<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Lebat Picu Tanah Longsor di Ekuador, 23 Orang Tewas dan 47 Terluka</title><description>Pihak berwenang telah memperingatkan jumlah korban tewas bisa meningkat karena pekerja terus membersihkan puing-puing.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541316/hujan-lebat-picu-tanah-longsor-di-ekuador-23-orang-tewas-dan-47-terluka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541316/hujan-lebat-picu-tanah-longsor-di-ekuador-23-orang-tewas-dan-47-terluka"/><item><title>Hujan Lebat Picu Tanah Longsor di Ekuador, 23 Orang Tewas dan 47 Terluka</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541316/hujan-lebat-picu-tanah-longsor-di-ekuador-23-orang-tewas-dan-47-terluka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/02/18/2541316/hujan-lebat-picu-tanah-longsor-di-ekuador-23-orang-tewas-dan-47-terluka</guid><pubDate>Rabu 02 Februari 2022 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/02/18/2541316/tanah-longsor-di-ekuador-23-orang-tewas-dan-47-terluka-GCuGjbZp3i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanah longsor di Ekuador (Foto: CNN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/02/18/2541316/tanah-longsor-di-ekuador-23-orang-tewas-dan-47-terluka-GCuGjbZp3i.jpg</image><title>Tanah longsor di Ekuador (Foto: CNN)</title></images><description>EKUADOR - Sedikitnya 23 orang meninggal setelah hujan lebat memicu tanah longsor pada Senin (31/1) di Quito, Ekuador.
Walikota Quito Santiago Guarderas mengatakan kepada wartawan pada Selasa (1/2) bahwa 47 orang terluka, termasuk dua yang tersisa dalam kondisi kritis akibat bencana tersebut. Tujuh orang telah dipulangkan dari rumah sakit.
Dia menambahkan pihak berwenang telah memperingatkan jumlah korban tewas bisa meningkat karena pekerja terus membersihkan puing-puing.
Baca juga:&amp;nbsp;Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor, Tewaskan Setidaknya 19 Orang di Brasil
&quot;Kami melihat sungai hitam besar yang menyeret semuanya, kami harus memanjat tembok untuk melarikan diri,&quot; terang penduduk Alba Cotacachi, yang mengevakuasi dua putrinya yang masih kecil dari rumah mereka, kepada Reuters.
&quot;Kami sedang mencari yang hilang,&quot; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Tanah Longsor Tewaskan 14 Orang, 17 Warga TertimbunMenurut walikota, badai yang memicu tanah longsor turun setara dengan 75 liter per meter persegi (sama dengan 75 mm atau hampir 3 inci hujan) menandai jumlah curah hujan terbesar yang pernah dialami ibu kota dalam hampir dua dekade.
Guarderas mengatakan volume curah hujan yang sama terakhir tercatat di ibu kota pada 2003.
Video yang diposting ke media sosial (medsos) menunjukkan warga berteriak minta tolong ketika sungai berlumpur mengalir melalui jalan-jalan Quito, membawa pohon, kendaraan, tempat sampah, dan tiang listrik.
&quot;Terjadi kejenuhan tanah di lereng, yang menghasilkan longsoran dari lereng ke saluran dan menyebabkan longsor ini,&quot; ujarnya.
Pada tahun tertentu, rata-rata Quito sekitar 82 mm (3,2 inci) pada Januari dan 111 mm (4,3 inci) pada Februari. Dengan rata-rata itu, tiga perempat dari total bulanan kota jatuh dalam hujan tunggal ini.</description><content:encoded>EKUADOR - Sedikitnya 23 orang meninggal setelah hujan lebat memicu tanah longsor pada Senin (31/1) di Quito, Ekuador.
Walikota Quito Santiago Guarderas mengatakan kepada wartawan pada Selasa (1/2) bahwa 47 orang terluka, termasuk dua yang tersisa dalam kondisi kritis akibat bencana tersebut. Tujuh orang telah dipulangkan dari rumah sakit.
Dia menambahkan pihak berwenang telah memperingatkan jumlah korban tewas bisa meningkat karena pekerja terus membersihkan puing-puing.
Baca juga:&amp;nbsp;Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor, Tewaskan Setidaknya 19 Orang di Brasil
&quot;Kami melihat sungai hitam besar yang menyeret semuanya, kami harus memanjat tembok untuk melarikan diri,&quot; terang penduduk Alba Cotacachi, yang mengevakuasi dua putrinya yang masih kecil dari rumah mereka, kepada Reuters.
&quot;Kami sedang mencari yang hilang,&quot; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Tanah Longsor Tewaskan 14 Orang, 17 Warga TertimbunMenurut walikota, badai yang memicu tanah longsor turun setara dengan 75 liter per meter persegi (sama dengan 75 mm atau hampir 3 inci hujan) menandai jumlah curah hujan terbesar yang pernah dialami ibu kota dalam hampir dua dekade.
Guarderas mengatakan volume curah hujan yang sama terakhir tercatat di ibu kota pada 2003.
Video yang diposting ke media sosial (medsos) menunjukkan warga berteriak minta tolong ketika sungai berlumpur mengalir melalui jalan-jalan Quito, membawa pohon, kendaraan, tempat sampah, dan tiang listrik.
&quot;Terjadi kejenuhan tanah di lereng, yang menghasilkan longsoran dari lereng ke saluran dan menyebabkan longsor ini,&quot; ujarnya.
Pada tahun tertentu, rata-rata Quito sekitar 82 mm (3,2 inci) pada Januari dan 111 mm (4,3 inci) pada Februari. Dengan rata-rata itu, tiga perempat dari total bulanan kota jatuh dalam hujan tunggal ini.</content:encoded></item></channel></rss>
