Januari 1943, bandara terakhir yang dipegang oleh Jerman jatuh ke tangan Soviet, benar-benar memutus pasokan Nazi Jerman.
Pada 31 Januari, Von Paulus menyerah bersama pasukan Jerman di sektor selatan, dan pada 2 Februari pasukan Jerman yang tersisa menyerah. Hanya 90.000 tentara Jerman yang masih hidup, dan dari jumlah itu hanya 5.000 tentara yang akan selamat dari kamp tawanan perang Soviet dan berhasil kembali ke Jerman.
Pertempuran Stalingrad mengubah gelombang perang antara Jerman dan Uni Soviet. Jenderal Zhukov, yang memainkan peran penting dalam kemenangan itu, kemudian memimpin serangan Soviet ke Berlin. Pada 1 Mei 1945, ia secara pribadi menerima penyerahan Berlin oleh Jerman.
Von Paulus, yang ditahan di Uni Soviet menyuarakan penentangan terhadap Hitler dan pada 1946 memberikan kesaksian di Pengadilan Militer Internasional di Nuremberg. Setelah dibebaskan oleh Soviet pada 1953, ia menetap di Jerman Timur.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pada 2 Februari 1943 tentara Jerman terakhir di Kota Stalingard menyerah kepada Tentara Merah Uni Soviet, mengakhiri salah satu pertempuran paling penting dan paling berdarah selama Perang Dunia II.
Mengabaikan kesepakatan tak saling serang tahun 1939, pada 22 Juni 1941 Nazi Jerman melancarkan invasi besar-besaran ke Uni Soviet. Dibantu oleh angkatan udara yang sangat unggul, tentara Jerman  bergerak cepat melintasi dataran Rusia, menimbulkan korban yang mengerikan pada Tentara Merah dan penduduk Soviet.
BACA JUGA:&amp;nbsp;3 Tokoh Nazi Paling Kejam, Siapa Saja?&amp;nbsp;
Dengan bantuan pasukan dari sekutu Poros mereka, Jerman menaklukkan wilayah yang luas, dan pada pertengahan Oktober kota-kota besar Rusia Leningrad dan Moskow dikepung. Namun, Soviet bertahan, dan datangnya musim dingin memaksa Nazi Jerman menunda serangan lebih lanjut.
Pada musim panas 1942, Pemimpin Nazi Adolf Hitler memerintahkan Angkatan Darat Keenam, di bawah Jenderal Friedrich von Paulus, untuk merebut Stalingrad di selatan, sebuah pusat industri dan penghalang bagi kendali Nazi atas sumur minyak Kaukasia yang berharga.
History melansir, pada Agustus, Angkatan Darat Keenam Jerman membuat kemajuan melintasi Sungai Volga sementara Armada Udara Keempat Jerman menghancurkan Stalingrad menjadi puing-puing, menewaskan lebih dari 40.000 warga sipil. Pada awal September, Jenderal Paulus memerintahkan serangan pertama ke Stalingrad, memperkirakan bahwa pasukannya akan membutuhkan waktu sekira 10 hari untuk merebut kota.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Peristiwa 19 November: Pertempuran Stalingard hingga Ahok Dilantik Jadi Gubernur DKI Jakarta

Maka dimulailah salah satu pertempuran paling mengerikan dari Perang Dunia II, pertempuran yang  bisa dikatakan salah satu yag paling penting karena menjadi titik balik dalam perang antara Jerman dan Uni Soviet.
Dalam upaya mereka untuk merebut Stalingrad, Tentara Keenam Jerman menghadapi Tentara Merah di bawah pimpinan Jenderal Vasily Zhukov. Tentara Merah memanfaatkan puing-puing kota untuk keuntungan mereka, mengubah bangunan yang hancur menjadi benteng pertahanan alami.

Dengan metode pertempuran yang disebut Jerman sebagai Rattenkrieg, atau &quot;Perang Tikus&quot;, Tentara Merah bergerak dalam regu eranggotakan delapan atau 10 orang dan saling bertarung untuk setiap rumah dan pekarangan wilayah.
Namun, kedua belah pihak kekurangan makanan, air, atau pasokan medis yang diperlukan, dan puluhan ribu orang tewas setiap minggu.
Pemimpin Soviet Joseph Stalin bertekad untuk membebaskan kota yang dinamai menurut namanya, dan pada November ia memerintahkan bala bantuan besar-besaran ke daerah tersebut. Pada 19 November, Jenderal Zhukov melancarkan serangan balasan Soviet yang hebat. Komando Jerman meremehkan skala serangan balik, dan Angkatan Darat Keenam dengan cepat kewalahan oleh serangan, yang melibatkan 500.000 tentara Soviet, 900 tank, dan 1.400 pesawat. Dalam waktu tiga hari, seluruh pasukan Jerman yang berjumlah lebih dari 200.000 orang telah dikepung.
Pasukan Italia dan Rumania di Stalingrad menyerah, tetapi Jerman bertahan, menerima pasokan terbatas melalui udara dan menunggu bala bantuan. Hitler memerintahkan Von Paulus untuk tetap di tempatnya dan mempromosikannya menjadi marshal lapangan, karena tidak ada marshal lapangan Nazi yang pernah menyerah.Kelaparan dan musim dingin di Rusia merenggut nyawa pasukan Jerman sama banyaknya dengan serangan tanpa ampun dari Tentara Merah, dan pada 21 Januari 1943, bandara terakhir yang dipegang oleh Jerman jatuh ke tangan Soviet, benar-benar memutus pasokan Nazi Jerman.
Pada 31 Januari, Von Paulus menyerah bersama pasukan Jerman di sektor selatan, dan pada 2 Februari pasukan Jerman yang tersisa menyerah. Hanya 90.000 tentara Jerman yang masih hidup, dan dari jumlah itu hanya 5.000 tentara yang akan selamat dari kamp tawanan perang Soviet dan berhasil kembali ke Jerman.
Pertempuran Stalingrad mengubah gelombang perang antara Jerman dan Uni Soviet. Jenderal Zhukov, yang memainkan peran penting dalam kemenangan itu, kemudian memimpin serangan Soviet ke Berlin. Pada 1 Mei 1945, ia secara pribadi menerima penyerahan Berlin oleh Jerman.
Von Paulus, yang ditahan di Uni Soviet menyuarakan penentangan terhadap Hitler dan pada 1946 memberikan kesaksian di Pengadilan Militer Internasional di Nuremberg. Setelah dibebaskan oleh Soviet pada 1953, ia menetap di Jerman Timur.</content:encoded></item></channel></rss>
