<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Laut Banda Beberapa Kali Diguncang Gempa Merusak Sejak Tahun 1899</title><description>Daryono mengatakan wilayah Laut Banda telah beberapa kali diguncang gempa merusak sejak tahun 1899 lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/02/337/2541184/bmkg-laut-banda-beberapa-kali-diguncang-gempa-merusak-sejak-tahun-1899</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/02/02/337/2541184/bmkg-laut-banda-beberapa-kali-diguncang-gempa-merusak-sejak-tahun-1899"/><item><title>BMKG: Laut Banda Beberapa Kali Diguncang Gempa Merusak Sejak Tahun 1899</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/02/02/337/2541184/bmkg-laut-banda-beberapa-kali-diguncang-gempa-merusak-sejak-tahun-1899</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/02/02/337/2541184/bmkg-laut-banda-beberapa-kali-diguncang-gempa-merusak-sejak-tahun-1899</guid><pubDate>Rabu 02 Februari 2022 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/02/02/337/2541184/bmkg-laut-banda-beberapa-kali-diguncang-gempa-merusak-sejak-tahun-1899-JDBYv3j7Wc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/02/02/337/2541184/bmkg-laut-banda-beberapa-kali-diguncang-gempa-merusak-sejak-tahun-1899-JDBYv3j7Wc.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan wilayah Laut Banda telah beberapa kali diguncang gempa merusak sejak tahun 1899 lalu.

&amp;ldquo;Wilayah Laut Banda merupakan kawasan rawan gempa. Sejarah mencatat di wilayah ini sudah beberapa kali terjadi gempa merusak seperti yang pernah terjadi pada: 30 September 1899 (M 7,8 ) 23 Agustus 1936 (M 7,3) dan 1 Februari 1938 (M 8,5),&amp;rdquo; dalam keterangan yang diterima, Rabu (2/2/2022).

Pagi ini, BMKG melaporkan Laut Banda diguncang gempa pukul 02.25.10 WIB. &amp;ldquo;Episenter gempa terletak di laut pada jarak 28 kilometer arah timur laut Maluku Barat Daya, dengan kedalaman 126 km,&amp;rdquo; kata Daryono.

BACA JUGA:Analisis BMKG Terkait Gempa M6,2 di Maluku, Akibat Aktivitas Subduksi Laut Banda

Daryono mengatakan gempa ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi/patahan batuan pada sistem tunjaman Banda dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Saumlaki dengan skala  intensitas II-III MMI dengan deskripsi getaran dirasakan seperti ada  truk berlalu.

&amp;ldquo;Gempa ini tidak berpotensi tsunami karena hiposenternya relatif  dalam, dengan magnitudo dibawah ambang batas rata-rata magnitudo gempa  pembangkit tsunami, sehingga tidak menimbulkan gangguan kolom air laut,&amp;rdquo;  kata Daryono.

Sementara itu, kata Daryono, seluruh peralatan tide gauge untuk  monitoring muka laut milik BIG di sekitar pusat gempa seperti di  Serwaru, Tutu Kembong, dan Marsela tidak mencatat adanya kenaikan muka  air laut. &amp;ldquo;Hingga pukul 5.30 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan belum  terjadi aktivitas gempa susulan,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan wilayah Laut Banda telah beberapa kali diguncang gempa merusak sejak tahun 1899 lalu.

&amp;ldquo;Wilayah Laut Banda merupakan kawasan rawan gempa. Sejarah mencatat di wilayah ini sudah beberapa kali terjadi gempa merusak seperti yang pernah terjadi pada: 30 September 1899 (M 7,8 ) 23 Agustus 1936 (M 7,3) dan 1 Februari 1938 (M 8,5),&amp;rdquo; dalam keterangan yang diterima, Rabu (2/2/2022).

Pagi ini, BMKG melaporkan Laut Banda diguncang gempa pukul 02.25.10 WIB. &amp;ldquo;Episenter gempa terletak di laut pada jarak 28 kilometer arah timur laut Maluku Barat Daya, dengan kedalaman 126 km,&amp;rdquo; kata Daryono.

BACA JUGA:Analisis BMKG Terkait Gempa M6,2 di Maluku, Akibat Aktivitas Subduksi Laut Banda

Daryono mengatakan gempa ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi/patahan batuan pada sistem tunjaman Banda dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Saumlaki dengan skala  intensitas II-III MMI dengan deskripsi getaran dirasakan seperti ada  truk berlalu.

&amp;ldquo;Gempa ini tidak berpotensi tsunami karena hiposenternya relatif  dalam, dengan magnitudo dibawah ambang batas rata-rata magnitudo gempa  pembangkit tsunami, sehingga tidak menimbulkan gangguan kolom air laut,&amp;rdquo;  kata Daryono.

Sementara itu, kata Daryono, seluruh peralatan tide gauge untuk  monitoring muka laut milik BIG di sekitar pusat gempa seperti di  Serwaru, Tutu Kembong, dan Marsela tidak mencatat adanya kenaikan muka  air laut. &amp;ldquo;Hingga pukul 5.30 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan belum  terjadi aktivitas gempa susulan,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
