<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketegangan Tak Terkendali, Menhan Turki Tegaskan Pentingnya Dialog dengan Rusia dan Ukraina</title><description>Dia memperingatkan bahwa perkembangan belakangan ini menimbulkan bahaya eskalasi yang tidak terkendali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541154/ketegangan-tak-terkendali-menhan-turki-tegaskan-pentingnya-dialog-dengan-rusia-dan-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541154/ketegangan-tak-terkendali-menhan-turki-tegaskan-pentingnya-dialog-dengan-rusia-dan-ukraina"/><item><title>Ketegangan Tak Terkendali, Menhan Turki Tegaskan Pentingnya Dialog dengan Rusia dan Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541154/ketegangan-tak-terkendali-menhan-turki-tegaskan-pentingnya-dialog-dengan-rusia-dan-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541154/ketegangan-tak-terkendali-menhan-turki-tegaskan-pentingnya-dialog-dengan-rusia-dan-ukraina</guid><pubDate>Rabu 02 Februari 2022 06:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/02/18/2541154/peringatkan-ketegangan-yang-tak-terkendali-menhan-turki-tegaskan-pentingnya-dialog-dengan-rusia-dan-ukraina-8uJTWxeMn4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Ukraina melakukan latihan militer (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/02/18/2541154/peringatkan-ketegangan-yang-tak-terkendali-menhan-turki-tegaskan-pentingnya-dialog-dengan-rusia-dan-ukraina-8uJTWxeMn4.jpg</image><title>Tentara Ukraina melakukan latihan militer (Foto: Reuters)</title></images><description>ANKARA -  Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menegaskan pentingnya dialog dengan Rusia dan Ukraina, terkait konflik kedua negara yang kian memanas.
Sambil mengacu pada ketegangan terbaru antara Rusia dan Ukraina dan Barat, ia memperingatkan bahwa perkembangan belakangan ini menimbulkan bahaya eskalasi yang tidak terkendali.
&quot;Karena itu, Turki mengimbau semua pihak terkait untuk tetap tenang dan melakukan koordinasi, kerja sama, dan dialog,&quot; kata Akar, seperti dikutip oleh media penyiaran TRT pada Senin (31/1).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Turki Diklaim Miliki Peran Penting sebagai 'Penjaga Gerbang' Laut Hitam
Ia juga mengatakan bahwa dialog antara Turki dengan Ukraina dan Rusia terus berlanjut, sambil menjalankan tanggung jawabnya sebagai bagian dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
Dalam kesempatan itu, Menhan juga mengatakan negaranya akan terus mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Konvensi Montreux tentang perjalanan kapal di selat Laut Hitam.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Hadapi Ancaman Rusia, NATO Kirim 5.000 Tentara dan 4 Pesawat Tempur ke Eropa Timur
Lebih lanjut, Akar menguraikan situasi di wilayah Laut Hitam.
&quot;Status selat (mengenai aturan lintas kapal Laut Hitam dan negara-negara non-Laut Hitam) yang ditetapkan oleh konvensi menguntungkan semua pihak. Dalam keadaan saat ini, tidak ada pertanyaan untuk meninggalkan konvensi ini. Untuk dialog Laut Hitam, Turki melakukan semua yang seharusnya,&quot; lanjutnya.Dia menggarisbawahi bahwa Konvensi Montreux tahun 1936, yang mengatur tata kelola Selat Turki dan transit kapal perang angkatan laut ke Laut Hitam, sangat penting untuk keamanan dan stabilitas di kawasan itu.
Diketahui, Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di Eropa telah memperingatkan bahwa Rusia sedang menyiapkan invasi ke Ukraina dan telah menempatkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasannya dengan negara bekas republik Soviet itu, selain penempatan artileri dan tank dalam jumlah signifikan.
Namun, Moskow membantah mempersiapkan serangan militer, dengan mengatakan pasukannya ada di sana untuk melakukan latihan rutin.</description><content:encoded>ANKARA -  Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menegaskan pentingnya dialog dengan Rusia dan Ukraina, terkait konflik kedua negara yang kian memanas.
Sambil mengacu pada ketegangan terbaru antara Rusia dan Ukraina dan Barat, ia memperingatkan bahwa perkembangan belakangan ini menimbulkan bahaya eskalasi yang tidak terkendali.
&quot;Karena itu, Turki mengimbau semua pihak terkait untuk tetap tenang dan melakukan koordinasi, kerja sama, dan dialog,&quot; kata Akar, seperti dikutip oleh media penyiaran TRT pada Senin (31/1).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Turki Diklaim Miliki Peran Penting sebagai 'Penjaga Gerbang' Laut Hitam
Ia juga mengatakan bahwa dialog antara Turki dengan Ukraina dan Rusia terus berlanjut, sambil menjalankan tanggung jawabnya sebagai bagian dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
Dalam kesempatan itu, Menhan juga mengatakan negaranya akan terus mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Konvensi Montreux tentang perjalanan kapal di selat Laut Hitam.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Hadapi Ancaman Rusia, NATO Kirim 5.000 Tentara dan 4 Pesawat Tempur ke Eropa Timur
Lebih lanjut, Akar menguraikan situasi di wilayah Laut Hitam.
&quot;Status selat (mengenai aturan lintas kapal Laut Hitam dan negara-negara non-Laut Hitam) yang ditetapkan oleh konvensi menguntungkan semua pihak. Dalam keadaan saat ini, tidak ada pertanyaan untuk meninggalkan konvensi ini. Untuk dialog Laut Hitam, Turki melakukan semua yang seharusnya,&quot; lanjutnya.Dia menggarisbawahi bahwa Konvensi Montreux tahun 1936, yang mengatur tata kelola Selat Turki dan transit kapal perang angkatan laut ke Laut Hitam, sangat penting untuk keamanan dan stabilitas di kawasan itu.
Diketahui, Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di Eropa telah memperingatkan bahwa Rusia sedang menyiapkan invasi ke Ukraina dan telah menempatkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasannya dengan negara bekas republik Soviet itu, selain penempatan artileri dan tank dalam jumlah signifikan.
Namun, Moskow membantah mempersiapkan serangan militer, dengan mengatakan pasukannya ada di sana untuk melakukan latihan rutin.</content:encoded></item></channel></rss>
